
"Sudah! Sudah! Kalian jangan berantem! Kan bersaudara, masa berantem sih?" Emma membujuk Sella dan Cello.
"Huh! Sella sebal sama Cello, Kak! Ayo kita pergi aja tinggalin dia!" Ajak Sella yang langsung menarik tangan Emma menjauhi Cello.
Emma merasa serba salah. Diliriknya Cello, dan anak lelaki itu nyatanya malah menjulurkan lidah BBM ke arah nya.
'Iishhhk! Dia memang bocah nyebelin! Yaudah deh. Tinggalin aja!' Emma langsung meluruskan kembali pandangan nya ke depan, mengikuti langkah kaki Sella yang menarik nya pergi.
Meski begitu, setelah beberapa langkah, Emma merasa khawatir dengan Cello. Terlebih saat ia melihat wujud semua makhluk yang berkeliaran di pasar ini.
'Hii.. setan nya seram-seram! Kasihan juga Cello kalau ditinggal sendirian!' gumam Emma dalam hati.
Gadis itu pun akhirnya menahan tangan Sella yang menarik nya dan segera berhenti melangkah.
"Bentar, Sell. Kasihan juga kan Cello nya kalau ditinggal. Kalau kita jalan-jalan bareng, pasti akan lebih menyenangkan!" Seru Emma membujuk Sella.
Sella tampak berpikir selama beberapa saat. Sampai akhirnya anak perempuan itu pun menganggukkan kepala nya jua.
"Yaudah deh. Cell! Ehh?? Di mana Cello? Kok gak ada sih?" Sella terlihat kebingungan.
Emma langsung menengok ke belakang mengikuti arah pandang Sella. Dan ternyata memang benar Cello tak ada di belakang mereka.
"Cello?! Cello!! Kamu di mana??!" Teriak Emma merasa khawatir.
"Cello!! Cell!!" Teriak Sella kembali dengan suara melengking.
Kemudian, tiba-tiba saja..
"DORR!! Hahahahaha!! Kaget kan? Kaget kan??!"
Cello tiba-tiba saja muncul di depan Sella dan Emma. Kedua perempuan beda usia itu pun langsung menjerit kaget.
"Cello! Jahil banget sih!" Tegur Emma yang merasa jantung nya serasa hendak copot.
'Tunggu dulu? Aku kan lagi mimpi ya? Memang nya aku masih punya detak jantung??' gumam Emma dalam monolog nya.
"Iya! Cello nyebelin deh!" Tutur Sella yang setuju dengan pendapat Emma.
"Ahahahaha! Kalian lucu banget sih! Lihat muka kamu deh, Sell. Tadi tahu kamu begini nih!"
Cello lalu meniru ekspresi ketakutan di Wajah Sella sesaat tadi.
"Hehehe.. seru ini sih!" Tutur Cello bersemangat.
"Jangan diulang lagi lho, Cell! Itu gak sopan tahu!" Tegur Emma dengan berani.
"Ehh? Iya kah? Bukan nya seru ya Kakak Cantik? Menurut Cello ini seru kok! Kalian lucu banget tadi tuh!" Sahut Cello yang bersikukuh dengan pendapat nya itu.
"Iya. Buat kamu sih lucu. Tapi buat kami yang kamu kagetin tuh gak lucu tahu! Gimana coba kalau kita mati karena kaget, coba?!" Emma memaparkan alasan nya.
"Kakak Cantik lucu deh. Kan kita udah mati. Jadi gimana bisa mati lagi? Hehehehe.." Cello kembali terkekeh geli.
Merasa pembahasan itu tak akan ada beres nya, Emma pun langsung meraih tangan Cello dan Sella pada masing-masing tangan nya. Kemudian ia mengajak kedua anak kecil itu menepi ke sisi jalanan yang sepi.
Setelah menepi di sana, Emma pun melanjutkan kembali pertanyaan yang sudah membuatnya penasaran setengah mati sejak ia sampai ke tempat ini.
"Jadi, sebenar nya kita ini lagi mimpi atau gimana sih?" Tanya Emma pada Sella dsn Cello.
Gadis itu mengira kedua anak itu atau minimal satu saja dari mereka bisa menjawab rasa penasaran nya akan dunia ini.
"Mm.. bisa dibilang gitu juga sih, Kak. Tapi di dunia ini, cuma ada spirit di mana-mana. Maksud Sella. Spirit dari makhluk yang di dunia nyata sudah mati, atau sekarat. Gitu sih kata Om Baik dulu," jawab Sella dengan bahasa kekanakan nya.
"Om Baik itu Om yang sering beliin kami lolipop ini, Kak! Ini tadi juga kami baru dibeliin lolipop! Kakak Cantik mau?" Sella menawarkan lolipop yang dipegang nya.
"Mm.. enggak. Makasih. Kakak gak suka lolipop. Takut gigi kakak nanti bolong!" Seloroh Emma dengan kalimat asal.
"Ehh? Tapi nanti kakak gak bisa bangun ke dunia nyata lagi kalau Kakak Cantik gak makan?" Sahut Sella kembali dengan raut khawatir.
"Biarin aja sih Sell.. mungkin Kakak Cantik mau menetap tinggal di sini?" Seloroh Cello di samping Sella.
'Dih! Amit-amit deh lama tinggal di sini! Justru aku lagi cari jalan keluar dari tempat aneh ini. Gimana caranya ya?' Emma berpikir dalam diam.
"Kak! Kakak Cantik!" Panggil Sella lagi.
"Ya! Kenapa?" Tanya Emma yang sempat melamun sesaat tadi.
"Kakak harus banyak makan biar bisa bangun lagi di dunia nyata, Kak. Sella sama Cello udah mau bangun nih sebentar lagi. Perut Sella udah hampir kenyang!" Tutur Sella dengan riang.
"Ehh? Apa tadi kata mu, Sell? Maksud kamu, kita bisa bangun ke dunia nyata, kalau kita banyak makan di sini?!" Tanya Emma memastikan pendengaran nya.
"Iya, Kak! Ayo Kakak makan yang banyak! Biar kita bisa bangun bareng-bareng nanti nya!" Ajak Sella bersemangat.
"Oke. Baiklah! Tapi, kakak gak punya uang untuk beli makanan, Sell.." sahut Emma dengan wajah sedih.
"Uang? Apa maksud Kakak tuh ini?" Tanya Sella seraya menunjukkan kantung serut berwarna merah hati yang tergantung di pinggang nya.
Saat Emma melihat, ternyata dalam kantung itu terdapat banyak sekali koin emas seukuran uang koin di dunia nyata. Dan Emma mencium aroma kemenyan pada setiap koin dalam kantong tersebut.
"Wahh.. apa ini uang di dunia ini, Sell?" Tanya Emma takjub.
Ia tak menyangka kalau di dunia gaib seperti ini pun masih berlaku nilai mata uang, ternyata.
"Iya, Kak! Jadi ayo, kita beli makanan sebanyak-banyak nya buat Kakak! Biar nanti kita bisa bangun bareng-bareng ya kak!" Seru Sella bersemangat.
'Ooh.. jadi karena itulah sebab nya kedua boneka arwah itu kadang sadar dan kadang tak sadar. Jadi itu disebabkan karena energi yang mereka miliki toh..' Emma menyimpulkan pengetahuan yang baru diketahui nya itu.
"Ayo!" Seru Emma bersemangat.
Dan selanjutnya, ketiga sosok tersebut pun kembali mengikuti arus ramai para makhluk yang berada di pasar.
Seperti pasar manusia pada umum nya. Di pasar ghaib pun terdapat banyak jajanan yang menarik mata untuk dibeli.
Entah dari apa makanan itu dibuat, tapi Emma menyukai setiap kue dan cemilan kering yang ia beli dengan menggunakan koin emas milik Sella.
Sella dan Cello pun okut jajan kembali bersama Emma. Hingga akhirnya Sella tiba-tiba mengatakan kepada Emma kalau energi nya sudah penuh.
"Kakak Cantik, Sella tunggu di sini ya, Kak. Perut Sella kenyang banget. Kakak Cantik jajan aja sepuas nya. Nanti kalau sudah kenyang, ke sini lagi ya, Kak. Kita bareng-bareng bangun ke dunia nyata nya!" Tutur Sella penuh harap.
"Oke.. tapi, apa kalian gak apa-apa berdua aja di sini?" Tanya Emma yang merasa khawatir untuk meninggalkan kedua anak tersebut sendirian.
"Gak apa-apa, Kak! Kami kan sudah sering jalan berdua di pasar ini!" Sahut Sella menenangkan emma.
"Baiklah! Tunggu di sini saja ya kalian! Kakak usahakan kembali secepat mungkin!" Ujar Emma memberikan peringatan nya kepada si kembar.
Sella menyahut ucapan Emma," Ya, Kakak!"
Sementara Cello cuek bebek dan melayangkan pandangan nya ke sekitar dalam diam.
Dengan perasaan yang gelisah, Emma pun meninggalkan kedua anak asuh nya itu untuk pergi berburu jajanan di pasar ghaib!
***