
" aku tak perduli kalau dia adalah papah ku yang pasti mana ada orang tua yang tega menjebak anaknya sendiri darah daging sendiri, bahkan harimau saja menyayangi melindungi anaknya... hah....dan sekarang aku harus berani menghadapi Ara aku harus membantunya mendapatkan keadilan bagi nya bahkan walaupun itu adalah orang tua ku sendiri... " batin Willy
suara rintikan hujan bagaikan irama yang merdu untuk suasana sore langit yang mulai berubah warna menandakan datang nya sang penguasa malam...
" Willy... " panggil Ara menyadarkan kegelisahan Willy
" Ra... " ujar Willy
" ada apa , apa ada hal penting yang ingin kau sampaikan... ? " ujar Ara
" hah..... " Willy membuang nafas panjang
" mungkin kata maaf tak cukup untuk menebus kesalahan orang tua ku Ra... dan mungkin itu sudah tak pantas untuk ku ra... berat menerima kenyataan yang ku dengar , aku tahu bagaimana terpuruknya kau selama ini dan itu Karena ulah dari papah ku Ra... bahkan aku saja ingin terus tak menganggap nya sebagai ayahku Ra ... apa yang harus aku lakukan Ra... jujur bahkan untuk duduk berada di samping mu saja aku tak sanggup apa lagi menatap mu Ra ... apa setelah kau mengetahui semua nya kau akan benci dan marah terhadap ku... mungkin itu pasti..... dan aku akan ikhlas menerima semua itu .... " Willy kembali membatin dengan nundukan kepalanya
Ara yang melihat sahabat laki-laki nya itu kembali tertunduk pun kembali menyadarkan nya
" Willy.... sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan.... " ujar Ara
Willy mencoba menatap ke arah Ara dengan keberanian nya ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya
" tidak... aku hanya memikirkan pernikahan ku Ra... "
" kenapa dengan pernikahanmu... semua nya sedang di urus kau tenang saja.... " ujar Ara
Willy tak menjawab ia memilih tersenyum dan kembali terdiam
" hah.... " suara napas berat terdengar lagi dari arah Willy Ara yang mendengar itu langsung menatap lekat ke arah Willy
" apa ada kendala dengan orang tua mu, atau apa mungkin kau masih belum berbaikan dengan mereka... " ujar Ara
Willy yang mendengar itu langsung menatap ke arah Ara dengan sebuah senyuman kecut
" jangan bilang kau belum memberitahukan kabar gembira ini pada mereka juga... " ujar Ara
Willy pun menggelengkan kepalanya
" seberapa besar rasa sakit mu terhadap orang tua mu Will... tak sebesar rasa sakit saat ibu mu melahirkan mu ,ayahmu yang mencari nafkah diluar sana... " ujar Ara tegas
" Loe GX akan ngerti Ra... rasa sakit kecewa yang gue rasakan sangat besar terutama untuk bokap... tapi dengan nyokap aku sudah mulai menghubunginya tapi itu juga jarang... tapi untuk bokap kaya nya aku tak bisa memaafkan dia Ra... " ujar Willy lirih
" kau benar mungkin aku GX akan pernah bisa mengerti karena aku bukan kamu Willy... tapi coba lihat aku... diperut ku ada janin yang sehat sedang berkembang di dalam sini... aku juga akan menjadi seorang ibu Will.... kau tau gimana rasa senang nya aku saat tahu diperut ku ada anakku darah daging ku... aku begitu senang dan sangat bersyukur Will.... aku tahu ibu mu juga pasti begitu sama seperti ku ... dan saat kau sudah tumbuh dewasa kau malah pergi dari sisinya bagaimana perasaannya pasti dia hancur sama seperti mu Willy ... dekap rangkul lah kembali ibumu... begitu juga dengan papah mu ,... karena kau juga pasti sebentar lagi akan menjadi seorang ayah kau akan memiliki seorang anak dari Zahra pasangan mu... " ujar Ara panjang lebar
" tapi tidak dengan papah ku Ra... " ujar Willy lirih
" hah.... " Ara kembali membuang nafas panjang
" kau ini keras kepala sekali.... " ujar Ara
" apa kau tak mau menikahi Zahra.. hah... " lanjut Ara
Willy yang tak mengerti ucapan Ara langsung melihat ke arah Ara
" apa mungkin Ara mengetahui nya... " batin Willy
" menikah itu butuh wali nikah ... walaupun kau laki-laki bisa saja di gantikan oleh saudara paman atau wali nikah lainnya tapi papah mu masih ada masih hidup pasti dia juga ingin menjadi saksi dalam pernikahan anaknya. bodoh.... " Ara memukul lengan Willy dengan sekencang-kencangnya karena merasa geram
" aw.... gue tak perduli.... " teriak Willy
" pikirkan Zahra bodoh... " Ara kembali memukul Willy...
" aw ... sakit Ra... ok.. ok... gue usahakan.... " ujar Willy
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
terima kasih banyak 🙏
menerima saran dan kritiknya mangga 🙏🙏🙏