ARABELLE

ARABELLE
part 197



" apa kau sudah bertemu dengan Zahra, Zahra ada di balkon dia kelihatan nya sedang bersedih.... ajaklah kemari ... " ujar Ara pada Willy


" heuh... sebaiknya kau urus tuh calon bini mu itu... sebenarnya apa yang telah kau perbuat pada nya sehingga ia bersedih ... " ujar Ney


" aish ... " Willy melihat ke arah Hasby yang setia duduk di samping istrinya


" susul lah .. " ujar hasby


Willy pun beranjak dari tempat duduknya


" gue tinggal dulu bang ... " ujar Willy pada Alfin seraya menepuk pundak alfin


" santai bro .. " ujar Alfin


Willy pun pergi meninggalkan para sahabatnya itu


" Ra.... apa benar dia ingin menikah dengan adik ipar mu... bukan nya mereka sedang kuliah dan menurutmu mereka sudah seperti tom and Jerry dan kenapa mendadak mereka ingin segera menikah ?... " ujar Ney


" mmm... aku juga tak mengerti bahkan tak menyangka mereka bisa bersama padahal waktu aku di sana mereka masih seperti tikus dan kucing berantem terus jika mereka bertemu... " jelas Ara


" aish, nama nya juga jodoh ya Ra, GX da yang tau... " ujar Ney


" mmm kau benar... " Ara membenarkan itu


" akhirnya kita ketemu bang... " ujar Alfin pada hasby seraya menyodorkan tangan nya untuk menjabat tangan


" mmm... wajahmu persis ayahmu .. " ujar hasby seraya menerima uluran tangan Alfin


" really.... " ujar Ara kaget dan mencari kebenaran pada sahabat nya itu


" ya... bagai pinang di belah dua... " ujar Ney tersenyum bangga


" astaga... ko bisa jadi pengen punya yang seperti itu... " ujar ara antusias pada suaminya


" ya , bahkan aku juga merasa seperti itu Ra... " ujar Ney tak kalah antusias


" pengen apa ? " tanya Alfin heran dengan kelakuan kekasihnya itu


" anak yang persis bapaknya.. " jawab Ney dengan polosnya


" kawin dulu... baru kau punya yang seperti itu... " ujar Willy


" heh... kenapa kau kembali lagi... mana calon bini mu .. " teriak Ney


" berisik .. ponsel ku ketinggalan... " ujar Willy santai dan berlalu pergi setelah mendapatkan ponselnya


" aish.... kawin ??? emang bisa langsung dapat yang seperti itu... " ujar Ney


Alfin yang mendengar ocehan Ney hanya bisa menepuk jidat


" sudah sayang berhenti membicarakan itu... sebaiknya kita fokus pada tujuan Kita datang ke sini... " ujar Alfin tersenyum


" aahh.... kau benar sayang... aku hampir lupa.. " ujar Ney


" aku udah tahu ... apa yang kalian ingin sampaikan... " ujar Ara


" tau.. aishh... pasti mommy yang memberitahukan nya terlebih dahulu.... " dan Ara pun langsung menganggukkan kepalanya


" Selamat untuk mu Ney... " Ara memeluk erat tubuh sahabatnya itu


" ko bisa si bang mau melamarnya... " ujar Willy kembali pada Alfin


Alfin yang mendengar itu langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


Willy dan Zahra pun ikut bergabung dengan mereka dan akhirnya tiga sahabat yang sudah lama tak berkumpul kembali berkumpul dengan pasangan masing-masing


" Zahra... sebaiknya kau pertimbangan kembali untuk menikah dengan cowok seperti dia " ujar Ney


Zahra pun langsung merespon dengan sebuah senyuman


" kau benar Ney, apa sebaiknya aku batalkan saja pernikahan ini... " ujar Zahra seraya tersenyum


" aish.... bang kau juga harus mempertimbangkan nya lagi untuk menikahinya, aku rasa standar mu menjadi menurun setelah ku tinggal .... " ujar Willy pada Afin


Alfin tak menanggapi nya justru Ney yang masih emosi


" aish,... apa benar begitu sayang .. " tanya Ney pada Alfin


" tidak, kamu adalah pacar pertama dan terakhir untukku .... " jelas Afin


" sungguh... " Ney langsung mendekat dan memeluk pinggang Alfin


" aish.... " Willy memalingkan wajahnya


" khemmm.... ingat masih belom muhrim... " ujar Ara


dan Ney pun langsung melepaskan pelukannya sambil tersenyum kuda


" aku adalah cewe yg pertama dan terakhir untuk nya apa kau mendengar nya... " ujar Ney seraya memeletkan lidahnya


" tapi sayangnya mungkin bang Alfin bukan yang pertama mungkin yang kesepuluh atau dua puluh ... yang sabar ya bang.... " ujar Willy


Ara dan hasby dibuat pusing dengan perdebatan yang tak berfaedah itu dari kedua sahabatnya sehingga membuat perut hasby kembali mengngejolak ingin ke luar


" cukup kalian sebaiknya pulang aku pusing melihat kalian tak ada hentinya untuk berdebat.... " ujar hasby seraya menutup mulutnya mengunakan tangan


karena sudah merasa tak tahan untuk memuntahkan isi perutnya hasby pun langsung berlari menuju kamar mandi


dan itu berhasil membuat semua orang melihat ke arah Hasby


" Ra ada apa dengan suamimu... " ujar Willy datar


" kaya nya dia marah ... " ujar ney datar


" mmm iya dan itu karena perbuatan kalian berdua... " ujar Zahra tegas dan seraya berdiri dari tempat duduknya


" loe si Ney.. loe berisik banget... " ujar Willy


" yang ada juga loe Bambang... " teriak Ney


" aish.... kalian masih saja sama seperti dulu... kapan kalian bisa berubah..


aku juga pusing melihat kalian selalu berdebat... aku masuk kamar dulu.. bang Afin Ara pamit ya dan mohon maklumi... " ujar Ara dan langsung menyusul suaminya


" aish... CK CK CK.. aku juga mu masuk kamar dan untuk kalian berdua tuh pintu keluarnya dan silahkan lanjutkan di luar saja... " ujar Zahra seraya menunjuk ke arah pintu


" aish.... " ujar Willy


Afin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya


" sudah-sudah sebaiknya kita cepat pulang , jangan saling menyalahkan karena ini salah kalian berdua... " ujar Alfin seraya merangkul dua orang bar-bar itu....


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen