
" hah..... "
" maksud mu Willy.... ?" Ara membulatkan matanya karena mengikat kejadian kemaren
" ya... Willy pria bodoh itu... " ujar Zahra kencang
" shut.... shutt.... pelan kan suara mu Zahra... " Ara meletakan telunjuknya di bibirnya
" kenapa ? " Tanya Zahra heran
" Zahra.... shutt..." Ara pun kembali meletakkan jarinya di bibirnya
" nanti terdengar oleh kakak mu... " bisik arabelle
Zahra pun paham dan langsung menganggukkan kepalanya
" kemarin aku ketemu dengan nya itupun tak di sengaja saat ingin menuju rumah utama, tapi kakak mu tiba-tiba marah dan menarik ku pulang... aku tak mengerti dengan sikap kakak mu itu... kenapa dia memiliki kepribadian seperti itu " keluh Ara " aahhh... maaf Zahra aku tak bermaksud mengeluh tentang kakakmu... " Ara langsung menutup mulutnya
" aku mengerti dengan mu , Santai saja dia memang seperti itu... justru aku heran ko kau sampai mau menikah dengan kakak ku yang memiliki kepribadian seperti itu... ganteng si..... tapi orang nya kaku dingin dan GX bangat deh kalau di ajak ngobrol.... "
" shutt..... pelan kan suaramu..."
" terus... apa kau ingin ketemu lagi dengan nya... "
" aahhh aku tak tahu .. dia memberikan alamat rumahnya tapi tak apa jika kita tak bertemu lagi juga setidaknya aku tau dia hidup dengan baik disini itu saja sudah cukup.. "
" why, memangnya dia kenapa sampai kau sebegitu kuatir dengan keadaannya... "
" cerita nya panjang... dia ituu korban dari broken home.... pasti kau mengerti kan kenakalan anak remaja saat masa-masa sekolah itu seperti apa... dia salah satunya ... "
Zahra menganggukkan kepalanya paham...
disisi lain Hasby memperhatikan kedua remaja yang sedang duduk di meja makan dengan asik dengan obrolannya
" kalau tak salah dengar nama ku ada dalam obrolan mereka ... sebenarnya apa yang mereka obrolin " hasby penasaran dengan tangan masih memegang sebuah buku
" aku sungguh penasaran... " ujar hasby ambigu
dengan berusaha kerasa hasby berusaha untuk menguping percakapan mereka tapi nihil tak sedikitpun pembicaraan mereka yang ia tangkap
" **** .. " umpat hasby kesal sambil mendorong meja yang ada di depannya sehingga menimbulkan bunyi yang nyaring
" kak... kak apa itu kau.... " teriak zahra
" astaga.... " hasby menyadari kecerobohan nya dan ia mengacak-acak rambutnya frustasi
" mmmm...... " hasby hanya mendehem kencang
hasby pun mendekat ke arah Ara dan Zahra
" buatkan aku kopi aku tunggu di kamar... " ujar hasby
" mmm... " Ara menganggukkan kepalanya
Zahra melihat jam yang melingkar di tangan nya
" arabelle maaf aku tak bisa menemanimu hari ini aku ada kelas siang ini mata kuliah penting... aku tak mungkin bolos.. " ujar Zahra sendu
" hah... kalau gitu pergi lah... aku tak apa dan aku mengerti ... "
" maaf , setelah selesai aku akan segera kembali... tunggu aku... " ujar Zahra antusias
" mmm hati-hatilah... "
" aku berangkat.... " Zahra mencium pipi milik Ara dan merangkulnya sebentar..
" assalamualaikum.... " ujar Ara tersenyum
" waalaikum salam... " Zahra pun kikuk dan langsung tersenyum dan berlari menuju kamar nya untuk mengambil tas dan kunci motor nya
" hah.... apa tak ada lagi yang tinggal di rumah ini.... " Ara melihat sekeliling rumah
rumah yang tak begitu besar dan tak begitu kecil tapi ini sangat nyaman berlantaikan dua dengan halaman yang luas...
" klek..... "
Ara melihat sekeliling kamar dicarinya sosok suaminya tapi tak ada tanda-tanda orang di dalam kamar tersebut
" apa aku salah masuk kamar.... "
" tapi benar ini yang Zahra tunjukkan tadi ... "
" kau bisa menaruh kopinya di atas meja itu... " ujar hasby yang baru masuk dengan menjing-jing sebuah laptop di tangan nya
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
terima kasih 🤗??