
" apa kau merindukan nya....." Ara masih teriang-riang dengan ucapan ibu mertua nya
" apa ia aku mulai merindukan dia.... aku hanya tak ingin jauh dengan keluarga ku satu-satunya saja ko... hanya itu saja.... " ujar Ara menyakinkan dirinya
" maksudnya bukan itu .... tapi entahlah pokonya aku tak merindukannya dan terserah lah dia ada di mana aku tak perduli.... "
Ara mengambil gitar dan langsung menuju tempat paforitnya balkon.
ditatapnya gerombolan 3 bintang yang sangat terang di atas seakan mereka sedang menemani Ara malam ini...
" ibu , ayah , Ade.... " tunjuk Ara pada tiga bintang tersebut
Ara tersenyum sambil terus melihat ke arah tiga bintang tersebut
angin berhembus kencang menerbangkan setiap helai rambut Ara dan entah suasana hati Ara yang sedang baik Ara sangat damai pada saat ini dan ia terlelap di kursi balkon
* *
Ara turun dengan sedikit tergesa-gesa kedua tangan nya sibuk merapikan pakaian dan kerudungnya
" mah , ayah .... Ara GX ikut sarapan ya... ara dah telat ternyata Ara harus ngumpulin tugas sekarang juga.... " ujar Ara
" apa tidak bisa nanti ya Ra... ini masih terlalu pagi juga..." ujar mamah Yuli
" mmm ... maaf ya mah ..." Ara meletakan kedua tangan nya di dada dan langsung mengambil tangan ibu mertua nya untuk mencium tangannya
" Ara pamit dulu ya ayah , mah.... " pamit Ara
karena merasa sudah sangat telat Ara terpaksa mengendarai mobil nya sendiri dan Ara melajukan mobilnya menuju ke kampus dengan kecepatan kencang ....
" ternyata dia bisa juga ceroboh..... " ujar mamah Yuli
dan dapat anggukan kepala dari ayah Dicky
tepat di depan pintu masuk kampus Ara tak sengaja menyenggol motor sport milik salah satu mahasiswa yang sedang terparkir sehingga membuat motor itu roboh
" astaghfirullah...... " teriak Ara
Ara pun langsung membuka pintu mobilnya dan tanpa berpikir panjang ia langsung menuju motor yang ia tabrak
" aish.... gimana ini .... " ujar Ara
" GX ada orang lagi... " karena suasana kampus saat ini sedang sepi
Ara membangunkan motor tersebut dan ternyata bodi dan kaca spion nya rupanya patah satu
" astaghfirullah.... " ujar nya panik
Ara melihat sekeliling " kenapa mendadak nih kampus sepi biasanya nih parkiran selalu ramai " ujar Ara
Ara kembali memarkirkan motor nya dan menuliskan sebuah pesan di selembar kertas permohonan maaf yang berisikan bahwa ia akan bertanggung jawab atas segala kerusakan nya
" kepada pemilik motor ini , aku sebelumnya minta maaf atas kesalahan ku , aku akan bertanggung jawab penuh atas semua kerusakan nya ... dan tolong hubungi no ini... dan sekali lagi aku minta maaf... " seperti itu lah isi pesannya dan ia selipkan di motor tersebut dan ia lalu masuk lagi kedalam mobilnya untuk memarkirkan nya
ara langsung berlari ke arah gedung tempat kelasnya berada dan Ara sempat menengok ke arah motor sport yang ia tabrak tadi ternyata ada seorang pemuda yang mendekat ke arah motor tersebut
" maaf kan aku... aku akan bertanggung jawab tapi nanti... " Ara melanjutkan larinya
kelas selesai pukul 2 siang dan sedari tadi Ara belum membuka ponsel miliknya.. saat Ara ingin menghubungi sahabatnya untuk makan siang Ara dikagetkan dengan banyaknya panggilan telpon dan SMS yang masuk ke nomor nya
" astaghfirullah.... " ujar Ara mengusap dadanya
Ara pun menghubungi Ney untuk meminta bantuan nya...
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen