
" Alhamdulillah urusan dengan wanita itu sudah beres, kali ini aku bisa tenang melihat hubungan anak laki-laki ku... " ujar mamah Yuli ambigu kini mamah Yuli sedang duduk di balkon kamarnya sambil menikmati pagi yang cerah
" mah... sedang apa ? " ayah Dicky menghampiri istrinya dan memegang pundak istrinya dengan lembut
" ayah... ada apa yah... " mamah Yuli langsung berhadapan dengan suaminya
" ada Kitty , tedi dan anaknya datang berkunjung mah, Ney juga ada dibawah .. " ujar ayah Dicky
" hari yang cerah... " mamah Yuli memandang langit yang begitu cerah... " sebentar ya mamah akan pesankan makan dulu kayanya stok makanan di kulkas sudah menipis... sekalian mamah ingin menghubungi mommy nya Ney untuk segera datang juga... " ujar mamah Yuli antusias
" atur saja semua nya sama istri ku ini tapi jangan lupa kacang rebus ya mah pesankan sama duren ya mah kayanya ayah pingin makan itu..... " ujar ayah Dicky tersenyum
" baiklah ayah... ayah turunlah terlebih dahulu... " ujar mamah Yuli
*
" sayang bangunlah ada baby Raffa dan Ney datang berkunjung... " ujar Ara pada suaminya
" sayang entah kenapa akhir-akhir ini badanku terasa sangat lemas.. " ujar hasby
" lemas apanya ? barusan kau buat pinggangku pegal gini main dengan penuh semangat gitu " batin Ara
" tapi kenapa sekarang mendadak lesu gitu " batin ara dan Ara pun langsung Memegang kening milik hasby
" tidak hangat... " ujar Ara
" sebaiknya mas bangunlah terlebih dahulu hayu mandi agar lebih segar "
hasby pun mengikuti semua yang di sarankan oleh Ara tapi tetap saja ia masih bergelayutan di pundak Ara tak ingin lepas dari Ara
" pagi semuanya... " ujar Ara
Ara dan hasby pun langsung ikut gabung duduk di atas sopa
" pagi juga sayang ...." ujar mamah Yuli dan Kitty kompak
'' Ra ada apa dengan suami mu itu... " ujar Ney
" ia Ra, udah seperti pengantin baru saja nemplok terus kaya cikcak ... " timpal paman tedi
hasby tak menggubris perkataan dari pamannya itu ia justru malah asyik bersandar di pundak istrinya
" tau nih, katanya akhir-akhir ini badannya sangat aneh " jelas Ara
" aneh gimana sayang, apa dia sakit " tanya mamah Yuli
" tapi suhu badannya tidak panas mah.. "
" biarkan saja si mah mungkin dia lelah dengan semua pekerjaan nya " timpal ayah Dicky
" Bu.... makanan nya sudah datang... ' ujar simbo
khoekkk...Hoek.... Hoek...
tiba-tiba saja hasby mendadak menjadi mual
Ara dan yang lainnya langsung merasa heran dan panik
khoekkk... Hoek... Hoek...
kini ia tak sanggup lagi untuk menahannya dan langsung berlari menuju tempat kamar mandi berada Ara yang cemas akan suaminya ia pun segera pergi untuk menyusul suaminya
" kamu ini kenapa mas ? apa perut mu sakit apa kepalanya pusing tidak... coba katakan pada ku mas " ujar Ara cemas
" aku tidak tahu perutku tiba-tiba saja mual "
mereka pun langsung kembali ikut bergabung dengan yang lain
Hoek... Hoek.... " sayang sebaiknya kau duluan saja aku harus kembali ke kamar mandi lagi " ujar hasby
" apa tida apa-apa mas.. " ujar Ara cemas
" Ra kenapa dengan hasby... ? " tanya Kitty
" Ara juga tidak tahu bi ? "
" masuk angin kali Ra.. " timpal Ney
" ada apa sayang ? " ujar mommy yang baru saja tiba
" mom, kapan datang ? " Ara langsung mendekat ke arah mommy Ney
" ada apa dengan suami mu nak ? " tanya kembali mommy
" mungkin benar kata Ney mas hasby masuk angin mom "
" terus dia sekarang ada di mana ? "
" tuh... " tunjuk Ara pada suaminya yang sedang berjalan ke arah mereka dengan menutup mulut dan hidung nya
" mah ini bau apa si ? kenapa perut ku sangat mual menciumnya " ujar hasby
" ini kan wangi duren kesukaan mu sayang.. ayah mu yang memesankan nya karena kita semua suka dengan buah ini... " ujar mamah Yuli
" mah benar baunya ini membuat perutku kembali ingin muntah... " hasby kembali berlari menuju kamar mandi dan disusul oleh Ara
" mas.... " Ara pun ikut berlari menyusul suaminya
☘️☘️☘️