
kini hasby sudah duduk disamping Ara yang sedang terlelap tidur tanpa aba-aba hasby menggeser kedua tangan Ara yang berada di perutnya
di tarik nya baju Ara keatas dan ditaruhnya kain yang sudah di celupkan ke dalam air hangat di atas perut Ara
" mmmm.... " Ara merasa terganggu dengan aktivitas di perutnya
" tidurlah... aku kompres perutmu.. apa dengan begini sudah agak membaik... " ujar hasby
" akhhhhhh.... biar aku saja yang melakukannya... " ujar Ara malu karena bagian tubuhnya terlihat oleh hasby
" diamlah ... kau berbaring saja... atau kau lanjut tidur saja.." ujar hasby masih mengompres
muka Ara sudah berganti warna menjadi merah karena merasa malu dengan situasi seperti ini
" tidak aku harus menghubungi seseorang... " ujar Ara
" siapa... ??? " hasby replek bertanya
" hanya teman kampusku, aku tak mungkin berangkat dengan keadaan seperti ini.. " jelas Ara
" oohh... " hasby ber oh ria
setelah menghubungi teman sekelas nya Ara kembali berbaring..
" kenapa kau kembali begitu cepat, bukan nya kau harus tinggal di sana selama 1 tahun.. ini baru 3 bulan " ujar Ara datar
hasby menatap ke arah Ara dan Ara membalas tatapan mata suaminya
" kenapa kau lebih suka saat suamimu tidak ada.. " hasby berhenti mengompres
" bukan begitu.... " ujar Ara
" jika kau lebih suka saat aku tidak ada , aku akan pergi kembali... " ujar hasby
" jangan... " Ara langsung memotong pembicaraan hasby
hasby kembali menatap tajam ke arah Ara kali ini
" Kenapa ?? "
Ara menundukkan kepalanya " jika kau pergi lagi aku disini sendiri... kau keluargaku satu-satunya .. " ujar Ara sedih
" keluarga hanya di atas kertas .... " ujar hasby
Ara kali ini memberanikan diri untuk menatap ke arah Hasby
" sudahlah jangan menangis... " hasby mengusap kedua wajah Ara
" jangan pergi .... " Ara kembali memohon
" mmmm ...." hasby menganggukkan kepalanya
" apa masih sakit.... " hasby mengusap perut milik Ara
" mmmm.... jangan geli.... " Ara menjauhkan tangan milik hasby dari perutnya
" mau di peluk...." ujar hasby pede
" tidak, makasih... " ujar Ara malu dan sedikit menjauh
" oh ,,, baiklah... karena kau tidak mau di peluk aku berangkat dulu... " ujar hasby langsung berdiri
Ara menatap ke arah Hasby sehingga mata mereka saling bertemu
" jika kau ingin pergi .. pergi saja lah... " ujar Ara sedih
" baiklah... jaga dirimu baik-baik ya... " hasby mengusap ujung kepala Ara
" menyebalkan .... aku sudah jujur dengan semua perasaanku... tapi lihat dia justru tega meninggalkan istri nya saat sakit begini... " gerutu ara
Ara kembali memegang perutnya dengan kedua tangan nya
hasby yang mendengar itu langsung tersenyum karena ia tak benar-benar pergi ia hanya ingin menelepon ke sekretaris nya yang ada di sini
" manisnya... " ujar hasby tersenyum
hasby pun segera bergegas turun untuk menemui ayahnya untuk mengobrol kan masalah kantor
" mah , apa ayah sudah berangkat ke kantor... " tanya hasby
" ayahmu barusan ia berangkat , ada apa "
" tidak, hanya masalah kantor... "
hasby pun kembali mengeluarkan ponselnya setelah beres dengan ponselnya ia kembali lagi ke dalam kamar rupanya ada mamah Yuli yang sedang memberikan jamu untuk Ara
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️