Dear, Dolls!

Dear, Dolls!
Dunia Mimpi



"Kak Celia! Berhenti mengganggu Kakak Cantik!" Sebuah suara terdengar lantang di dekat telinga Emma.


Emma membuka kembali kedua mata nya. Dengan susah payah, ia mencoba bangkit duduk. Dan ia pun melihat sosok anak perempuan kecil berumur lima atau enam tahun berdiri di antara dirinya dan hantu perempuan yang mengejar nya.


Anak kecil tersebut memiliki rambut bergelombang kemerahan sepanjang pinggang. Wajah nya mungil dan langsung mengingatkan Emma pada wajah majikan nya saat ini, Nyonya Sofia.


"Menyingkir lah, Sell! Kakak harus melenyapkan nya dulu sebelum kakak bisa mendapatkan tubuh yang baru!" Hantu Celia terlihat marah pada anak kecil di depan Emma.


'Sell? Apa itu Sella?! Tapi.. kenapa wujud nya bukan boneka?!' batin Emma berkecamuk kusut.


"Sella..?" Emma mencoba memanggil anak perempuan di depan nya itu.


Dan anak itu pun langsung menoleh ke arah Emma dan memberikan nya senyuman manis.


"Kakak tenang saja. Sella akan membantu Kakak keluar dari tempat ini!" Sella berjanji.


Emma tercengang sekaligus juga bingung.


"Kamu.. benar Sella? Anak nya Nyonya Sofia?! Tapi.. kenapa dengan tubuh boneka mu?" Tanya Emma kebingungan.


"Jangan katakan apapun lagi, Sell! Semakin sedikit dia tahu, semakin baik. Lagipula, dia tak akan memiliki sisa waktu yang cukup untuk keluar dari tempat ini. Kakak akan pastikan itu!" Ujar Hantu Celia.


"Tapi, Kak. Kenapa harus kakak cantik? Dia orang baik, Kak.." Sella kembali berusaha melarang hantu Celia dari mendekati Emma.


"Lalu siapa lagi, Sell?! Kakak hampir kehabisan waktu! Jika kakak tak segera menghabisi nya, Kakak tak akan punya kesempatan mempunyai tubuh yang baru!" Jerit hantu Celia terdengar frustasi.


"Kenapa kak Celia gak mau tubuh boneka seperti kami? Sella dan Cello juga merasa nyaman dnegan tubuh boneka, Kak!" Lanjut Sella menyanggah ucapan hantu Celia.


"Kakak gak mau terjebak dalam tubuh boneka mainan, Sell! Berapa kali Kakak harus bilang ke kamu?!" Jerit Celia kembali.


"Tapi kasihan kan Kakak Cantik. Dia gak punya salah apa-apa sama Kakak.." lanjut Sella berkomentar.


Emma yang mendengar perbincangan keduanya perlahan mulai mengerti isi dari apa yang ia dengar saat itu.


"Apa maksud kalian dengan memiliki tubuh ku? Apa.. apa kamu mau.. merasuki ku gitu?!" Tanya emma entah pada siapa.


Sebuah suara lain muncul tiba-tiba menjawab pertanyaan Emma. Emma terkejut saat ada seorang anak lelaki seumuran Sella tahu-tahu sudah berdiri dekat di belakang nya.


"Nah. Iya banget itu, Kak! Seru kan?! Jadi gimana, Kak? Apa kakak mau bagi tubuh kakak untuk Kak Celia?" Tanya anak lelaki tersebut sambil menyeringai lebar.


"Si..siapa kamu?!" Tanya Emma yang terkejut dengan kemunculan anak lelaki itu.


"Cello! Kamu kok ngomong gitu sih?! Itu kan tubuh nya Kakak Cantik! Mana bisa dibagi-bagi!" Sella memarahi anak lelaki di dekat nya, yang ternyata adalah Cello, kembaran nya sendiri.


"Ehh, bisa aja lah. Kata orang itu, kita juga bisa punya tubuh manusia yang baru. Bukan tubuh boneka yang kaku itu, Sell.." sanggah Cello beralasan.


'Orang itu? Siapa orang gila yang sudah merasuki pikiran bocah-bocah ini sih?! Gila benar!' Benak Emma semakin kusut kalangkabut.


Sesaat kemudian, ia terpikirkan satu nama yang menjadi dalang pemikiran gila milik para bocah-bocah hantu di depan nya ini.


'Apa itu adalah Nyonya Sella?! Tentu saja! Dia kan ibu nya anak-anak! Sudah tentu dia ingin memberikan tubuh manusia pada anak-anak nya!' batin Emma menuding pada sosok majikan nya itu.


"Tunggu dulu! Apa ada yang mau menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi?! Ke mana juga memang tubuh manusia kalian? Bukan kah kalian sudah mati dan menjadi hantu? Memang nya hantu bisa semudah itu ya merasuki tubuh manusia yang masih hidup?!" Emma mencecar ketiganya dengan pertanyaan-pertanyaan yang beruntun.


"Hah?!! Han.. hantu?! Maksud kamu, Kakak udah mati gitu?!" Tanya Emma sambil membelalakkan kedua mata nya.


"Yah.. bisa dibilang begitu, Kakak Cantik. Seru kan?!" Komentar Cello lagi, masih sambil terkekeh geli.


"Jangan dengar omongan Cello, Kak! Kakak enggak mati kok! Saat ini Kakak cuma lagi tidur aja di dunia nyata. Tapi lalu Kak Celia menarik ruh kakak ke dunia ini," ujar Sella menjelaskan.


"Du..dunia nyata. Dunia ini.. aku sama sekali gak ngerti omongan kalian! Memang sebenar nya kita ada di mana sekarang?!" Tanya Emma setengah menjerit.


"Kita sekarang ada di Dunia Mimpi, Kak!" Jawab Sella.


"Dunia Mimpi?! Berarti sekarang ini aku lagi bermimpi?! Itu artinya aku lagi tidur di dunia nyata kan? Bukan nya mati?!" Emma kembali bertanya beruntun.


"Iya, Kak!" Jawab Sella kembali.


Mendengar jawaban Sella, seketika Hati Emma pun merasa lega. Tadi nya dia sudah ingin menangis saat Cello mengatakan padanya kalau ia sudah mati.


Emma pun mendelik kesal ke arah Cello, yang dilihat nya masih cengengesan ke arah nya.


'Dasar bocah nakal! Bisa-bisa nya dia bilang kalau aku sudah mati! Dasar anak setan!' umpat Emma dalam hati.


Cengiran Cello tiba-tiba saja mengerut. Ia seperti tak menyukai sesuatu hal. Dan Emma pun terkejut saat mendengar penuturan anak lelaki tersebut.


"Aku bisa mendengar suara hati Kakak, lho! Dih. Padahal tadi nya Cello mau bantu kakak untuk keluar dari dunia ini. Tapi karena kakak sudah bilang kalau Cello anak setan, ya sudah lah. Cello mau duduk diam saja jadi penonton. Ayo Kak Celia! Tangkap buruan nya segera!" Ujar Cello menyemangati hantu Celia.


Emma ternganga keheranan.


'Apa katanya tadi? Cello bisa mendengar suara hati ku?! Kenapa bisa?!!' Emma kembali sibuk berpikir dalam diam.


"Dih. Kakak Cantik ini seperti nya cukup bodoh juga ya! Sudah Cello bilang kan, kalau Cello bisa dengar suara hati Kakak. Masih juga ngomong diam-diam di hati!" Komentar Cello kembali.


"Cello! Jangan gak sopan gitu ah! Nanti aku bilang ke Mami lho!" Ancam Sella pada kembaran nya.


Mendengar ancaman Sella, Cello pun seketika mengunci mulut nya rapat-rapat. Sepertinya ia takut benar bila Sella mewujudkan ancaman nya tadi.


"Tapi.. kenapa Cello bisa mendengar suara hati ku?!" Tanya Emma entah pada siapa.


Kali ini, Sella lah yang berbaik hati menjawab pertanyaan dari Emma tersebut.


"Bukan cuma Cello, Kakak Cantik. Tapi aku dan Kak Celia juga bisa mendengar nya.." jawab Sella dengan senyum kecil.


"Huhh???!!" Emma membelalakkan kedua mata nya lagi.


Merasa diri nya terlalu lemah di hadapan para bocah dengan kekuatan super ini.


"Kamu juga bisa baca pikiran, Sell?!" Emma kembali mengulang tanya untuk memastikan ucapan Sella barusan.


"Iya, Kak. Itu memang hal yang wajar terjadi di Dunia Mimpi. Karena di dunia ini, semua suara bisa didengar secara gamblang," papar Sella menjelaskan.


***