
" kau masih sering ketemu dengan dia.... " tanya Ney
" siapa ??? " ujar Ara bingung
" maksud nya cowo yang kau tabrak motor nya... yang barusan.. "
" cowo aneh , beberapa kali suka ketemu dan dia juga sempat mengikuti ku sampai ke yayasan dan memberikan mereka mainan .... " jelas Ara santai
" tapi jujur aku merasa risih... seakan ada maksud dari semua itu... " lanjut Ara
" sebaiknya kau menghindar dari nya... " Ney memperingati ara
" mmmm...... " Ara menganggukkan kepalanya
* *
" suamiku.... apa sebaiknya kita belikan tiket bulan madu untuk anak kita... apa ide ku bagus sayang... " ujar mamah Yuli
" mah.... Ara kan harus kuliah.... " ujar ayah Dicky sibuk dengan dokumen di tangan nya
" itukan bisa kita minta cuti sebentar.... "
" mah.... apa sebaiknya kita obrolin ini di rumah saja.... aku sibuk dengan pekerjaanku... "
" aishhh..... aku sempetin kesini loh yah ninggalin pekerjaan ku juga di restoran hanya untuk bilang ini agar nanti aku tidak lupa... "
" sayang .... itu ide yang bagus tapi nanti lagi kita bahas di rumah ya... " ayah Dicky mengusap lembut wajah istrinya
" baiklah.... aku pergi.... " mamah Yuli pergi dengan bibir di majukan
" ini ide memang sangat bagus , aku harus pesankan dia tiket bulan madu dan akan aku urus semua keperluan nya " ujar mamah Yuli ambigu dengan senyum devil nya
* * *
Amsterdam
" byur.......... " minuman yang digenggam Zahra tumpah karena tak sengaja tersenggol oleh segerombolan pemuda yang lewat sambil bercanda
" ****..... " Ara membersihkan baju yang terkena guyuran air
" sorry... " ujar pemuda tersebut
Zahra langsung menengok kan tubuhnya ke arah pemuda tersebut
" kau " Zahra menatap tajam ke arah Willy
" ehh... si cewe gila.... " ujar Willy
" bukan nya bilang terima kasih ... malah marah-marah GX jelas... untung aku yang menemukannya jika orang lain .... dasar cewe gila " umpat Willy kesal pada Zahra.
" loe yang gila.... " teriak Zahra
Zahra langsung menatap ke arah pemuda yang mengumpatnya
entah kenapa semenjak pertemuan pertama mereka saat mengembalikan dompet Zahra yang hilang mereka bukan nya menjadi teman baik karena Willy berhasil mengembalikan dompet nya tapi yang terjadi mereka seperti Tom dan Jerry bertengkar karena ke salah pahaman Zahra mengira Willy yang mengambil dompetnya karena merasa karena dengan dia bertabrakan saat dompetnya hilang padahal bukan Willy
" aku tidak mengerti kenapa arabelle menjalin persahabatan dengan mu... cowo ko mulutnya kaya cewe... " sindir Zahra
Willy menatap tajam ke arah Zahra dan begitu juga Zahra menatap balik dengan tatapan tajam nya
" aku harap tak pernah ketemu dengan mu lagi... " Ara menekan kan setiap katanya dan langsung meninggalkan gerombolan Willy
* *
kini Ara dan Ney sudah berada di yayasan mereka sedang asik bercanda sambil belajar Ara dan Ney sudah lama sering datang ke sini bahkan Ney menjadikan ini tempat merenung nya saat ia merasa sedang pusing dengan kesibukannya atau masalah nya karena disini ada umi Yasmin yang akan menemaninya dalam situasi apa pun
" assalamualaikum.... " ujar seorang pemuda yang baru datang dengan kedua tangan penuh dengan jinjingan
" waalaikum salam.... " Jawab mereka kompak termasuk Ara dan Ney
" dia.... " ujar Ara dan Ney kompak
Raka mengangkat kedua tangan yang penuh dengan jinjingan sambil memperlihatkan deretan giginya yang rapih
" dokter.... " teriak anak-anak kompak
" anak-anak dokter kali ini bawakan kalian baju... "
" yyeeeeyeeeee yeeee baju baru..... baju baru..... " begitulah antusias nya anak-anak bahagia girang saat mendapatkan hadiah
" yeye.... Om dokter baik... " ujar salah satu anak
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen