ARABELLE

ARABELLE
part 196



entah kenapa akhir-akhir ini cuaca selalu berubah-ubah sebentar hujan dan dalam sekejap berubah menjadi sangat panas...


seperti suasana di dalam ruangan sepasang suami istri sedang memperdebatkan nasib kehidupan anak-anak nya...


" yah... mamah bisa apa walaupun aku menentang pernikahan ini juga aku bisa apa , bagaimana jika Ara mengetahuinya, dia meninggalkan kita semua terus bagaimana nasib anak kita hasby tak mungkin Ara tak merasa kecewa pada kita syukur-syukur dia hanya merasa kecewa saja bagaimana jika dia sampai meninggalkan kita dia pergi dari kita belom lagi kehidupan putri ku yah .. Zahra juga berhak untuk bahagia yah... " jerit tangis mamah Yuli yang merasa sedih akan nasib anak-anak karena merasa kecewa dengan keputusan suaminya


" aku juga bingung , tapi ayah yakin Ara tak akan sampai pergi meninggalkan kita, kita semua melakukan ini semua karena untuk kebaikannya , sedangkan Zahra .... ayah yakin dia akan bahagia , Willy tak seburuk itu aku yakin dia pria baik walaupun latarbelakang ayah nya seperti itu tapi dia sudah lama tidak hidup dengan nya.. Zahra biar ayah yang jamin mamah tak perlu kuatir..."


" hah.... yah... menikah itu bukan untuk sehari dua hari yah tapi komitmen untuk seumur hidup yah... menjamin kebahagiaan putri mu hah.... yah.... mamah merasa sangat kecewa pada keputusan ayah ... "


ayah Dicky mendekat ke arah istrinya..


" mah .... jangan seperti ini... ayah yakin semuanya akan baik-baik saja , tak perlu kuatir... ayah mohon dukungan mamah yang seperti biasanya... aku hanya membutuhkan itu darimu agar aku lebih yakin dengan keputusan ku .." ujar ayah Dicky


" hah.... " mamah Yuli membuang nafas panjang


ayah Dicky langsung menggenggam tangan istrinya dengan lembut


" terserah, aku hanya bisa mendoakan agar semua nya akan baik-baik saja hanya itu... " mamah Yuli langsung membuang muka dan melepaskan genggaman tangan nya dan beranjak pergi meninggalkan suaminya...


" hah..... " ayah Dicky membuang nafas panjang


* *


Zahra terus saja menatap dengan tajam ke arah pemuda ganteng yang sebentar lagi akan menyandang sebagai sang suami..


" berhentilah menatap ku seperti itu... " ujar Willy


" hah... " Zahra membuang nafas panjang tapi pandangan nya masih tertuju pada Willy


" Kenapa kau jadi sering berkunjung ke rumah... " ujar Zahra sewot


" aku juga tak ingin sering-sering berkunjung ke sini tapi ayah mu lah yang memintanya... " ujar Willy santai.


" aish.... apa kau bisa membatalkan pernikahan ini, aku muak dengan semuanya aku capek harus berakting menjadi wanita yang lugu yang mencintaimu ingin rasanya aku cepat-cepat kembali ke Amsterdam... "


" kayanya susah... dan aku sarankan tetaplah berakting ... " ujar Willy tersenyum


" aish... dasar cowok rese... " Zahra menatap tajam ke arah Willy


" berhenti membulatkan matamu itu apa kau tak merasa sakit... aish ... "


Zahra tak menggubris ia lebih memilih menghentakkan kakinya dengan kencang dan langsung pergi meninggalkan Willy


tapi beda dengan Willy melihat itu dengan sebuah senyuman


" Willy...... " teriak Ney yang baru saja sampai di depan pintu dengan seorang pria tampan yang berjalan di belakangnya


Willy yang mendengar itu langsung melihat ke arah suara...


" hah, tak berubah... " ujar Willy pada sosok Ney


" ternyata kabar yang beredar itu benar, kau akan menikah dengan Zahra ... aish... ko bisa ??? " ujar Ney


" bisa saja kan.... " ujar Willy santai sambil mengangkat sebelah tangan nya untuk menyapa seorang pemuda yang berada di belakang Ney


" kalian saling kenal " ujar Ney


dan dapat anggukan kepala dari Alfin


" aish.... ko bisa ? " ujar Ney kembali.


" Yap... seperti kata mu ko bisa ??? ko bisa si pemuda setampan dan berkarisma begini bisa jatuh cinta pada cewe bar-bar seperti mu ini... CK CK CK. ..." ujar Willy sambil menggelengkan kepalanya


" bar-bar .... ? " ujar Ney


" mmm .... " Willy membenarkan semua itu


" GX salah .... loe kali cowo bar-bar paket komplit , gue si anak baik-baik ya cewe rumahan begini di bilang cewe bar-bar... aish... " ujar Ney tak terima


Alfin yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya karena melihat dua bocah bar-bar yang tak ingin di bilang bar-bar satu sama lain


" sudah-sudah tak enak dengan yang punya rumah .. " ujar Alfin karena melihat Ara dan hasby yang sedang berjalan menuju ke arah mereka


" bagaimana kabar mu bro . " ujar Willy


" baik, kau banyak berubah ... " ujar Alfin sambil melihat Willy dari bawah sampai atas


" haha.... bisa saja mas bro ini... " ujar Willy


" bebz... ko bisa kenal dengan nya... " ujar Ney


" dia teman sepenongkrong an waktu dia masih sekolah dia sering nongkrong bareng... " ujar Afin


" hah.. aku tak percaya mereka saling kenal bahkan dekat " batin Ney


" kenapa berdiri saja, ayo duduk... " ajak Ara pada mereka dan mengarahkan mereka keruang santai


Ara melihat ke arah Ney yang sedang mengandeng tangan pacarnya


" khmmm ingat bukan muhrim... " ujar Ara pada ney


Ney yang mendengar itu langsung tersenyum seraya melepaskan tangannya


" hheee... maaf Bu haji .. " ujar Ney sambil menunjukkan giginya


" Nora.. kelihatan bangat baru punya pacar... " ejek Willy


Ney yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah Willy


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen


selamat tahun baru semuanya ... 🤗🙏


semoga lebih baik lagi kedepannya 🙏🙏🙏