
Ney dan mamah Yuli menunggu reaksi Ara setelah mendengar pertanyaan ibu mertua nya itu
" aahh... sebenarnya ada apa dengan kalian... kenapa menanyakan hal seperti itu , itu kan privasi ku... mah... masa mamah juga... " ujar Ara dengan menekuk kan bibirnya
tak habis pikir ibu mertua nya bersikap seperti itu dan mengikuti ney
" hehe... maaf kan mamah sayang, mamah hanya ingin mengetahui proses cucuku sampai mana... " ujar mamah Yuli
" aish... Ra tuh lihat ibu mertua mu sudah menginginkan seorang cucu... " timpal Ney
" aish .... mah insyallah secepatnya jadi mamah doa in saja ya... tapi mamah tak boleh ikut-ikutan ney seperti tadi ... " ujar Ara
mamah Yuli tersenyum dan menganggukkan kepalanya
" jadi.....??? " tanya Ney
" jadi apa Ney... ??? " ujar Ara sewot
" ia jadi kau dan suamimu itu sekarang itu seperti apa ? apa kau juga sudah menyukai suamimu " tanya Ney lagi dengan tegas
" aish.... aku baik-baik saja dengan mas hasby... akhir-akhir ini dia bersikap baik terhadap ku... " ujar Ara malu
" dan.... aku sudah seutuhnya jadi istri nya sekarang... aaahhh sungguh sudah cukup aku malu... " ujar Ara
" aahhh Alhamdulillah.... pak kau mendengar nya kan sebentar lagi aku akan segera mempunyai cucu... " teriak senang mamah Yuli..
" apa kau serius Ra.. apa aku tak salah dengar....." ujar Ney
" mmm... " Ara menganggukkan kepalanya
" selamat untuk mu ra..... berikan baku ponakan yang lucu-lucu dan gemoy " Ney langsung memeluk erat tubuh Ara
mobil itu pun penuh dengan kebahagiaan dengan kejujuran Ara
" Ney dan kau pak... akan aku kasih hadiah di butik ku... aku sedang senang sekarang... " ujar mamah Yuli
" makasih Bu... " ujar supir pribadi keluarga hasby
" mmm .... " Ara tersenyum terpaksa
" aish.... aku tak mau terus-terusan diantara dua orang ini seharian ... rasanya aku ingin pergi ... " batin Ara
sesampainya di butik mamah Yuli yang besar itu ney pun langsung memilih-milih baju yang akan ia ambil sedangkan Ara ia milih duduk dan mengambil ponsel dari tas
" aish.... sebanyak ini kah ?? " dilihatnya di layar terdapat panggilan tak terjawab sebanyak 58 kali dan pesan sebanyak 100 lebih
" astaghfirullah... secuek itukah aku pada ponsel ku..." Ara mengecek setiap pesan dan telpon yang masuk
" Willy... " ara tersenyum saat mengingatnya kembali saat bertemu dengan nya di sana karena mengingat hidupnya yang sudah jauh berbeda dan berubah
" Ney... pantas saja dia ngamuk... ternyata dia mengirim pesan sebanyak ini .... " Ara melihat ke arah Ney yang sedang asik memilih baju dengan ibu mertua ku...
" Raka.... dokter senior masih saja... " Ara menghapus semua pesan darinya
banyak juga pesan yang masuk dari orang-orang terdekat Ara seperti bibi ,paman, ayah, mamah maupun teman nya dan terakhir yang baru masuk pesan dari suaminya...
" istriku sayang sedang apa ? " pesan dari hasby yang baru masuk dan itu berhasil membuat Ara merona
" sedang ikut mamah ke butik... " balas Ara
" kenapa tidak melihat-lihat dan mencobanya. ? "
" tidak, nanti saja... "
" apa kau baik-baik saja... ? " jambu mulai merasa cemas dengan istri nya
" aku baik-baik saja... sudah dulu aku akan menyusul Ney dan mamah yang sedang memilih baju..." balas Ara dan langsung memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas tak menunggu balasan lagi dari hasby
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
terima kasih 🤗