ARABELLE

ARABELLE
Willy



" Ara..... " teriak Willy dari tadi


" aishhh.... kau ini kenapa berisik sekali dari tadi kau terus-terusan manggil- manggil nama ku " Ara sudah geram dengan sikap teman cowok nya itu


" abisnya dari tadi kau terus-terusan cuekin aku.. " sambil tersenyum tanpa dosa


" sudahlah... ayo kita masuk ruang BK.. " ucap Ara sambil menarik dasi yang dipakai Willy


" wow.... " ucap Willy sambil tersenyum


tok.. tok...


" masuk... " teriak bu Mirna guru BK


" assalamualaikum Bu... " Ara memasuki ruang BK dan langsung menghadap Bu Mirna dan di ikuti Willy di belakang nya


" ada apa Ra .. " ucap Bu Mirna


" Bu saya telat.. " ucap Ara sambil tertunduk


" saya juga sama telat Bu.. " ucap Willy


" huuuhhh... saya si sudah tidak aneh lagi dengan mu Willy tanpa ku tanya pun saya sudah tau... " ucap Bu Mirna senyum devil


" tumben Ara kamu telat... " tanya Bu Mirna


" Ara habis nungguin bibi yang abis melahirkan dan Ara baru pulang dari rumah sakit " ucap Ara jujur


" oohhh maksud mu Kitty " ucap Bu Mirna


dan dapat anggukan dari Ara


Bu Mirna dan Kitty merupakan teman sekolah dulunya tapi tidak terlalu dekat


" karena kamu telat kamu ibu hukum tolong kamu bersihkan ruangan perpustakaan " ucap Bu Mirna pada Ara


" dan KAMU WILLY apa kamu tidak bosan berurusan terus dengan saya... kamu sebentar lagi LULUS harus nya kamu lebih fokus lagi untuk sekolah... kapan kamu ini berubah nya ibu sudah lelah menghukum mu terus-terusan" ucap Bu Mirna pada Willy


" bu kalau ibu lelah... bobo lagi saja ... " celoteh Willy


Ara yang mendengar itu langsung menepuk jidatnya


" sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Willy dasar BODOH..... " batin Ara


tapi beda dengan Ara Bu Mirna langsung keluar tanduk dari kepala nya


" Willy kamu ya benar-benar... " langsung menjewer telinga Willy


Ara dan Willy pamit pada Bu Mirna untuk menjalankan hukumannya


" kau ini sebenarnya apa yang ada di dalam otak mu.." ucap Ara sambil berjalan ke arah perpustakaan


" di dalam otak ku hanya ada kamu...." gurau Willy


" Willy.... kapan kamu akan berubah ... " ucap Ara karena tau Willy itu sedang bercanda


" kau sudah seperti Bu Mirna Ara cerewet... " ucap Willy


di perpustakaan Ara dan Willy langsung merapikan buku-buku yang berserakan di atas meja dan menatanya di atas rak


" Willy.... '' panggil Ara


" mmm.... " jawab Willy


" jika kau punya masalah , kau bisa membaginya dengan ku... aku siap untuk menjadi pendengar yang baik... " ucap Ara


dan Willy langsung melihat Ara dan menatap mata nya dan Ara menatap balik mata Willy


" kau GX akan mengerti... " ucap Willy acuh


Willy mulai serius


" Will... loe sudah tau aku... bahkan satu sekolah sudah tau gimana terpuruk nya aku saat ditinggal pergi oleh keluarga ku.. " ucap Ara sambil masih menata buku


Willy kembali menatap ke arah Ara


" huuuhhh......" Willy mengambil nafas dalam-dalam


" Ra.... keluarga gue hancur ..... berantakan..... " ucap Willy lirih dan langsung duduk bersandar di rak buku


Ara yang mendengar itu langsung berhenti aktivitas nya dan ikut duduk di sebelah Willy


" bokap nyokap gue cerai.... " Willy dengan pandangan lurus ke depan


" sejak kapan " tanya Ara


" perceraian itu terjadi saat aku menginjak kelas dua .. pertengkaran sudah sering terjadi antara nyokap dan bokap gue Ra... sampai-sampai ibu mengetahui perselingkuhan bokap gue .... bokap gue selingkuh dan parah nya lagi dia lebih memilih wanita itu ketimbang nyokap dan gue.... dan nyokap setelah perceraian itu terjadi sempat terpuruk tapi sebentar aku hampir gila melihat nyokap mengurung diri terus didalam kamar tapi belum lama ini sudah keluar dari rumah... aku senang melihatnya sudah mau bergaul lagi dengan teman-teman nya dan sudah kembali bekerja... tapi setiap pulang ke rumah ibuku pulang dengan keadaan mabuk aku tidak habis pikir...


nyokap dan bokap gue tidak memikirkan perasaan gue... gue tidak tega melihat ibu gue terus-terusan begitu ... gue sempet menegur ibu gue tapi yang gue dapet hanya teriakan dari nya... " jelas Willy


☘️☘️☘️