
" aku sangat bangga pada mu Zahra " Ara memeluk erat tubuh Zahra
deretan penghargaan dari berbagai bidang akademik ataupun non akademik dari penghargaan balapan nya pun tertata rapih di dalam lemari tersebut...
" sebenarnya kau orang ke empat yang aku perlihatkan ini... "
" sungguh..... makasih Zahra aku sangat bangga padamu terima kasih sudah memperlihatkan nya padaku .. "
" mmm.... "
" ternyata di balik kamar ini terlahir nya anak yang berprestasi dan berbakat... apa aku juga harus Menganti suasana kamar ku agar aku bisa mendapatkan penghargaan sebanyak mu Zahra... " ujar Ara tersenyum
" haha....kaya nya tidak cocok dengan gaya mu Arabelle... " cercah Zahra
" haha..... gitu ya... aku juga GX kalah keren dengan mu aku juga jago silat dan karate walaupun aku tak seberani dengan mu bisa naik motor... melaju bebas di jalanan dengan motor gede mu itu... "
" sungguh kau menguasai semua itu... " tanya Zahra dan dapat anggukan kepala dari arabelle
" mmm.... untuk pertahanan diri saja Zahra "
" aku setuju... karena aku juga seperti itu... " Zahra mengangguk-angguk kan kepalanya
" kruyuk.... kruyuk.... " bunyi suara perut Zahra
" hehehe.... lapar... " Zahra memegang perutnya dengan gigi kudanya yang tersusun rapi
Ara yang mendengar itu langsung tersenyum " ayo aku akan buatkan makanan untuk mu... "
mereka pun langsung menuju ke arah dapur untuk membuat makanan karena Zahra yang belum sempat sarapan ...
belum sempat Ara membuka kulkas Zahra sudah meminta menu sarapannya pada Ara
" buatkan aku nasi goreng ya... " Zahra langsung meminta kakak ipar nya untuk membuatkan makanan kesukaannya
" baiklah... " ujar Ara tersenyum dengan pandangan mata melihat sekeliling dapur yang cukup besar itu dengan interior yang sangat indah
" apa yang kau cari... "
" ah ... tidak... aku hanya senang bisa berdiri dan masak di dapur ini ... interior dapur ini sangat bagus... "
" jika Nene masih ada pasti ia senang melihat mu Arabelle... " lanjut Zahra
" sungguh... "
" mmmm..... "
" ceritakan tentang Nene sedikit Zahra...aku ingin mendengarkan nya... " ujar Ara sambil melakukan aktifitas nya memasak
" beliau itu asli keturunan indo dan Belanda beliau orang tua yang sangat cerewet , tapi entah kenapa kakak ku lebih memilih dekat dengan nya dan ia memilih ikut dengan nya saat menginjak remaja untuk menetap disini dan tumbuh besar di sini alhasil dengan didikan Nene ia tumbuh menjadi sosok pria yang dingin sedingin salju... "
" kenapa malah membahas kakak mu Zahra..." potong arabelle
" aahhh sapa tau kau juga ingin dengar kisah kakak ku Ara... " ledek Zahra
" mmm..... "
" lanjut ..... " ujar Zahra
" tidak Zahra.... sebaiknya kau makan dulu ... nasi gorengnya sudah siap... " Ara menyodorkan sepiring nasi goreng dan sendok di tangannya
" aahhh aku bisa menceritakan nya sambil makan arabelle... "
" tidak ... tidak .... Zahra sebaiknya kau makan dulu saja.... tidak baik makan sambil berbicara.. aku akan duduk menemanimu sambil aku melihat ponsel ku... " ujar Ara
" mmm.... baiklah... " Zahra pun langsung melahap nasi goreng spesial buatan Ara dengan sesekali melihat ke arah Ara yang senyum-senyum sendiri dengan ponselnya itu.
" kayaknya ada yang seru dengan ponselmu kakak ipar.. ? "
" mmm.... tidak Zahra... aku hanya membuka isi pesan dari teman-teman ku... "
" btw.... apa kau sudah bertemu dengan teman mu yang ada di sini... ? " tanya Zahra
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
terima kasih 🤗