
* Amsterdam
semenjak ia menginjakkan kaki nya di Belanda , Willy menjadi sosok pribadi yang lebih dingin dengan pemikiran dewasa ia serius menjalani hidupnya di sana bahkan ia belajar dengan baik dan ia mulai masuk dunia kerja dengan membagi waktu Antara kuliah dan pekerjaan nya ia sangat serius menjalani hidupnya di sana dengan sungguh-sungguh...
sedangkan Zahra masih sama dengan pemikirannya walaupun disana ada kakak nya tak merubah apapun di dunia nya ia masih sibuk dengan kuliah dan motor nya, kedatangan hasby disisinya tak merubah apapun karena hasby disana hanya sibuk dengan pekerjaannya setiap hari yang ia lakukan pergi ke kantor dan setelah itu ia mengurung diri di dalam kamar... entahlah sudah seperti punya kakak perawan betah banget berada di dalam kamar....
" kakak ipar... gimana dengan kuliah mu... " ujar Zahra...
" baik Zahra.. "
" kak ipar aku merindukanmu..... " ujar Zahra
" aku juga Zahrah , Zahra apa kakak mu baik-baik saja.... " ujar Ara pelan
" tumben sekali kau menanyakan kabar kakak ku arabelle.... "
" aaahh...... aku hanya ingin tau keadaan nya saja Zahra... tapi lupakanlah... "
" aku mengerti kakak ipar ku... dia tidak baik-baik saja arabelle... setiap hari kerjaannya cuma pergi ke kantor setelah itu ia mengurung diri di dalam kamar.... bahkan aku berpikir dia seperti anak perawan yang hobi nya mengurung diri di dalam kamar.... hhhheee..... "
" sungguh..... " Ara terdiam cukup lama setelah mengetahui kondisi suaminya
" kak ipar..... arabelle..... apa kau masih disana.... " teriak Zahra
" iya Zahra.... Zahra kita lanjutkan lagi nanti ya ada sesuatu yang aku urus... jaga dirimu baik-baik ya , assalamualaikum.... " Ara mengakhiri teleponnya dan ia kembali terdiam saat mengetahui kondisi suaminya disana
" apa yang di katakan oleh Zahra itu benar apa sekedar main-main saja.... " ujar Ara pelan
dilihatnya foto pernikahan nya di atas meja
" huhhh...... sesak...... " Ara memukul-mukul dadanya
" GX beres....... tapi apa yang harus lakukan.... " batin Ara
* *
setiap hari Ara menjalani hidupnya dengan kecemasan dan kerinduan akan suaminya begitu juga dengan hasby ingin menghubunginya tapi gengsi di antara mereka begitu besar...
" mah..... " ujar Ara
" iya sayang " mamah Yuli sedang menata makan malam sejenak melihat ke arah Ara
" mah nanti Ara ingin menanyakan sesuatu boleh.... " ujar Ara pelan dengan pandangan tertunduk ke bawah
" kenapa harus nanti sekarang juga boleh Ra... " ujar mamah Yuli
" nanti saja ya mah... " Ara ikut menata piring
" kayaknya hal serius nih.... " ujar mamah Yuli tersenyum manis ke arah Ara
Ara pun membalas senyuman mamah Yuli
" tolong panggilkan ayah nak... " ujar mamah Yuli
mereka pun makan malam bersama dengan suasana yang seperti biasa penuh kasih sayang
Ara dan mamah Yuli sekarang sedang duduk berdua di halaman depan ditemani langit yang cerah dihiasi bintang dan bulan sabit yang begitu indah...
" rupanya serius .... " mamah Yuli memulai obrolan karena sedari tadi Ara hanya diam dengan memainkan kedua tangan nya
" mah... " ujar Ara dengan pandangan tertunduk
" Ara sayang lihat mamah... coba katakan nak... " Ara melihat ke ibu mertua nya dengan pandangan tak enak
" mah sebenarnya apa alasan mamah mengirim mas hasby ke sana ? " akhirnya Ara mengeluarkan unek-uneknya yang sudah ia pendam selama ini
mamah Yuli mendengar itu langsung tersenyum dan memegang kedua tangan Ara
" apa kau merindukan nya... ? " tanya mamah Yuli serius
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen