
didalam kamar, hasby terus saja menatap ke arah istrinya yang masih tertidur nyenyak
" jangan pernah kau berharap bisa pisah tidur dariku lagi... jika kau mengulanginya kau akan tahu akibat nya.. " ujar hasby ambigu dengan mengusap lembut setiap bagian inci wajah istrinya
" sayang abi juga sangat merindukanmu.. apa kau juga sama merindukan Abi.... " kini hasby mendaratkan wajah nya di bagian perut milik Ara yang sudah mulai membuncit untuk menciumnya
ara yang merasa terganggu dengan tidurnya pun langsung membuka bagian matanya secara perlahan
" mas... kenapa belum berangkat ke kantor juga. " ujar Ara seraya menengok ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 8
" cih, semalaman kau meninggalkanku kenapa itu yang kau ucapkan sayang apa kau tak merindukan ku... " ujar hasby
ara melihat sekeliling
" bukan nya aku masih tidur di kamar mamah... " ujar Ara polos
" aish...." umpat hasby kesal
ara yang sadar dengan ekspresi hasby yang terlihat murung langsung mengusap lembut bagian tangan suaminya
" maaf... " ujar Ara tersenyum tulus
" untuk apa... ? "
" semuanya... " ujar Ara kembali dengan pandangan terus menatap lekat ke arah Hasby
" mmm..... apa kau tau aku semalam tidur di mana.. ? " ujar hasby
" disini bersama ayah.... " ujar Ara
" no , sayang.... " tolak hasby tegas
" terus... ? "
" hah ... sudahlah.... sini aku sangat merindukanmu peluk aku dan jangan pernah coba-coba lagi kau meninggalkanku walaupun hanya untuk semalam... " ujar hasby
" kenapa dengan suamiku ini padahal aku tidur juga bersama ibunya dan itu juga masih di dalam satu rumah kenapa lebay begitu si sayang... " ujar ara
" hah... ya tapi itu berhasil membuat ku tak bisa tidur... " ujar hasby seraya memeluk erat tubuh Ara dalam dekapannya
" mmm.... iya maafkan aku... " ujar Ara
" kenapa jadi kepo gini si.... " ujar Ara
" hah... " hasby membuang nafas
" kenapa mas sampai berpikir kalau mas akhir-akhir seperti sedang berbicara dengan Naysilla ya atau dengan mamah " ujar hasby seraya mengerutkan keningnya
" ko Ney dan mamah , ko bisa... " ujar Ara bingung
" ya....kau akhir-akhir ini cara bicaramu seperti sahabat mu itu... dan mertua mu dikit-dikit di bilang kepo dan apalah .... hah ... " ujar hasby
" sungguh... " ujar Ara
" ya, " ujar hasby tegas
dan itu berhasil membuat Ara ekspresi wajah nya berubah tersenyum
* *
di dalam mobil kini sudah ada Zahra , Willy beserta mamah Yuli yang duduk di kursi belakang yang sedang menuju butik untuk fiiting baju kebaya di butik Tante Zoya sahabat terbaik mamah Yuli dan merupakan butik besar kebaya modern yang terkenal di kota tersebut
" padahal bisa bikin baju kebaya nya di butik mamah kenapa harus ke Tante Zoya si " keluh Zahra
" mamah bisa saja membuatkannya untukmu dan untuk Ara menantu ku tapi mamah lebih percaya pada Zoya yang untuk mengurus baju pernikahan kalian... mamah bisa memberikan baju selain kebaya pernikahan kalian di butik mamah... kalian bisa memilihnya... " jelas mamah Yuli
" hah, baju di butik mamah tak ada yang cocok dengan seleraku... " ujar Zahra
" mmm.... ya ialah GX ada yang cocok ... ya karena putri mamah ini selalu pake celana jins dan atasan kaos oblong sehari-harinya... "
" cobalah kau gunakan baju pemberian mamah yang ada di dalam lemari kamarmu nak... kau pasti akan terlihat lebih cantik dan anggun jika kau mengunakannya... " lanjut ujar mamah Yuli
" mmmm..... " jawab Zahra cuek
Willy yang sedang menyetir hanya bisa menyimak pembicara antara ibu dan anak itu yang rupanya tidak terlalu dekat...
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️