
Seseorang wanita sedang sibuk memeriksa laptopnya dia melihat layar itu dengan tatapan yang intens dan sekaligus menggigit jari'nya karena gugup, dia tidak pernah segugup ini dalam hidupnya. Ini adalah yang pertama kali baginya dan itu semua karena lelaki itu yang tak lain adalah suaminya.
"Ah........!, Bagaimana in apakah dia sudah tahu masalalu ku?..." Katanya dengan nada khawatir. Lalu terdengar hembusan nafas lega, " huh........ Untung saja dia tidak menemukan cip itu kalau tidak semuanya akan terbongkar, setidaknya dia tidak mengetahui cerita masalalu ku dengan lengkap kan".
"Aku harus bersiap' pokoknya sekarang apapun yang akan dia katakan nanti aku harus tetap tenang dan mengontrol emosi ku, yah .... Itu adalah jalan yang terbaik tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun" lalu dia duduk di tempat rumah yang tersembunyi, karena dia sudah pindah dari kediamannya yang lalu dan sekarang menemukan tempat yang akan dijadikankannya sebagai ruang rahasia.
****
Para maid dan pengawal sibuk menyiapkan penyambutan untuk Tuan mereka yang akan datang sebentar lagi, lalu beberapa saat sudah berbaris dengan rapi .
sampai beberapa menit kemudian pintu gerbang pun terbuka lebar seolah-olah menyambut kedatangan si empunya, Mereka pun membungkuk kan badan mereka tanda penghormatan bagi Tuannya.
Lalu salah satu dari mereka berbicara "selamat datang Tuan semoga penyambutan kami tidak mengecewakan Anda" katanya tegas, yah mereka dilatih harus tegas saat berbicara.
"Hemmmm....!" Jawab Jerk dan kembali berkata " dimana istriku?!", Dia tidak ada Tuan sedang pergi keluar dan terlihat terburu-buru.
"Apa kalian tidak ada yang tahu kemana dia pergi!" Maaf tuan kami tidak bisa mengikutinya karena dia menghilang saat kami sedang berusaha mengejarnya.
"Bagus......!, kata Jerk tersenyum dan matanya melirik tajam ke arah pengawal itu. Dan sedetik kemudian dia berbicara lagi " Sekarang aku mau kau menebus kesalahanmu sekarang!", baik Tuan akan saya laksanakan. Lalu pergi untuk menerima hukumannya.
"Em....... Sepertinya dia sedang melakukan sesuatu sampai' pergi dengan tergesa-gesa" katanya dalam hati lalu melenggang pergi ke kamarnya.
Setelah dia sampai ke kamar langsung pergi mandi, dan beberapa menit kemudian dia keluar dan duduk memainkan ponselnya. Mengecek keadaan perusahaannya sambil menunggu istrinya.
****
Aih........ Ini sudah mau sore, apakah aku harus pulang ke mansion itu lalu bertemu dengannya lagi. Huh ...... Sungguh menjengkelkan!....." Lalu Lovia pergi dengan mobil yang dia tinggal saat dia mengetahui anak buah Jerk mengikutinya.
"Flash back on"
Setelah Lovia pergi dengan mengendarai mobilnya dengan kecepata penuh, tiba' saja dia merasa ada yang ganjal karena dari tadi saat dia mengemudikan mobilnya mengebut, mobil itu juga melakukan hal yang sama.
Tentu saja itu membuat Lovia curiga karena itu dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, dan saat sudah mau sampai ke tempat persembunyiannya dan menghentikannya baru dia lompat dari mobil dan segera menyelinap ke kerumunan orang' suapaya mereka tidak menemukannya.
Flash back of.
****
Seseorang lelaki termenung melihat keluar jendela, lalu menghela nafas...
"Hah........ Seharian ini aku tidak melihatnya sama sekali, baru kali ini aku benar-benar merindukan seorang wanita. Aku dulu tidak pernah berpikir akan menemukan seseorang yang membuat aku tertarik bahkan hanya dengan mendengar suaranya saja"
"Keberadaannya, poton, nomor ponsel, alamat rumah, kantor, semuanya aku tidak tahu. Semua akses seolah-olah tertutup rapat, jika begini bagaimana caranya agar aku melihatnya dan menjadikannya milikku"
"Ini benar-benar membuat ku prustasi!" geramnya lalu membanting benda yang ada di dekatnya, Lalu pulang ke mansion dengan wajah datar ples lesu seperti tidak ada semangat.
****
"Hem......." Muncul senyum seorang gadis Bakan wajahnya tampak merona, dan inilah senyum pertama kali baginya karena sebelumnya dia hanya terus'san menangis.
"Ah...... ! kenapa aku jadi terus menerus mengingat wajahnya sih... jantungku berdetak kencang... ini tidak seperti biasanya" lalu dia mengguling'kan badannya sambil menutup matanya karena malu padahal tidak ada seorang pun di sana, tapi dia bertingkah seakan-akan ada banyak yang menontonnya.
tiba' muncul sosok pria, ya pria yang dia rindukan. Rasanya ingin sekali dia menghamburkan badannya lalu memeluk pria didepannya ini dengan erat sebagai penyambutan tanda dia menginginkan sentuhan pria itu.
Tapi itu tidak mungkin dilakukannya, bahkan sekarang ini dia tertegun dan menatap mata pria itu dengan lekat, sampai suara deheman menyadarkannya. "Ehem ...! beraninya kau menatapku hah!... Apa kau ingin ku hukum lagi! kata Wilgo dengan tegas.
"tiiiiidakkkk.. akkku.... aku hanya mengangumi saja..." katanya pelan tetapi masih bisa didengar oleh Wilgo. " Terserah yang penting malam ini kita akan pergi" jawabnya dingin lalu melenggang pergi dengan kaki melangkah cepat.
"Apa-apa....... yang dia katakan tadi, pergi?... kemana hah... dia mengajakku kencan kah?!" katanya dengan tersenyum bahagia lalu bersiap - siap mengganti pakaian dan berdandan lalu setelah itu baru dia keluar.
Dan tepatnya saat dia keluar seorang pelayan memanggilnya "Miss silahkan ikuti saya" kata pelayan itu dengan ketus. Merekapun sampai keruangan Wilgo. " Tuan Miss sudah ada di sini" dan pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Aku memanggil mu kesini ada hal yang penting, aku tidak akan menyiksamu lagi asal kau mau menjadi ****** di club yang ku buat. Bagaimana...?!"
Deg....! kata yang keluar dari Wilgo adalah sebuah kata yang paling menyakitkan untuknya, walau sering kali dia mendengar umpatan-umpatan kasar tapi ini lebih menyakitkan.
Bagaimana tidak dia memimpikan bahwa dia akan di ajak kencan tapi ini dia akan di jadikan ****** di sebuah club!, betapa hancur hati bagai di sayat - sayat dan di tusuk duri.
Bahkan air matanya saja tidak mampu dia tahan langsung menerobos ingin keluar sederas - derasnya, " kenapa?... apa salahku aku selalu mengikuti perintahmu Wil !!!..., bahkan aku tidak pernah sedikitpun membenci mu!..." katanya dengan keras ini baru pertama baginya menjawab ucapan dari Wilgo, biasany dia tidak seberani ini mungkin karena hancur yang dia rasakan tidak bisa lagi dia mengontrol mulutnya yang ingin sekali mengumpat kata' kasar.
Wilgo tidak menjawab bahkan dia tersenyum remeh dan berdiri lalu melangkah dengan cepat dan terdengar suara "Plak.....!", ya dia menampar Laudia dengan keras bahkan semua orang kaget dibuatnya lalu berkata " Lancang sekali mulut busuk mu itu membentukku hah....! katanya dengan mata menyorot tajam.
"Pengawal !... bawa dia dari sini dan jadikan dia seorang ****** di club dengan bayaran yang paling murah!" kata Wilgo dengan keras dan dingin lalu pergi meninggalkan Laudia yang tertegun.
Laudia diam dan menurut saja pada pengawal yang menyeretnya, dia pasrah dengan air mata yang mengalir dan tubuh seakan-akan kehilangan tenaga benar' membuat dia lesu.
Tidak bisa lagi yang bisa menggambarkan suasana hatinya saat ini bahkan wajahnya saja tanpa ekspresi, lalu mereka pergi mengendarai mobil. Membawanya ke tempat yang tidak pernah ada di pikirannya sama sekali.
____________
Hay'.........👋👋👋😁
Selamat membaca ya, hari ini tokoh Cessi enggak keluar dulu ya, dia akan ada saat di Part berikutnya ok👌👌..
jangan lupa komen' agar R semangat ngelanjutti Nya See you 😘💃💃💃
"Dan kalau mau ngeliat Visualnya ada di part 1 ya"😁🗣️🗣️