
Pagi' sekali seorang gadis cantik terbangun dari tidurnya yang nyenyak, ya Lovia sudah bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang dia inginkan, entah mengapa semenjak dia mengambil keputusan untuk menikah dengan Jerk hidupnya menjadi sedikit indah dan damai tidak seperti dulu dia harus menguras otaknya untuk berpikir supaya tidak menimbulkan masalah yang akan membuat kehidupannya hancur jika melakukan kesalahan-kesalahan sedikit saja.
Lovia sangat senang karena bisa mendapatkan keuntungan yang besar setelah menjadi istri Jerk apa lagi suaminya tidak pulang' ke mansion mereka. Meskipun dia tahu ada sesuatu kejanggalan yang membuat Jerk menghilang selama 1 bulan tapi dia tidak terlalu memperdulikannya. Bagaimanapun dia harus memanfaatkan kesempatan ini untuk bersenang-senang, karena Lovia tahu Jerk tidak akan mungkin menghilang begitu saja jika tidak ada hal yang membuat dia tertarik.
Tapi meskipun begitu Lovia akan tetap waspada, dia akan bersenang-senang menikmati keindahan dunianya dan sekaligus mengawasi musuhnya secara sembunyi-sembunyi.
" Hem..... Hari ini aku harus tampil memukau dari biasanya jika tidak maka tidak ada yang tahu bahwa hari ini yang terbaik bagiku" katanya sambil tersenyum lebar menyambut hari yang begitu cerah.
Lalu menuju dapur untuk memasak makanan untuknya, ya sejak Jerk pergi Lovia sudah menyuruh para maid untuk pergi dari kediamannya. Karena Lovia merasa nyaman jika dia tinggal sendiri dan tentunya bebas, mungkin sudah terbiasa dari kecil selalu menyendiri menyukai kesunyian.
Setelah beberapa menit akhirnya makanannya pun jadi, lalu menyantap makanan yang sudah dimasaknya.
Nyam"...... Emmmm akhirnya selesai juga kalau gitu aku harus pergi sekarang sebelum hujan turun" katanya lalu sambil berlalu menggunakan mobil kesayangannya.
****
Seseorang lelaki tampan sedang melamun memikirkan sesuatu entah apa itu, yang jelas dia tidak seperti biasanya. Tampilan yang terlihat kacau, bahakan file' yang seharusnya segera dia tanda tangani di acuhkannya. Semua rapat di tunda bahkan pertemuan antara klien pun di cansel.
"Hah.......... Seharian ini wanita itu terus saja mengganggu pikiranku!, baru kali ini aku memikirkan seorang wanita dan juga baru kali ini aku sangat susah mendapatkan nya". Kalau begini terus aku akan gila!, Walau bagaimanapun caranya secepatnya aku harus mendapatkannya tidak peduli dengan apa konsekuensinya yang jelas aku harus memiliki wanita itu dalam waktu-waktu ini!. Katanya dengan penuh tekad terlihat jelas ambisi yang begitu besar.
Lagu melenggang pergi ke mansion untuk mengalihkan pikirannya, langkahnya yang begitu anggun seperti seorang model pria membuat wanita manapun histeris melihatnya terbukti dari bisikan' karyawannya.
"Oh tuhan tampan sekali Tuan Wilgo!, andai saja aku menjadi istrinya meskipun hanya simpan pun boleh!, Ahh.... Rasanya aku ingin pingsan lalu dia menangkapku bagaimana ya rasanya?!", Bisik' para karyawan dan mereka seperti menatapnya dengan penuh kekaguman.
Setelah Wilgo memasuki mobilnya barulah para wanita itu berhenti bergosip mereka ingat banyak hal yang harus dikerjakan jika tidak maka sudah pasti akan dipecat.
****
"Biarkan aku masuk!" Teriak seorang wanita dengan menjerit-jerit Karena tidak diizinkan masuk. Lepaskan tanganku! Katakan kepada wanita ****** itu berani'nya dia merebut kekasih ku!" Katanya dengan meronta-ronta akibat tangannya di cengkram keras oleh para bodyguard.
"Miss sebaiknya anda pergi dari sini jika tidak jangan salahkan kami kalau kami bersikap kasar!" Lalu menyeret Cessi dengan kasar!. "Lepas....! Berani sekali kalian, lihat saja jika aku sudah menjadi Nyonya Wilgo maka kalianlah yang pertama' akan ku siksa!. Argh......!" Katanya kesakitan saat dia terdorong jatuh ke semen.
Lalu para bodyguard pun pergi setelah membereskan masalah yang dibuat oleh Cessi. Ya Cessi mungkin tidak tahan lagi jika tidak memberikan pelajaran kepada musuhnya, bagaimana tidak banyak berita' kemesraan tentang Wilgo dan wanita itu.
Karena itulah Cessi sangat marah, melihat kekalahannya dengan seorang wanita yang menurutnya tidak ada apa'nya jika dibandingkan dengannya. Lalu pergi menuju "Klub night" untuk menenangkan pikirannya yang sangat kacau!.
Dan didalam mobil tidak henti-hentinya mengumpat! " Argh.....! Damn....! Wanita itu berani'nya membuat ku malu! Dia pikir dia siapa hanya seorang wanita kampungan saja sudah membuat dia terbang tinggi! dasar ******!. Lihat saja akan aku perlihatkan asal usulnya yang menyedihkan itu, agar dia ingat posisinya!" Katanya dengan mata menatap tajam dan mencekram stir mobil dengan kuat sampai kukunya memutih.
****
"Ehm...... Menarik sekali! Jika seseorang akan merasa tidak nyaman atau risih jika di tatap seperti itu, tapi tidak bagi dia bahkan selalu menampakkan senyum yang begitu menggoda untuk membuat mereka semakin geram melihatnya!".
"Sepertinya aku akan menetapkan pilihan yaitu menjadikan dia istri ku!" Kata Wilgo dengan penuh tekad, Lalu mengikuti Lovia kemanapun dia pergi dengan menggunakan masker.
Tentu Wilgo harus menggunakan masker jika tidak maka sudah pasti penyamarannya akan ketahuan akibat para wanita yang menjerit histeris melihatnya.
****
Berbeda sekali dengan wanita ini, dia tidak henti-hentinya menangis mendengar suara perempuan yang mengupatnya dengan penuh kebencian. Ya saat Laudia hendak turun mencari minum tiba' dia mendengar suara teriakan seorang perempuan yang begitu keras!.
Deg.....! Saat dia mendengar bahwa maki'an itu di peruntukkan untuk dia. Hatinya begitu sakit dan perih! Mendengar kata yang begitu menusuk. Tak terasa air mata mengalir dengan derasnya.
"Seandainya dia tahu bahwa apa yang diberita itu tidak seindah yang dibayangkan, maka apakah dia akan berhenti membenci ku. Mereka selalu saja menatap ku dengan penuh kebencian, apa kesalahan ku?"
"Jika aku bisa lebih baik aku pergi sejauh mungkin meskipun hidup dalam kemiskinan tapi setidaknya aku bebas menentukan apa yang aku suka, tidak seperti ini di benci seseorang yang mengira bahwa aku bahagia tapi kenyataannya hanya ada penderitaan".
"Mempunyai seorang ayah yang tega menukar ku demi hidupnya yang mewah, dan ibu yang meninggalkan ku demi kecemburuan yang buta. Setelah semua itu aku disiksa bagaikan aku melakukan kesalahan yang besar dan seperti menjadi seorang ******* yang harus bersedia melakukannya padahal aku tidak menginginkannya".
"Apa hidup semenderita ini?! Katanya akan ada kebahagiaan tapi mana?! Sampai kapan?! Berapa lama aku harus menunggu?!", Hiks....hiks.....! Huaaa...... Tangisnya keras dan sesunggukkan.
Para maid dan bodyguard tampak acuh mungkin mereka sudah terbiasa atau bosan?!, Yang jelas merekapun tidak bisa berbuat apa-apa. Mana mungkin mereka merelakan nyawanya sendiri demi seorang wanita yang tidak membuat keuntungan.
Di dunia ini seseorang yang bisa membuat mereka untunglah yang akan mereka dekati dan dipuja-puja agar mereka naik tahta.
--------------------ππππ-----------------
Hallo babeππ, ini pertama kalinya aku nulis novel dan bener2 ini pengalaman pertama jadi kalau ada yang salah mohon maaf ya.
Dan panggil aja author dengan sebutan "R"
Sampai jumpa lagiππππJangan lupa komen, LIKE juga boleh apalagi kalau VOTEππππ