
Di sebuah Bar klub malam ada seorang wanita cantik sedang dalam keadaan mabuk berat, "hahahhahah.... " Tawa cessi. Diiiiiaaa... Akan menjadi milik ku sebentar lagi, Wilgo.... Aku tidak akan melepaskankan mu apalagi jika harus kalah dari wanita kampungan itu!". Teriaknya keras.
"sepertinya aku harus memberi dia pelajaran, jika tidak aku akan dipermalukan Sebagai wanita tercantik. Apa kata mereka jika Cessi sahita naura wanita tercantik di dunia kalah dengan wanita lugu dan kampungan itu, harga diri ku pasti akan di injak' dan tentunya di tertawaan oleh saingan ku!. Itu tidak boleh terjadi aku harus menyusun rencana, Hem......... Aku tau apa yang harus kulakukan yaitu menjebaknya untuk tidur dengan pria lain. Aku yakin Wilgo tidak akan mengampuninya" hahahah.....! Tawanya keras dan muncul seringai Kejamnya.
****
Disisi lain seorang wanita sedang sibuk dengan komputernya, sampai' seorang pria telah berdiri di hadapannya saja dia tidak tahu. Entah apa yang membuatnya begitu fokus, tidak seperti biasanya dia akan waspada jika mendengar sesuatu yang aneh atau hal' yang mencurigakan. Kali ini dia benar' larut dalam pekerjaannya.
"Hem..... Sepertinya rencanaku berhasil" katanya dalam hati, ya Jerk memang sengaja membuat perusahaannya bermasalah agar dia bisa mengalihkan perhatian Lovia. Jerk memang licik walaupun Lovia juga licik dan penuh tipu daya, tapi di atas langit masih ada langit bukan?. Dan juga kekuasaan Lovia belum sebesar itu sampai' bisa mengalahkan Seorang Jerk maigen knaigh, satunya2 pembisnis nomor 1 yang paling muda dan terkaya dan pastinya tampan.
"Ehem......., Sepertinya kau begitu sibuk dengan urusan mu Nona? Hingga kau lupa menyambut ku dengan baik!!. Katanya tegas sekaligus dingin.
Deg'...... Suara detak jantung berdetak, tapi bukan karena kagum pada sosok yang ada di depannya tetapi dia tidak percaya pada apa yang dia lihat. Seorang pria ber jas hitam menatapnya dengan dingin sekaligus tajam berdiri di depannya, di mansionnya.
"Apakah aku berhalusinasi bagaimana bisa ada pria asing yang mampu tahu keberadaan ku, selama ini tidak ada yang tahu tempat ini. Bahkan Jordan pun tidak bisa menemukan ku, apa lagi sampai bisa masuk kesini. Siapa pria itu sebenarnya?!" Lovia bertanya' dalam hati.
"Kau tertegun karena kau terpesona dengan ku, hingga kau tidak mampu memutar tubuh mu menghadap ku?!" Kata Jerk dingin dan terdengar seksi, jika itu wanita lain pasti sudah meremang di buatnya. Tapi ini beda tentu saja seorang
Lovia sayna muaren tidak pernah akan tertarik dengan pria, meskipun tampan sekalipun.
"Aku tidak tertarik dengan mu!" jawabnya sambil membailik kan badannya, seketika Jerk tertegun dengan pemandangan yang dia lihat. Betapa kagumnya dia sampai' menelan ludah, tampak berdiri sosok perempuan yang sungguh cantik, tubuhnya yang seksi, matanya indah serta bulu mata yang lentik, rambut panjang bergelombang satu kata yaitu sempurna.
"Dan siapa kau sebenarnya?!, Apa yang kau inginkan dariku?!" Katanya dengan nada tinggi serta mata menyipit.
" Kau tidak perlu tahu siapa aku, karena aku tidak akan membiarkan kau mengetahui diriku meski hanya nama!. Dan yang terpenting adalah aku tau semua tentang mu termasuk masa lalumu!," Katanya dengan tersenyum tipis saat meliha reaksi wanita di depannya itu.
Deg.......... detak jantung pun berdegup dengan kencangnya, dan nafas seperti tercekat. Air mata siap untuk keluar. Lovia mencoba dengan sekuat tenaga menahan diri untuk tidak menangis di depan pria, tapi mau bagaimana lagi air mata itu keluar dengan sendirinya. Tapi meski begitu Lovia masih menahan emosinya sekuat tenaga, tangannya mengepal sampai kuku' memutih tubuhnya bergetar menahan Isak tangis.
"Aaaapaaa ...... Yang kau ketahui tentang masa lalu ku!?" Katanya dengan tegas tapi itu tidak akan bisa mempengaruhi seorang Jerk.
"Semuanya aku tahu tentang mu, termasuk kematian orang tua mu dan kenapa kau bisa membenci seseorang pria!" Jawab Jerk dengan menunjukkan seringainya.
"Bagaimana ini?!, Apa yang harus ku lakukan aku benar' bingung. Otakku rasanya tidak bisa untuk berpikir dengan jernih" kata Lovia dalam hati.
Sampai' terlihat dengan jelas gerak geriknya yang gelisah memikirkan sesuatu, " Nona Lovia sebenarnya aku bisa mengampuni mu atas kesalahan yang telah kau perbuat, karena telah berani menentang ku dengan membunuh Jordan. Aku bukan mementingkan dirinya tapi kau tak sengaja menghinaku saat kau meremehkan kaki tangan ku!", Jawabnya dengan dingin dan angkuh secara bersamaan.
"Dan kau pun mencari masalah denganku saat kau meremehkan dia, dan bukan kah kau pernah bilang bahwa kau tidak takut mati saat kau ingin merebut taman ku yaitu Lagata Flower ?!." Tanyanya dengan mengintimidasi.
"Aku memang tidak takut dengan kematian tapi aku hanya takut..." Belum sempat Lovia menyelesaikan kalimatnya sudah dipotong oleh jerk.
"Tapi kau takut dengan masa lalu mu yang suram hingga kau ingin lari dari kenyataan itu bukan?, Jika kau mau maka aku akan mengingatkannya padamu bagaimana..." , "Tidak" kata Lovia cepat' memotong pembicaraan Jerk.
"Jangan katakan apapun!, Apa yang kau mau apakah uang jika itu yang kau inginkan maka akan ku berikan seluruh harta ini dan jika kau menginginkan tubuh ku maka aku akan menggantikannya dengan wanita' perawan yang tentunya cantik. Bagaimana? Bukankah tawaran ku sangat menggiurkan untuk mu?! Kata Lovia berharap sarannya di terima oleh Jerk.
"Aku sudah memiliki hara yang berlimpah jika kau ingin tahu, terbukti dari aku bisa menemukan mu bukankah aku bukan seorang yang biasa. Dan soal wanita perawan' itu aku bisa mendapatkannya tanpa bantuan dari mu wanita sendirilah yang akan merangkak di kasur ku!!. Senyumnya yang sedikit lebar namun mempesona.
"Lalu apa yang kau mau?!, Tantang Lovia dengan suara meninggi. " Hanya satu yaitu menikah dengan ku!" Jawabnya cepat.
"You crazy!" Jawabnya sambil menatap tajam sekaligus dingin. "Itu satu'nya permintaan ku setuju dengan baik' atau secara terpaksa itu pilihan mu!, Walau bagaimanapun aku akan mendapatkan yang ku inginkan!" Kata Jerk dingin sekaligus mengintimidasi.
"Apa keuntungan yang aku dapatkan jika menikah dengan mu!, Karena saat kau mengetahui identitas ku maka aku lebih baik mati! Daripada harus menjadi budak mu!"
"Tapi aku tidak akan membiarkan musuh ku mati dengan mudahnya, apa lagi saat aku belum mengizinkannya. Dan keuntungan tidak pernah aku berikan kepada musuh ku, jadi Nona Lovia apa jawaban mu sekarang karena aku sibuk tidak bisa bermain' terlalu lama"
"Baiklah..... "Jawabnya dengan tubuh gemetaran menahan amarahnya. Sebelumnya dia tidak pernah seberdaya ini, dia ingin melawan tapi keadaan itu tidak memungkinkan untuk menang. Dia harus mengumpulkan renca dengan baik' agar tidak terjadi kesalahan sedikit pun.
"Aku akan menikah dengan mu tapi dengan syarat kau tidak boleh menyentuh ku melebihi batas!" Jawabnya dengan nada semengancam mungkin.
"Hem.......... Tapi saat aku kehilangan kendali maka kau harus menghentikan kan ku!". Apa!.... Pria ini sedang bermain tak tik apa kenapa susah sekali untuk menebaknya, Jawab Lovia dalam hati.
"Itu karena bukan kesalahan ku lagi tetapi kau juga menginginkan nya" jawabnya dengan menunjukkan sebuah senyuman mautnya.
Lovia mengernyit dahi, "kapan kita menikah?!" Jawabnya seakan' seorang pacar meminta kejelasan tentang hubungan.
"Besok!, Aku pergi!" Dan berhenti sebentar berkata " jika kau sudah menjadi milikku maka jangan harap bisa lepas!" Lalu melangkah pergi.
"Dan aku akan melakukan berbagai cara agar lepas dari mu, jika tidak maka aku tidak akan membiarkan mu mengobrak abrik hidupku!".