
" mah... ayah.... terima kasih sudah mengantar Ara ke kampus pada hari pertama masuk.. tapi lebih baik mamah pulang saja kasian ayah sebentar lagi harus pergi ke kantor , iya kan yah .. " ujar Ara dan langsung memeluk lengan milik ayah Dicky
" iya sayang , tiba-tiba ada rapat penting pagi ini .. " ujar ayah Dicky bohong
" bohong... katanya tidak ada rapat pagi ini... " ujar mamah Yuli menyelidik dengan kedua matanya yang sudah menatap tajam
ayah Dicky yang merasa ketahuan bohong langsung menggaruk-garuk kepalanya
" mah tapi kan ayah harus berangkat kerja... mamah pulang saja ya " pinta Ara
" tapi kita belum sarapan... bukan nya kita mau sarapan di kantin..." ujar mamah Yuli
" Ara bisa sarapan di kantin sama Ney , dan mending mamah pulang kasian ayah juga belum sarapan... mungkin ayah tidak akan menyukai menu sarapan di sini... "
ayah menggunakan kepada nya dengan memasang muka sedih
" mah ayoo mending kita pulang saja, biar kan saja mereka lagian mereka bukan anak kecil lagi yang pergi sekolah harus diantar dan ditungguin jika masuk... " ujar ayah Dicky
mamah Yuli menatap lekat kedua mata Ara sebentar dan langsung menyetujui untuk segera pulang
" ok... mamah pulang dulu ya... semangat belajarnya dan ati-ati dalam segala hal ya... " ujar mamah Yuli dengan sedikit murung
" baik mah.... " Ara mencium kedua pipi mamah Yuli
Ara sebenarnya tidak tega melihat raut wajah mertuanya yang berubah menjadi murung
" akhirnya.... " batin ayah Dicky tersenyum
" mommy juga pulang sana... " ujar Ney
" ko gitu... " ujar mommy cemberut
" mommy ....... sana aku malu udah kaya anak SD saja.. mommy pulang ya... " ujar Ney
" aish... anak perawan ku ternyata sudah besar... baiklah mommy juga pulang dulu... dah..... " mommy mencium kedua anaknya dan langsung menyusul orang tua Ara tepat nya mertuanya Ara
" akhirnya bebas .. " teriak Ney
Tut.... Tut ... Tut....
suara ponsel Ara bergetar
" welcome to kampus ... cie.... jadi seorang mahasiswi .... " ledek seseorang di sebrang sana
" GX boleh gitu donk... gue belain bangun pagi-pagi bahkan ini terlalu pagi bahkan masih dibilang masih tengah malam loh buat ngucapin ini sama loe... tapi respon loe gitu doang.. "
" ya terima kasih...... , mending loe lanjut tidur , loe juga sama mau ada kunjungan ke kampusmu kan .. "
" yes... "
" mending tidur lagi... dan makasih lagi.. dah.. " panggilan pun terputus begitu saja
" sapa... " tanya Ney
" biasa... " ujar Ara
" ooohhh..... semenjak dia pergi sepi GX ada teman buat berantem... " ujar Ney datar
" cie... yang kangen... " ledek Ara
" apaan si... " Ney menyenggol lengan milik Ara
" rindu ya... nanti aku suruh dia telpon ke kamu deh kali-kali... " Ara tertawa
" Ara ... " teriak Ney
" hheeee bercanda " ujar Ara
Ara pun mendadak terdiam dan memilih mempercepat jalannya
" Willy saja bisa nyempetin bahkan bela-belain hanya untuk sekedar gurawan saja, tapi dia ..... bahkan tidak sama sekali.. heuh ngarep Ara si ra " batin Ara
" huhhh.... " Ara menghela nafas
Ney yang memperlihatkan perubahan sikap Ara tau bahwa sahabat nya sedang memikirkan seseorang yang jauh di sana yang berstatus sebagai suami tapi tak seperti suami pada umumnya
" aku ingin makan bubur ayam.. dengan sambal yang banyak... " ujar Ney dan langsung menyeret lengan milik Ara untuk segera menuju ke arah kantin
Ara tersenyum apa yang dilakukan Ney
" setelah dia pergi meninggalkan aku dengan sebuah ikatan, semenjak itu pula aku selalu merasa kuatir akan nasib nya .....keluargaku satu-satunya .... " batin Ara sambil melihat cincin di jari manis nya
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen