
Ara mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur karena melihat hasby langsung duduk di kursi Ara berpikiran tak mau duduk berhadapan dengan suaminya
" hah.... ini sangat membosankan " batin Ara
Ara melihat sekeliling kamar suaminya yang hampir sama dengan milik Zahra dominan warna gelap
" gitar... "
Ara pun beranjak dari tempat duduk nya dan langsung berani menuju balkon kamar
" sungai.... "
" sejuk...."
Ar melihat ke arah hasby yang masih sibuk dengan laptop nya
" huh..... "
sebenarnya hasby mengerti bahwa istrinya itu sudah merasa bosan
hasby meninggalkan tempat duduk nya dan beranjak mendekati arabelle yang masih betah di balkon dengan membawa sesuatu di tangannya
" duduk lah... " ujar hasby
" hah .. " Ara melihat ke arah Hasby
Meraka pun berdua pun duduk bersebelahan
" kalau aku boleh tau kau menganggap ku itu seperti apa ? " tanya hasby tiba-tiba
" ah.... " Ara kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan hasby
" kau bodoh atau apa ... sudah jelas kau itu suamiku... " ujar Ara langtang
hasby yang mendengar itu langsung tersenyum senang
" seberapa penting aku untuk mu ?"
" penting... bukankah sudah sewajarnya kau itu suamiku ,dan sudah sewajarnya kau itu penting untuk ku karena kau itu keluarga ku satu-satunya... " ujar Ara
" hanya itu... "
" mmmm....."
" terus... kau itu... " ujar hasby santai dengan memainkan gitarnya
" aku itu ya istri mu bodoh... " Ara kaget replek dengan jawaban nya " hah kau apaansi... "
dan itu berhasil membuat hasby tersenyum kembali
" hah... sebenarnya kau ingin apa si... ? " ujar Ara tegas
hasby menatap lekat kearah Ara
" dengarkan aku baik-baik... aku hanya ingin menikah seumur hidup sekali dan menjalani pernikahan ku dengan normal dan bahagia dengan pasangan ku....."
" mmm.... terus.... "
" aku ingin memulai semua itu ... kebagian " ujar hasby dengan pandangan terus tertuju pada wajah Ara
" hah....dasar bodoh ..... kau menganggap ku suamimu bahkan kau pintar dalam beragama tapi kau seolah-olah tak mengerti semua itu... "
" hah.... kau nya saja yang tak jelas.... setidaknya kau ungkapkan dulu perasaanmu pada ku agar aku tau dan aku bisa membalas perasaanmu... " batin Ara
" apa aku boleh mencium bibir mu " ujar hasby
" hah... " belom sempet Ara menjawab hasby langsung melahap bibir manis milik Ara
" seperti nya aku sudah kecanduan dengan bibir mu ini... " batin hasby
" tunggu.... " Ara mendorong tubuh hasby dengan sekuat tenaga agar bisa lepas dari ciuman tersebut
" apa aku boleh bertanya..." ujar Ara
" mmmm... apa ? " hasby mengulum bibirnya dengan begitu seksi nya
" apa kau menyukaiku... " ujar Ara tegas
" aku butuh kepastian ... " lanjutnya
" hah..... ". hasby membuang nafas panjang
" jika aku tak mencintaimu aku tak akan menikahi mu ... jika aku tak mencintaimu akau tak akan mendekat ke arah mu dan mencium bibirmu " jelas hasby dengan mengusap lembut bibir milik Arabelle
" hah... "
" apa kau sudah puas...."
" tapi kau tak pernah menyatakan perasaan mu " Ara mulai gusar
" bahkan kau selalu bersikap buruk terhadap ku bahkan kau tega meninggalkan aku , apa itu yang di namakan cinta " ujar Ara
" hah.... " hasby kembali membuang nafas panjang
" maaf.... "
" sejak kapan ? " tanya Ara
" apa ? "
" kau mulai menyukai ku... "
" tak tau... " jawab hasby enteng
" kau sendiri apa kau sudah menyukai suamimu ini ? "
" ga tau... "
" hah... kau harus menyukai ku ... " ujar hasby tegas
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
terima kasih 🤗