ARABELLE

ARABELLE
part 207



malam semakin larut mamah Yuli dan Zahra sudah berada di satu kamar


" kenapa susah sekali untuk meminta mu tidur dengan ku Zahra .. " ujar mamah Yuli


Zahra hanya menatap ke arah mamahnya dengan tatapan sendu


" nak.... mungkin ini adalah malam pertama dan terakhir untuk mamah lagi agar bisa tidur dengan mu dari sekian lama nya ... " ujar mamah Yuli seraya menatap mata Zahra


" mah... " Zahra pun membalas tatapan mata ibunya


mamah Yuli tersenyum


" besok adalah hari sepesial untuk mu... mamah tak bisa berbuat banyak untuk mu , maafkan mamah " mamah Yuli tak kuasa menahan air matanya


" mamah tak bisa berbuat apa-apa , saat anak nya menikah dengan orang yang tidak ia sukai, maafkan mamah nak " ujar mamah Yuli dengan air mata yang turun dengan derasnya


" mah .... ini juga salah ku ... aku yang lengah sampai-sampai ada orang yang ingin mencelakai ku pun aku tak tau... " ujar Zahra yang mulai ikut meneteskan air mata


" berhenti lah menangis... nanti besok wajahmu akan bengkak... " mamah Yuli menyeka air mata Zahra yang mengalir di kedua pipinya


mamah Yuli dan Zahra pun menghabiskan malam yang cukup panjang untuk kedua orang yang beda generasi itu yang sudah lama tidak saling bertukar cerita ataupun kabar


sedangkan di sisi lainnya Willy tak bisa tidur karena memikirkan perasaan Ara saat mengetahui kebenaran nya kelak


" apa aku harus jujur saja pada Ara dan mengatakan yang sebenarnya... " batin Willy seraya menyandarkan tubuhnya pada kursi goyang yang ada di halaman rumahnya


" aku tidak bisa membohonginya , atas kematian keluarganya yang kebenarannya sebenarnya adalah papah ku lah dibalik semua itu... " Willy menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan pandangan yang terus menatap ke arah langit malam


" calon penganten tidak baik , malam-malam malah melamun sendiri di luar... " ujar sang Nene yang langsung duduk tepat di samping Willy


Willy yang mendengar itu langsung tersenyum kecut


" nek, ko belum tidur... ? " ujar Willy


" mana bisa Nene tidur sedangkan Nene melihat kamu sedang duduk sendirian disini di malam pernikahanmu ini " ujar nenek


Willy menatap kedua mata milik sang Nene dengan pandangan sendunya lalu ia sandarkan kepalannya di bahu sang nenek..


" ada apa ...? " tanya sang Nene


" nenek tak ingin menasehati mu seperti biasanya lagi , mungkin kau sudah paham dan mungkin sudah bosen mendengar ceramah-ceramah dari orang tua ini... tapi nenek ingin menanyakan sesuatu padamu...? " ujar Nene seraya mengusap lembut kepala Willy


" kau tak inginkan melihat anak-anak yang bernasib sama seperti mu ... jadi Nene minta sebelum adanya pernikahan besok sebelum terlambat Nene mohon yakinkan lah terlebih dahulu hatimu dan pikirkan kembali perasaan anak itu , calon istri mu dan keluarganya ! " ujar sang Nene yang sudah tahu semua masalah yang sedang di hadapi cucunya itu pasti sedang bingung menghadapai wanita yang bernama arabelle bila ia sudah menikah kelak


" nek ... apa sebaiknya aku menceritakan yang sebenarnya sekarang juga ... " ujar Willy


" memang masih belum ada bukti yang cukup untuk mengungkapkan kejahatan papah mu itu... " ujar Nene dan Willy langsung menggelengkan kepalanya dengan pelan


" belum nek... " ujar Willy sedih


Nene yang mendengar itu langsung menarik nafas berat


" memang papah mu itu sangat pintar menyembunyikan kesalahan nya tapi apa mungkin semua itu akan tersembunyi terus ... " ujar sang nenek


" maksud Nene apa ... ? "


" tidak.... sebaiknya kamu cepat pergi tidur kamu tak inginkan telat datang ke pernikahan mu besok..." ujar sang nenek


"hah.... " Willy membuang napas panjang


" nanti, Nene saja masuk duluan... " ujar Willy


" besok lakukanlah pernikahan mu dengan benar dan tenang jangan memikirkan dulu masalah yang ada, biar nanti Nene juga akan membantu mencari bukti kejahatan bagus untuk mu Nene akan menyuruh orang untuk menyelidiki papahmu... jadi lebih baik sekarang kau cepat pergi tidur, Nene tak ingin melihat mu besok dengan muka panda mu itu saat di atas pelaminan.. " ujar sang nene


Willy yang mendengar itu tak Percaya sang nene ikut juga turun tangan dalam mengungkap kejahatan anak kandung nya


" apa Nene yakin... " ujar y dan dapat anggukan kepala dari sang nene dengan yakin


" ok... kalau begitu aku akan masuk ke kamar... dan ayoo lebih baik Nene juga cepat masuk tak baik angin malam untuk nenek ku ini.... " ujar Willy


" ia ayoo... kau besok harus terlihat bahagia saat mengambil Poto pernikahanmu... " ujar sang nene


Willy pun langsung merangkul tubuh sang nene ke dalam pelukannya dan menuntunnya untuk menuju ke dalam rumah ...


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️