ARABELLE

ARABELLE
part 109



pukul 2.00 waktu Amsterdam hasby masih sibuk mengurus dokumen tentang proyek yang sedang ia tangani dengan gundukan dokumen-dokumen yang belum ia tandatangani masih menumpuk di atas meja , sebenarnya ia sangat ingin menghubungi istrinya sekedar mengucapkan selamat pagi tapi ia urungkan karena terlalu gengsi ia ucapkan...


" aku masih tak habis pikir sebenarnya aku masih penasaran dengan alasan yang sebenarnya kenapa mereka mengirim ku kesini dan memisahkan ku dari nya.. hanya karena hal sepele emang aku yang membuat nya pulang dengan keadaan seperti itu... " ujar hasby prustasi


hasby mengingat kembali kejadian pas hari kelulusan arabelle... ia pulang telat ke rumah dengan keadaan yang kacau dan menangis sejadi-jadinya


" aish ...... " hasby menutup laptop nya menyudahi semua pekerjaan nya dan memilih berbaring di kasur nya melihat sosok wanita yang mulai ia rindukan di layar ponselnya menjadi rutinitas nya sebelum tidur...


* *


" kenapa kau malah mengambil jurusan ke bidannan ? ... " tanya Ney


" entah lah ,.... " ujar Ara


" bukan nya kau juga ingin meneruskan usaha ayah mu yang ia tinggalkan... "


" mmmm biar itu menjadi tanggung jawab paman saja Ney, dari awal aku tak menginginkan nya... walaupun aku merasa kasihan dengan paman "


" apa paman sudah tau... " tanya ney


" mmm ... sebelum aku menentukan jurusan apa yang akan aku ambil aku sudah mendiskusikan nya dengan bibiku dan ia menyetujui nya dan paman juga tidak keberatan jika ia memegang 2 perusahaan sekaligus ... " jelas Ara


" huhhh..... " Ara membuang nafas


" walaupun aku sedikit tidak enak dengan paman... " lanjut Ara tersenyum getir


" Ra... Ra... kau punya suami, suruh ia pulang kenapa kau tidak memintanya untuk mengambil alih perusahaan ayahmu saja... " ujar Ney


" Ney kau tau sendiri rumah tangga ku seperti apa.... sudahlah jangan bahas itu disini.... " ujar Ara males


Ara melihat sekeliling sudah ramai mahasiswa dan mahasiswi yang sudah datang...


" kebanyakan orang-orang berduit yang sekolah di sini ya Ra... " celetuk Ney karena dari tadi ia sibuk memperhatikan orang dari bawah sampai atas


" mmm..... kau benar.... " ujar Ara


" kita masuk kelas yu.... " ajak Ara karena kantin sudah mulai penuh


" aku benci ini .... kenapa kita GX sekelas " ujar Ney melas begitu berat mendengar kata kelas karena pertama kali ia pisah kelas dengan Ara


" baiklah.... aku ke sana... dah.... " Ney menunjuk sisi kiri kampus dan melambaikan tangannya ke arah Ara


" huhhh..... " Ara membuang nafas


" bismillahirrahmanirrahim... " batin Ara


Ara melangkahkan kakinya ke arah sisi kanan kampus karena letak gedung nya disana


" tempat baru suasana baru teman baru semoga betah dengan semua ini... " Ara memperhatikan setiap titik ruangan yang ia lewati


Ara masuk ke dalam kelas dan ia mengikuti kelas pertamanya dengan sangat baik


" Tut... Tut.... Tut... " suara tanda pesan masuk pada ponsel Ara


dilihatnya begitu banyak pesan masuk dari sahabat nya


Ara tersenyum saat melihat isi pesan masuk dari sahabat nya itu


" banyak cowo ganteng di kelas ku Ra..... " begitulah salah satu isi pesannya


" dasar " ujar Ara sambil tersenyum


Ara melihat jam di tangannya ternyata sudah hampir sore, ia mempercepat langkahnya untuk segera keluar dari gedung tersebut


" Ra.... arabelle.... " teriak seseorang dari arah parkiran


mendengar namanya di panggil Ara langsung menoleh ke arah asal suara....


" bang Aris.... " Ara tersenyum saat mengetahui sosok yang memanggilnya


Ara pun menghampiri bang Aris dengan tampang kerennya ... ya harus Ara akui bang Aris memang sosok pria yang ganteng dengan sejuta pesonanya postur tubuh yang tinggi badan yang atletis


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen