ARABELLE

ARABELLE
part 139



kedatangan dokter Raka membuat anak-anak menjadi lebih semangat karena mendapatkan hadiah dan Raka juga membagikan lollipop pada anak-anak


" nak Ara ... apa pendapatmu tentang dokter Raka... " tanya umi Yasmin


" maksud umi ... ? " Ara langsung menatap ke arah umi Yasmin


" kaya nya dia menaruh hati pada mu nak... "


" WHAT..... " teriak Ney yang baru gabung dengan Ara dan umi


" umi ko bisa berpikiran seperti itu si .. umi kan baru melihat nya dua kali... " ujar Ara


umi tersenyum ke arah Ara... " nak umi bisa berbicara seperti itu karena umi tau dari gelagatnya dan cara dia menatap mu dan sorot mata nya juga... kayaknya dia anak yang baik "


" mie.... jangan bilang seperti itu... " ujar Ney


tapi Ara yang mendengarkan penjelasan dari umi langsung menundukkan kepalanya


" umi ku sayang .... " Ney mendekat ke arah umi " umi sebenarnya gimana ya.... " Ney menggantung omongannya dan melihat ke arah Ara dan umi pun langsung menatap ke arah Ney


" sebenarnya apa .... umi hanya melihat dari sisi pandang umi sayang .... apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari umi... " ujar umi


Ney terus menatap ke arah Ara yang terus saja menundukkan pandangan nya


" apa sebaiknya aku jujur saja pada umi .. " batin Ara


Ara pun mengangkat pandangan nya ke arah Ney dan Ney langsung menganggukkan kepalanya seakan mengerti isi kepala Ara


umi yang melihat Ara dan Ney saling pandang merasa penasaran apa maksud dari semua itu


" sebenarnya ada apa.... kenapa apa ada yang ingin kalian katakan... " ujar umi sambil tersenyum


Ara mendekat ke arah umi ia kini duduk di sebelah umi Yasmin


" umi.... sebenarnya Ara sudah menikah.... maaf Ara tak memberitahukan ini lebih awal pada umi... " dengan suara pelan tenang


umi yang mendengar itu langsung membesarkan kedua matanya, kaget dengan kebenaran yang barusan di lontarkan oleh arabelle tapi umi berusaha mengontrol dirinya


" jujur umi merasa kaget dan kecewa pada kalian kenapa hal besar seperti ini kalian tutupi dari umi... "


" umi maafkan kami... terutama Ara " ujar Ara mulai sedih


" sejak kapan kamu menikah, "


" umi semenjak Ara lulus sekolah... maaf umi... " Ara memegang kedua tangan umi


" maafkan umi ... karena umi telah berkata seperti tadi... maafkan umi" cairan bening lolos dari pipi umi Yasmin


" umi... umi tak salah karena umi tak tahu... "


" apa kau bahagia dengan pernikahanmu na , ceritakan semuanya dari awal agar umi mengerti kenapa kau tiba-tiba harus menikah... " jelas umi dan ara pun menceritakan semuanya dari awal sampai akhir


" huhhhhh..... menikah juga termasuk ibadah ... mau gimana pasanganmu dia tetap pasangan mu dan itu harus kamu hormati , pernikahan tidak didasarkan cinta ...... " umi berhenti sejenak dan seakan kasihan dengan gadis cantik yang berada di depan nya...


" aku yakin kalian akan saling mencintai sepanjang waktu berjalan , bahkan umi percaya karena kamu cantik Solehah pasti dia sekarang sudah mencintai mu nak , umi hanya berpesan pada mu hormati suami patuhi dia kamu juga mengerti kan karena kamu pintar dalam hal ilmu agama ... "


" umi hanya tidak nyangka kau sudah menjadi seorang istri ...." umi mengusap ujung kepala Ara " apa kau juga sudah menikah ney...." ujar umi bercanda sambil tersenyum


" umi aku masih singel ya... " teriak Ney


" kirain.... bercanda anak-anakku... " ujar umi


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️