
" lepaskan aku.... aku bisa berjalan sendiri... " Ara berusaha memberontak dalam rangkulan suaminya
" tapi kau tak terlihat baik.. coba kau lihat gaya berjalan mu itu.. " ujar hasby
" emang ini salah siapa ? heuh... tapi sudahlah aku tidak apa-apa sungguh... " ujar Ara
" sudahlah kumohon kau diam lah.. pilih saja apa yang ingin kau beli... " ujar hasby karena sekarang mereka sedang ada di pusat perbelanjaan terbesar di kota
" gimana aku ingin memilih nya , dari tadi kau terus mendekapku bahkan untuk melihat-lihat saja susah suamiku... " ujar Ara merasa sudah jengkel dengan melakukan suaminya
" kau bilang apa tadi , coba ulangi ... ? " ujar Hasby girang
" apa ? emang aku bilang apa ? " ujar Ara mengalihkan wajahnya
" yang tadi ? " ujar hasby membalikan wajahnya supaya menghadap nya lagi
" lepaskan tanganmu dari tubuhku.. " ujar Ara ketus
" bukan.. bukan yang itu... " hasby menggeleng gelengan kan kepalanya
" yang terakhir kau ucapkan.. ayo tadi apa coba kau ulangi... " ujar hasby berusaha mengingatkan arabelle untuk memanggilnya suamiku
" apa si GX jelas... lepaskan dulu ... " ujar Ara kesal
" heuh... kau ini... sana pergilah... " hasby mendorong tubuh Ara dari dekapannya karena sudah merasa jengkel..
" iihhh... dari tadi ke.. " ujar Ara sewot
" suamiku... heuh... rupanya aku harus lebih berusaha keras lagi untuk menaklukkan hati nya... " batin hasby
Ara pun langsung memilih-milih barang-barang apa saja yang akan dia beli untuk oleh-oleh orang terdekatnya...
" Ney pasti suka dengan ini... " saat Ara melihat tas cantik dengan warna kesukaan sahabatnya
" apa tidak apa-apa aku belanja begitu banyak nya.. " saat Ara tau barang belanjaan nya begitu banyak dan pasti ini tak murah saat sudah sampai di kasir
" mmm tak apa lah aku masih punya banyak kartu kredit... jika dia tak ingin membayar ini semuanya... " Ara mengangkat kedua bahunya dan tersenyum
hasby yang sedari tadi hanya duduk sambil memperhatikan Ara dari kejauhan pun langsung mendatangi Ara saat dia sudah berada di depan kasir
" aku baru ingin memanggil mu pak suami... " ujar Ara tersenyum
" panggil aku suamiku sayang... apa kau bisa memanggilku dengan sebutan seperti itu... " ujar hasby
" ah ko tiba-tiba... " ujar Ara
" aku ingin kau memanggilku suamiku... " ujar hasby tegas
" permisi... apa ini semuanya belanjaannya..." ujar salah satu kasir
Ara mengangkat salah satu alisnya " heh apa si... " tapi Ara merasa tak enak harus berdebat di depan kedua orang kasir itu alhasil Ara menuruti keinginan suaminya
" suamiku sayang .... aku sudah belanjanya... apa kau bisa membayar ini semuanya.. " ujar Ara sambil tersenyum manis itu juga terpaksa
hasby yang melihat itu langsung tersenyum bahagia
" ia tolong kau hitung jumlah nya dan kalian bisa pakai kartu ini... " hasby pun langsung memberikan kartu kredit nya pada salah satu kasir
" terima kasih suamiku sayang... " ujar Ara
" mmm.... ingat ini tak gratis.... " ujar hasby dengan senyum devil nya
" hah... maksud nya..." ujar Ara bingung
" nanti kau juga tau... " bisik hasby
" aish.... "
sebelum mereka pulang mereka menyempatkan untuk makan di sebuah salah satu restoran terkenal
" kenapa kau tak makan ? " tanya Ara karena hasby hanya memperhatikan Ara sedari tadi dan sekali-kali ia melihat ponselnya
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
terima kasih 🤗