
langit sudah berganti warna karena sudah mulai pergantian musim , hujan kerap turun kapanpun tak pagi ,siang ,sore dan malam.. dengan cuaca yang sejuk karena efek dari hujan Ara memilih duduk santai di pinggir jendela dengan menikmati jus kesukaan nya dan membaca buku jurusan nya
" assalamualaikum... " ujar hasby yang baru masuk kedalam kamar dengan menenteng tas kerja nya
" waalaikum salam... " Ara menghampiri suaminya dan langsung mengambil alih tas kerja dan jas nya dan mencium tangan miliknya
" sedang apa... kenapa duduk di pinggir jendela... ? " tanya hasby tersenyum sambil mengusap lembut pipi Ara
" hanya sedang membaca buku... maaf aku tak turun untuk menyambut kepulangan mu... " ujar Ara pelan tapi masih terdengar oleh hasby
" tak apa... kau pasti lelah seharian ikut ke butik dengan mamah.. " mengecup kening Ara
" boleh aku memeluk mu... " ujar hasby
" hah... kau kan belum mandi... " ujar Ara menolak
" hanya sebentar saja... " ujar hasby memohon
" mandi dulu , akan aku siapkan air nya... " ujar Ara
" berarti setelah aku mandi aku boleh memelukmu sepuas ku... " ujar hasby girang
" mmm.... " Ara menganggukkan kepalanya
" aish... aku harus siap dengan semua ini... " batin Ara dan tersenyum malu
" apa yang kalian lakukan di butik... " tanya hasby dengan bersandar di pangkuan Ara
" kita hanya melihat-lihat saja " jawab Arao dengan salah satu tangannya memegang buku dan satunya mengelus lembut rambut milik hasby dan itu membuat hasby merasa nyaman
" aku merasa senang bisa lebih dekat dengan mu... " ujar hasby dengan pandangan melihat ke arah Ara
" mmm... aku juga... " ujar Ara tersenyum
" mmm.... " hasby memeluk erat tubuh Ara dan membenamkan wajahnya di bagian perut Ara
Ara meletakkan bukunya dan mengusap lembut bagian punggung hasby
" kayanya aku tak ingin pergi dari pangkuan mu... " ujar hasby
" tapi kayanya keinginan mu tak terkabul... karena ini sudah waktunya makan malam... mungkin ayah dan mamah sudah menunggu kita.. " ujar Ara
" aish... apa tak bisa kita menunda makan malam kita, aku masih ingin seperti ini... " ujar hasby
" kruyuk..... kruyuk... " suara perut Ara yang sudah meminta ingin di isi
" akh.... kayaknya tidak ya.... ayo kita turun aku tak tega mendengar perut istriku yang sudah minta di isi.. " hasby tersenyum dan langsung bangun dari pangkuan Ara
tapi beda dengan Ara yang sudah berubah merona karena merasa malu dengan suara perutnya
" ayo.... " ajak hasby dengan mengulurkan tangannya ke arah Ara
" mmm.... " Ara meraih tangan milik suaminya dan bergegas untuk turun ke arah meja makan
mamah Yuli dan ayah Dicky yang melihat mereka turun dengan bergandengan tangan pun tersenyum senang
" yahh..." ujar mamah Yuli
" iya kayaknya keinginan mu mempunyai cucu akan segera terkabul... " ujar ayah Dicky
" mmmm.... amin ya Allah... " jawab mamah Yuli
mereka pun menikmati makan malam bersama dengan nikmat dan bahagia
* *
" Neysilla..... Ney... tunggu.. tunggu... " teriak seorang pemuda dari arah belakang
" aish..... ya .... Ada apa ? " tanya Ney dingin karena sudah tau siapa yang memanggilnya karena ini sudah menjadi rutinitas sehari-hari Ney saat Ara tidak berangkat ke kampus
" Ney tolonglah katakan kenapa arabelle belum juga datang ke kampus... ? " tanya Raka
" kakak senior... sudah berkali kali aku katakan aku tak tau alasan nya kepada dia tak datang ke kampus.. " ujar Ney bohong karena tak mungkin Ney memberitahukan alasan yang sebenarnya ke orang lain
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
terima kasih 🤗