
" aaahhhhh......... astagfirullah kenapa aku bisa ngikut kesini .... " Ara menengok ke kiri dan kekanan mengawasi sekeliling nya dan di temukan sosok pria tinggi berparas tampan yang sedari tadi ia ikutin sedang duduk di meja kerjanya dengan begitu berkarisma
" kau ini kenapa.... duduk lah... " hasby menunjukkan kursi kosong yang ada di depannya
Ara pun menghampiri kursi tersebut dan menghempaskan tubuh nya di situ sebagai tumpuan beban badannya
" sebenarnya kau mengajakku ke sini untuk apa ?? " ujar Ara terbata-bata
" langsung saja.... kau sudah tau bahwa kita mau menikah akhir Minggu ini... jadi aku hanya ingin memberikan ini untuk mu... " hasby memberikan kartu kredit nya kepada Ara
" ini untuk apa ... ??? " tanya Ara bingung
" aku GX bisa ikut dengan mu untuk mempersiapkan acara pernikahan kita jadi aku hanya bisa memberi ini.... "
" ooohhh.... "
" apa kau tidak penasaran kenapa aku tidak ikut adil dalam mempersiapkan pernikahan kita ??? " hasby mengerutkan dahinya
" tidak penting..... dan tidak masalah aku bisa mengurus semuanya dengan sahabatku ... " ujar Ara
hasby menatap lekat pada kedua mata milik Ara
" apa kau habis menangis ?? " tanya hasby
" aahhh tidak-tidak kenapa aku harus menangis... " Ara pun langsung menundukkan kepalanya menghindar
" kau bahkan sekolah pun belum lulus malah mau nikah dengan ku... apa kau menyesal.... apa kau punya keinginan untuk kabur "
" apa ada hal lain yang mau kau omongkan lagi kalau sudah tidak ada... aku mau pergi... " ujar Ara tegas berusaha untuk menghindar
" pergilah..... " ujar hasby dingin
" ok... terimakasih untuk ini dan aku pamit pergi dulu ... assalamualaikum... " ujar Ara sambil membawa kartu kredit milik hasby dan berlari berbirit-birit...
* *
" aku bisa saja kabur dari pernikahan ini , tapi sayang hati ini sangat putih dan suci... mana bisa aku menyakiti hati perasaan orang tua , setidaknya aku masih bisa berbakti pada orang-orang yang sudah menyayangi ku.... " ujar Ara
Ara pun memanggil taksi untuk menuju ke tempat tujuan awal ya... rumah Ney
" akhirnya aku bisa tenang sejenak dari tumpukan buku-buku... " ujar Ney..
" mmmm .... " jawab Ara singkat
" Ra.... kau sudah putusin mau kuliah di mana... ?? " tanya Ney
" entah ...... Minggu depan aku nikah... boro-boro kepikiran kesitu.. " ujar Ara lesu
" what...... NIKAH...... !! " Ney merasa kaget dengan peryataan Ara
" mmmm.... " Ara mendehem malas
" ko bisa secepat ini ... kita baru selesai ujian loh... kertas kelulusan saja belum ada... masa udah dipaksa nikah saja... " Ney marah
" terus kamu setuju ajah... GX berusaha menolak... " lanjut Ney
Ara hanya menggelengkan kepalanya
" aishhhh.... kau ini bodoh apa gimana ... kenapa kau mau ajah... "
" cepat atau lambat ini akan terjadi Ney... apa kau mengerti.... "
" aishhhh...... sumpah ya aku kesal bangat sahabat bahkan sudah seperti sodara mau nikah sebentar lagi tapi dengan pria yang tidak ia cintai tapi aku GX bisa apa-apa aahhhh... " ujar Ney kesal
" aku hanya perlu doa dari loe ... " ujar Ara sok santai
" aku akui dia memang pria yang tidak buruk tapi dari segi penampilan dan materi tapi sifat dan sikap nya itu masyallah..... yang sabar ya neng... " ujar Ney
" bodo amat......... kau harus bantu aku mempersiapkan pernikahan aku walaupun ini pernikahan bukan keinginan aku tapi aku hanya mau menikah satu kali seumur hidup ku jadi aku mau menikah dengan persiapan yang matang dekor yang indah pokonya yang terbaik... " ujar Ara teriak
" bodo amat dengan cowok nya.... " teriak Ara
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️