ARABELLE

ARABELLE
part 98



baju semua murid kelas tiga penuh dengan tandatangan teman-temannya sebagai kenang-kenangan


banyak yang meminta Ara memberikan tandatangan nya...


" serasa jadi artis .... " ujar Ney dengan baju yang sudah dipenuhi dengan berbagai tandatangan


" dasar.... aku ke toilet dulu ya.... " ujar Ara


" mau diantar tidak.... " tawar Ney


" tidak perlu aku sendiri saja, kau lanjutkan saja apa yang kau ingin lakukan... " ujar Ara


saat Ara berjalan dilorong kelas ara berpapasan dengan Nino cs


" Ra.... " tegur Nino


" iya..." ujar Ara


" selamat ya ... kau peringkat pertama... " ujar Nino


Ara tersenyum dan meraih tangan milik Nino


" selamat juga untuk mu peringkat ke dua " ujar Ara


Ara dan Nino sudah tidak lagi merasa canggung karena insiden penolakan cinta Nino walau Ara masih merasa tidak enak hati


" masih ada yang kosong tidak .... " Nino memperhatikan baju Ara


" di belakang kalian bisa memberikan tandatangan kalian di belakang " ujar Ara


" kita juga nih Ra... " ujar Bayu


" mmm..... " Ara menganggukkan kepalanya


" selamat buat loe Ra.... " ujar Riki dan Bayu mereka pun memberikan kenangan buat Ara dibajunya


" Ra... " Nino memberikan sepidol ke arah Ara dan menunjukan jarinya tepat di dadanya tepat di hatinya


" disini... masih kosong... " lanjut Nino dengan tersenyum


" kenapa masih kosong ? kenapa harus aku yang mengisinya ?.. " tanya Ara GX enak hati


" bukan apa-apa Ra... sekedar buat kenang-kenangan kau pernah ada di hati ini walaupun aku tak bisa mendapatkan cinta mu setidaknya tandatangan mu juga tidak apa-apa... " ujar Nino tersenyum getir karena rasa cinta nya pada Ara masih ada dan ia berusaha untuk menerima kenyataan nya


" maaf ... maaf .... sekali lagi aku minta maaf hati ini sangat tulus dan baik aku bisa merasakannya tapi maaf hati ini bukan untuk ku ... " ujar Ara menatap lekat mata milik Nino dan menepuk dada Nino tepat di tandatangan nya


" aku ko terharu ya bro cinta tak tergapai itu sangat sakit dan aku bisa merasakannya " ujar bayu merangkul pundak milik Riki


" Ra.... " ujar Nino


" Nino ..... " Ara menggelengkan kepalanya


" sudah dulu ya... aku ingin masuk kelas... dan lagi selamat juga untuk kalian berdua... " ujar Ara pada Bayu dan Riki


Ara menatap sebentar kearah Nino yang masih saja memperhatikan Ara


" aku merasa bersyukur bisa kenal dengan mu Nino kedepannya kita akan jadi sahabat yang baik.... dah.... aku duluan.... " pamit Ara


setelah kepergian Ara Nino memegang erat dadanya


" arabelle.... gadis cantik bermata besar dengan lesung pipi yang sangat cantik saat ia tersenyum , perempuan yang Solehah baik dengan semua orang tak pernah membedakan orang disekitarnya, mereka sama di mata Ara.. gadis cantik yang sangat sayang keluarga , gadis cantik yang mandiri... gadis cantik yang pintar dalam segala hal... aku tau itu semua karena sudah cukup lama aku memperhatikannya dan mencintainya... dan sekarang aku harus berhenti berharap sakit menang sakit tapi aku harus bersyukur bisa mengenalnya , Ara semoga kau selalu bahagia hanya itu doa ku untuk mu.... " batin Nino dengan terus menatap punggung Ara yang semakin jauh


" bro... loe GX apa-apa kan... " tanya Riki menepuk pundak Nino


" gue gak apa-apa... " jawab Nino


" jangan bohong loe... gue tau loe pasti merasa sakit di bagian sini " ujar Bayu


" sakit tapi tak berdarah ... " ujar Nino santai


" sudah bro lupakan lah Ara.... loe masih belum bisa move on " ujar Riki


" sudahlah yu kita balik ke kelas " ajak Nino


Nino pun melangkahkan kakinya duluan meninggalkan Riki dan Bayu di belakang


" heh.... loe oon banget mana bisa segampang itu move on darinya dia memendam cinta nya sudah selama 3 tahun lebih broo... " ujar Bayu pada Riki


" dari pada mengejar yang tidak pasti ... mending cari yang pasti lah " ujar Riki...


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️