ARABELLE

ARABELLE
part 165



Ney dan mamah Yuli menunggu reaksi Ara setelah mendengar pertanyaan ibu mertua nya itu


" aahh... sebenarnya ada apa dengan kalian... kenapa menanyakan hal seperti itu , itu kan privasi ku... mah... masa mamah juga... " ujar Ara dengan menekuk kan bibirnya


tak habis pikir ibu mertua nya bersikap seperti itu dan mengikuti ney


" hehe... maaf kan mamah sayang, mamah hanya ingin mengetahui proses cucuku sampai mana... " ujar mamah Yuli


" aish... Ra tuh lihat ibu mertua mu sudah menginginkan seorang cucu... " timpal Ney


" aish .... mah insyallah secepatnya jadi mamah doa in saja ya... tapi mamah tak boleh ikut-ikutan ney seperti tadi ... " ujar Ara


mamah Yuli tersenyum dan menganggukkan kepalanya


" jadi.....??? " tanya Ney


" jadi apa Ney... ??? " ujar Ara sewot


" ia jadi kau dan suamimu itu sekarang itu seperti apa ? apa kau juga sudah menyukai suamimu " tanya Ney lagi dengan tegas


" aish.... aku baik-baik saja dengan mas hasby... akhir-akhir ini dia bersikap baik terhadap ku... " ujar Ara malu


" dan.... aku sudah seutuhnya jadi istri nya sekarang... aaahhh sungguh sudah cukup aku malu... " ujar Ara


" aahhh Alhamdulillah.... pak kau mendengar nya kan sebentar lagi aku akan segera mempunyai cucu... " teriak senang mamah Yuli..


" apa kau serius Ra.. apa aku tak salah dengar....." ujar Ney


" mmm... " Ara menganggukkan kepalanya


" selamat untuk mu ra..... berikan baku ponakan yang lucu-lucu dan gemoy " Ney langsung memeluk erat tubuh Ara


mobil itu pun penuh dengan kebahagiaan dengan kejujuran Ara


" Ney dan kau pak... akan aku kasih hadiah di butik ku... aku sedang senang sekarang... " ujar mamah Yuli


" makasih Bu... " ujar supir pribadi keluarga hasby


" mmm .... " Ara tersenyum terpaksa


" aish.... aku tak mau terus-terusan diantara dua orang ini seharian ... rasanya aku ingin pergi ... " batin Ara


sesampainya di butik mamah Yuli yang besar itu ney pun langsung memilih-milih baju yang akan ia ambil sedangkan Ara ia milih duduk dan mengambil ponsel dari tas


" aish.... sebanyak ini kah ?? " dilihatnya di layar terdapat panggilan tak terjawab sebanyak 58 kali dan pesan sebanyak 100 lebih


" astaghfirullah... secuek itukah aku pada ponsel ku..." Ara mengecek setiap pesan dan telpon yang masuk


" Willy... " ara tersenyum saat mengingatnya kembali saat bertemu dengan nya di sana karena mengingat hidupnya yang sudah jauh berbeda dan berubah


" Ney... pantas saja dia ngamuk... ternyata dia mengirim pesan sebanyak ini .... " Ara melihat ke arah Ney yang sedang asik memilih baju dengan ibu mertua ku...


" Raka.... dokter senior masih saja... " Ara menghapus semua pesan darinya


banyak juga pesan yang masuk dari orang-orang terdekat Ara seperti bibi ,paman, ayah, mamah maupun teman nya dan terakhir yang baru masuk pesan dari suaminya...


" istriku sayang sedang apa ? " pesan dari hasby yang baru masuk dan itu berhasil membuat Ara merona


" sedang ikut mamah ke butik... " balas Ara


" kenapa tidak melihat-lihat dan mencobanya. ? "


" tidak, nanti saja... "


" apa kau baik-baik saja... ? " jambu mulai merasa cemas dengan istri nya


" aku baik-baik saja... sudah dulu aku akan menyusul Ney dan mamah yang sedang memilih baju..." balas Ara dan langsung memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas tak menunggu balasan lagi dari hasby


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen


terima kasih 🤗