Dear, Dolls!

Dear, Dolls!
Curhat Kuyang dan Kunti



Emma akhirnya tiba di depan sebuah ruko yang ber Plank "Toko Misi".


Hanya ada sedikit pengunjung di toko Misi ini. Pengunjung yang setelah Emma amati, tampak memandang ke sekitar dengan pandangan tertarik.


Ada siluman manusia berbadan ular, siluman harimau dalam wujud harimau seluruh nya, kuyang, kuntilanak serta sesosok anak kecil yang setelah Emma amati lebih dekat nyatanya adalah tuyul.


Semua makhluk tersebut sedang duduk di bangku panjang yang seperti nya memang disediakan di sana. Kecuali siluman harimau saja yang memilih berdiri dan berjalan mondar-mandir.


Emma lalu berjalan melewati semua makhluk tersebut dan langsung berhadapan dengan satu-satu nya pegawai di toko Misi.


"Permisi.. maaf, saya mau tanya.." sapa Emma dengan nada ragu.


Mula nya sang pegawai tampak tertidur. Setelah mendengar sapaan dari Emma, tiba-tiba saja kepala sang pegawai toko berputar 180 derajat dengan sangat cepat. Dan menampilkan wajah yang tersenyum di belakang wajah yang tertidur tadi.


Emma terkejut setengah mati. Ia bahkan hampir tersungkur jatuh karena sempat melompat mundur sesaat tadi.


'Se.. setan dua muka!' Emma menyebut nama setan itu dalam hati.


"Yaz Nona? Ada yang bisa ku bantu?" Tanya setan dengan dua wajah itu.


Setelah menetralisir debur kencang di dada nya, Emma kemudian berkata lagi.


"Begini.. saya baru tiba di tempat ini. Jadi, saya ingin tahu, bagaimana cara nya untuk mendapatkan koin emas?" Tanya Emma to the point.


"Begitu rupa nya. Tunggu sebentar ya Nona!" Ucap sang hantu dua wajah.


"Iya.." jawab Emma sambil tetap berdiri di tempat nya saat itu.


"Silahkan tunggu di bangku saja, Nona. Ini mungkin akan sedikit lebih lama.." imbuh hantu dua wajah kembali.


"Oh.. oke deh.."


Dengan takut-takut, Emma meng scan bangku kosong yang masih tersisa di dalam toko. Dan Emma pun melihat sebush bangku kosong di antara kuntilanak dan hantu kuyang.


'Duh, Mak! Apes banget sih nasib! Kenapa juga kursi kosong nya ada di situ..? Nengok kanan ada putih-putih.. nengok kiri ada yang merah-merah. Duduk gak ya?' Emma galau untuk duduk atau tidak nya.


Pada awal nya Emma memutuskan untuk berdiri saja di dekat loket tempat sang pegawai berdiri. Sang penjaga toko tersbeut kembali menampilkan wajah tidur milik nya.


'Kok malah tidur lagi sih? Memang nya lagi nungguin apa ya?' gumam batin Emma.


Karena kesal melihat sang pegawai toko yang malah asik tidur, Emma pun akhirnya kembali menyapa pegawai tersebut.


"Permisi.. maaf.. saya yang tadi. Saya mau tanya.."


Belum selesai Emma bicara, tahu-tahu pegawai toko, yang adalah hantu dua wajah itu kembali membalikkan wajah satunya lagi. Yang membuat Emma terkejut sekaligus takut adalah pegawai toko nya meneriaki Emma sambil marah-marah.


"Kan sudah dibilang, tunggu lah dulu sebentar! Bisa duduk gak sih?! Mau ku ajarin untuk duduk di bangku apa?! Dasar makhluk terkutuk!" Umpat pegawai itu dengan emosional.


Emma terhenyak kaget. Nyali nya langsung saja menciut. Tanpa bicara lagi, Emma langsung saja duduk di bangku kosong yang tadi sudah ia lihat. Dan ia mencoba mengabaikan dua penampakan di sisi kanan dan juga kiri nya.


'Maa.. dunia apa ini? Orang nya, ehh, makhluk nya pada seram-seram semua.. kayak nya Emma jarang lihat manusia normal kayak Emma..' batin Emma mengeluhkan kesah yang ia rasakan.


"Jangan diambil hati ya Dik. Penjaga toko nya memang selalu begitu. Kakak juga sudah dua kali disemprot nya! Beruntung kamu cuma diomeli. Kalau kakak, malah lebih parah!" Sapa seseorang di sebelah kiri Emma.


Spontan saja Emma menoleh. Dsn ia langsung menyesali gerakan nya itu.


Mata Emma langsung menangkap citra organ dalam milik makhluk kuyang. Meski wajah si kuyang menyerupai gadis yang sangat cantik, tapi tetap saja.. Postur tubuh Emma yang memang tak terlalu tinggi, langsung merasa mual karena harus melihat jalinan organ dalam seperti hati, jantung, dan lain-lain secara kasat mata.


Emma berusaha keras menutupi rasa takut nya terhadap si kuyang. Mengingat dari sapaan nya tadi, seperti nya si nona kuyang adalah makhluk yang jauh lebih ramah dibanding penjaga toko Misi ini.


Diangkat nya pandangan Emma ke atas. Dan Emma pun tetap memfokuskan pandagan nya ke wajah cantik si gadis kuyang.


"Sama. Aku juga baru datang. Hh.. kaget banget pas bangun di dunia ini. Tadinya Kakak lagi asik makan organ dalam seorang bayi milik tetangga sebelah di pinggir kali. Tapi tahu-tahu kakak diserang sama pak Ustadz dan penduduk setemoat. Kakak dikurung dalam sangkar kayu yang rapat, lalu dibakar sampai akhirnya mati. Sampai deh akhirnya di pasar ini!" Mbak Kuyang pun asik bercerita.


Mendengar cerita tragis dari Mbak Kuyang, aneh nya Emma tak bisa memunculkan rasa simpati nya. Dalam hati Emma, ia mensyukuri nasib tragis si kuyang.


'lagian tega banget makan organ dalam bayi! Tuh, kena karma nya kan!' Emma mensyukuri nasib Mbak Kuyang dalam hati.


"Ooh.." Emma hanya bisa menyahut singkat.


"Iya.." sahut Mbak Kuyang dengan wajah sedih.


"Masih lebih tragis aku lagi Sis.." kaki ini asal suaranya datang dari sisi kanan Emma.


Sebelum menoleh, Emma sudsh tahu siapa pemilik nya. Dia adalah mbak Kunti.


Seperti penampakan pada umum nya, Mbak Kuntilanak memang memakai gaun putih lebar yang memanjang hingga menutupi mata kaki. Rmabut nya pun panjang hingga sepinggang.


Emma curiga bila panjang nya rmsbut Mbak Kunti adalah untuk menutupi lubang di belakang punggung nya, seperti yang pernah ia lihat di televisi. Apalagi Emma mencium aroma busuk menguar tajam dari tubuh Mbak Kunti.


Wajah Mbak Kunti tak bisa terlalu jelas Emma lihat. Entah kenapa. Ia hanya bisa melihat samar dua mata gelap milik Mbak Kunti yang menatap nya dengan pandangan sendu. Seolah kesedihan yang maha dahsyat baru saja dihadapi oleh nya.


'Entah apa alasan nya berada di sini tapi menurut ku Mbak Kunti terlihat jauh lebih menyedihkan dibanding Mbak Kuyang..' Gumam batin Emma.


Mbak Kunti pun kembali bicara.


"Aku tadinya mangkal di pohon beringin di pemakaman. Terus ada pembukaan lahan untuk dijadiin jalan tol, jadi rumah ku digusur besar-besaran," ujar Mbak Kunti bmemhlai ceritanya.


"Terus?" Tanya Mbak Kiyang.


Emma sempat menoleh ke Mbak Kuyang saat hantu di sisi kirinya itu bertanya singkat. Sebelum akhirnya Emma mengembalikan pandangan nya lagi ke Mbak Kunti, untuk mendengar kelanjutan cerita nya.


"Terus aku pindah ke pohon pepaya di rumah warga yang tempat nya gak jauh dari rumah lama ku.." lanjut Mbak Kunti.


"Terus?" Tanya Mbak Kuyang lagi.


"Terus aku kangen banget sama rumah lama ku. Jadi aku balik ke tempat rumah ku dulu berada. Ternyata udah jadi jalan tol. Aku tinggal di situ deh selama beberapa waktu.." imbuh Mbak Kunti.


"Terus?"


"Terus ada dukun yang nangkap aku. Dimasukin nya aku ke dalam botol. Mana itu botol bekas minyak nyong nyong. Kepala ku pusing banget tinggal di dalam situ!" Keluh Mbak Kinti.


"Hmmphh!" Emma sontak menahan untuk tidak tertawa bahak.


'hahhahaaaaa! Ini sih bukan tragis! Tapi asli lucu banget! Hahahahaa! Dikurung dalam botol minyak nyong-nyong?! Ya ampun! Itu dukun ada-ada aja lagi!' Emma tergelak tanpa suara.


"Iya! Jahat banget kan ya itu dukun!" Imbuh Mbak Kunti saat dilihat nya ekspresi Emma sedikit berubah.


Mbak Kunti mengira Emma berpikir kalau nasib nya itu sungguhan tragis. Padahal sebenarnya sih..


"Terus aku dipaksa kerja rodi. Disuruh nge hantuin seorang cowok. Ganteng sih cowok nya. Tapi.." ucap Mbak Kunti ragu-ragu.


"Tapi kenapa?" Tanya Mbak Kuyang penasaran.


Emma pun penasaran dengan kelanjutan cerita Mbak Kunti.


"Tapi cowok nya tukang kentut! Mana bau lagi kentut nya! Aku kan jadi tersiksa terus-terusan karena harus ciumin kentutnya yang bau!" Keluh Mbak Kunti terlihat nelangsa.


"Buaahhahaahahaa!!" Kali ini Emma tak bisa menahan diri. Ia pun tertawa bahak seketika itu jua.


***