ARABELLE

ARABELLE
part 108



" mah... ayah.... terima kasih sudah mengantar Ara ke kampus pada hari pertama masuk.. tapi lebih baik mamah pulang saja kasian ayah sebentar lagi harus pergi ke kantor , iya kan yah .. " ujar Ara dan langsung memeluk lengan milik ayah Dicky


" iya sayang , tiba-tiba ada rapat penting pagi ini .. " ujar ayah Dicky bohong


" bohong... katanya tidak ada rapat pagi ini... " ujar mamah Yuli menyelidik dengan kedua matanya yang sudah menatap tajam


ayah Dicky yang merasa ketahuan bohong langsung menggaruk-garuk kepalanya


" mah tapi kan ayah harus berangkat kerja... mamah pulang saja ya " pinta Ara


" tapi kita belum sarapan... bukan nya kita mau sarapan di kantin..." ujar mamah Yuli


" Ara bisa sarapan di kantin sama Ney , dan mending mamah pulang kasian ayah juga belum sarapan... mungkin ayah tidak akan menyukai menu sarapan di sini... "


ayah menggunakan kepada nya dengan memasang muka sedih


" mah ayoo mending kita pulang saja, biar kan saja mereka lagian mereka bukan anak kecil lagi yang pergi sekolah harus diantar dan ditungguin jika masuk... " ujar ayah Dicky


mamah Yuli menatap lekat kedua mata Ara sebentar dan langsung menyetujui untuk segera pulang


" ok... mamah pulang dulu ya... semangat belajarnya dan ati-ati dalam segala hal ya... " ujar mamah Yuli dengan sedikit murung


" baik mah.... " Ara mencium kedua pipi mamah Yuli


Ara sebenarnya tidak tega melihat raut wajah mertuanya yang berubah menjadi murung


" akhirnya.... " batin ayah Dicky tersenyum


" mommy juga pulang sana... " ujar Ney


" ko gitu... " ujar mommy cemberut


" mommy ....... sana aku malu udah kaya anak SD saja.. mommy pulang ya... " ujar Ney


" aish... anak perawan ku ternyata sudah besar... baiklah mommy juga pulang dulu... dah..... " mommy mencium kedua anaknya dan langsung menyusul orang tua Ara tepat nya mertuanya Ara


" akhirnya bebas .. " teriak Ney


Tut.... Tut ... Tut....


suara ponsel Ara bergetar


" welcome to kampus ... cie.... jadi seorang mahasiswi .... " ledek seseorang di sebrang sana


" GX boleh gitu donk... gue belain bangun pagi-pagi bahkan ini terlalu pagi bahkan masih dibilang masih tengah malam loh buat ngucapin ini sama loe... tapi respon loe gitu doang.. "


" ya terima kasih...... , mending loe lanjut tidur , loe juga sama mau ada kunjungan ke kampusmu kan .. "


" yes... "


" mending tidur lagi... dan makasih lagi.. dah.. " panggilan pun terputus begitu saja


" sapa... " tanya Ney


" biasa... " ujar Ara


" ooohhh..... semenjak dia pergi sepi GX ada teman buat berantem... " ujar Ney datar


" cie... yang kangen... " ledek Ara


" apaan si... " Ney menyenggol lengan milik Ara


" rindu ya... nanti aku suruh dia telpon ke kamu deh kali-kali... " Ara tertawa


" Ara ... " teriak Ney


" hheeee bercanda " ujar Ara


Ara pun mendadak terdiam dan memilih mempercepat jalannya


" Willy saja bisa nyempetin bahkan bela-belain hanya untuk sekedar gurawan saja, tapi dia ..... bahkan tidak sama sekali.. heuh ngarep Ara si ra " batin Ara


" huhhh.... " Ara menghela nafas


Ney yang memperlihatkan perubahan sikap Ara tau bahwa sahabat nya sedang memikirkan seseorang yang jauh di sana yang berstatus sebagai suami tapi tak seperti suami pada umumnya


" aku ingin makan bubur ayam.. dengan sambal yang banyak... " ujar Ney dan langsung menyeret lengan milik Ara untuk segera menuju ke arah kantin


Ara tersenyum apa yang dilakukan Ney


" setelah dia pergi meninggalkan aku dengan sebuah ikatan, semenjak itu pula aku selalu merasa kuatir akan nasib nya .....keluargaku satu-satunya .... " batin Ara sambil melihat cincin di jari manis nya


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen