ARABELLE

ARABELLE
part 76



Ara terus saja memaksa hasby untuk ikut bergabung dengan nya untuk menangkap ikan dengan berat hati hasby ikut kemauan perempuan yang baru saja menjadi istrinya itu


dengan berat hati hasby melepaskan sendalnya kemudian turun dengan pelan-pelan ke dasar kolam untuk menangkap ikan, banyak ikan yang melewati dirinya tapi tidak semudah yang ia kira untuk menangkap ikan dengan tangan kosong


" kenapa susah sekali nih ikan " batin hasby


cukup lama mereka menangkap ikan akhirnya mereka mendapatkan satu ikan dengan ukuran yang cukup besar


" akhirnya ...." ujar mereka kompak


Ara yang begitu senang langsung mendekat ke arah Hasby yang berhasil mendapatkan ikan


...


ikan goreng sudah tertata rapi di atas meja dengan di temani sambal kecap di sampingnya Ara menaiki tangga untuk menuju kamar yang ditempati oleh hasby untuk mengajak nya makan siang bersama


tok tok tok


" makanan sudah siap , cepat lah turun sebelum makanannya dingin " ujar Ara dari balik pintu kamar hasby


" apa nih orang ketiduran ya ...??? " batin ara


karena merasa tidak mendapatkan jawaban


tidak sampai menunggu lama hasby langsung membuka pintu dilihatnya Ara masih berdiri tepat di depan pintu nya


" sedang apa kau.... ??? " tanya hasby sambil melewati Ara


Ara tercengang dengan pertanyaan yang di lontarkan kepada nya


" dasar pak suami tak tau di untung.... " gerutu ara


Ara pun duduk tepat di hadapan hasby untuk melakukan makan siang


tidak ada yang mereka obrolkan di atas meja hanya ada suara sendok dan garpu yang saling bersautan


Ara merapikan bekas makan siang nya dan sekali-kali melirik ke arah Hasby yang sedang asyik memainkan ponselnya


" nanti sore aku ingin pergi ke pasar apa pak suami mau ikut dengan ku atau mau diam disini.." Ara memulai obrolan


Ara membuang nafas kasar dan berlalu pergi ke dalam kamar nya


sore harinya Ara sudah rapih dengan penampilan nya dengan tas selempang powpow yang melekat di pinggangnya


" aku kan sebagai istri yang baik sudah benar harus minta izin kalau mau pergi tapi dasar pak suami nya yang pikun " gerutu ara


Ara mengambil sepeda miliknya yang ada di samping pos satpam yang biasa di gunakan oleh pak Yusuf bila bekerja


" Untung masih ada sepeda setidaknya tidak harus berjalan kaki... " Ara tersenyum saat mendapati sepeda a terparkir baik di samping pos satpam


Ara sudah siap-siap untuk melajukan sepeda nya tapi merasa ada yang tidak beres


" kenapa nih sepedanya tidak mau maju " pikir Ara bingung


" kayaknya ada yang tidak beres " ara pun menengok ke arah belakang rupanya tangan hasby yang menahannya


" hey... pak suami apa yang kau lakukan... lepaskan tanganmu dari sepedaku... aku ingin pergi ke pasar... cepat kau lepaskan... " teriak Ara


" aku ikut.... " ujar hasby datar


" huhhhhh...... "


" aku mau kepasar pak suami bukan ke supermarket ! "


" aku tau.... " merebut alih sepeda yang Ara pegang


" kau duduk lah dibelakang biar aku yang membawanya " ujar hasby cuek


" hati-hatilah membawanya... " ujar Ara


" bismillahirrahmanirrahim..... " lanjut Ara kembali saat menaiki sepeda tak lupa ia berpegangan pada tas selempang nya


hasby menggoes sepedanya dengan mudahnya dengan dihidangkan pemandangan yang hijau hasby terus saja menggoes dengan Ara yang berada di belakangnya dan tak terasa sedikit lengkungan menghiasi wajahnya ya.... hasby tersenyum begitu pun dengan Ara


" sekarang kau bisa tersenyum liat nanti saat pulang aku pingin lihat perjuanganmu pak suami apa kau masih bisa tersenyum semanis itu... " batin Ara


karena sepanjang jalan banyak ibu-ibu maupun anak gadis yang memuji kegantengan hasby