
kini Ara sudah berbaring di atas tempat tidur dengan selimut hampir menutupi seluruh tubuhnya
" aku masih belom terbiasa dengan semua ini... " batin Ara
" aku harap pagi segera datang... " lanjutnya
hasby masih setia dengan buku yang ia bawa dari Amsterdam ia membaca buku sambil Membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur ia tak memperdulikan orang yang berada di sampingnya yang tidak bisa memejamkan matanya
Ara terus saja menarik nafas dalam-dalam berusaha mencari udara
"akhhhhhh....." Ara tiba-tiba teriak saat hasby menyibakkan selimut nya sebagian
" bodoh... kau bisa mati jika kau menutup semua tubuhmu... " ujar hasby
" akh..., aku tidak bisa tidur... " ujar Ara To the point
" apa karena ada aku disamping mu... kau merasa terganggu... " ujar hasby
" maaf... " Ara menundukkan wajahnya
" mulai sekarang biasakan lah.... " ujar hasby dengan pandangan nya masih tertuju pada buku di tangan nya
" hah...." Ara merasa tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar
" sudah tidur lah... sudah terlalu malam, kau besok bisa telat bangun...." hasby kini menutup buku di tangan nya dan langsung menatap ke arah Ara
Ara yang merasa ditatap merasa malu dan GX nyaman...
" kau potong rambut... " ujar hasby melihat berambut Ara tergerai dengan indahnya
" mmmm .... " ujar Ara singkat karena merasa sudah tidak nyaman dengan situasi kali ini Ara langsung membalikkan badannya menghadap ke arah samping
dan hasby yang melihat itu pun langsung membalikkan badannya ke arah berlawanan
adzan subuh sudah berkumandang tapi Ara dan hasby masih betah dengan guling barunya mereka saling berpelukkan dan saling mencari kehangatan masing-masing karena suhu udara yang menurun di akibatkan diluar sana sedang turun hujan cukup deras..
Ara yang merasa tubuhnya sudah untuk digerakkan ia segera membuka matanya secara perlahan...
" kenapa tubuh ku susah sekali untuk digerakkan... " kicau nya
Ara mendengar suara hujan turun begitu nyaring ia tak mendengar suara adzan mungkin di akibatkan oleh turunnya hujan yang cukup lebat lalu ia membuka matanya dengan lebar karena merasa tubuh yang susah untuk digerakkan juga.
" astaghfirullah " ujar Ara kaget saat wajah nya terlalu dekat dengan wajah suaminya
"pantas saja tubuh ku susah untuk digerakkan " batin Ara
" mas,... " panggil ara
" mas bangun " Ara mengerakkan seluruh tubuhnya agar bisa terlepas dari dekapan suaminya
hasby yang merasa tidur nya terganggu pun membuka matanya dengan sangat berat
" kenapa...? " ujar hasby dengan suara serak nya
" bangun, tolong lepas ..." ujar Ara dengan muka yang sudah tak bersahabat
" apa...." hasby masih tak mengerti
" ini..." Ara mengerakkan seluruh tubuhnya
" mmmm..... " hasby mengerti dan langsung melepaskan dekapan nya
" huhhh.... " Ara pun langsung bergegas menuju kamar mandi dengan perasaan tak karuan tepatnya tak terima ia di perlakukan seperti itu karena merasa belum siap
hasby mengusap wajah dan langsung mengambil ponselnya untuk melihat jam...
" turun hujan.... " ujar hasby ambigu
hasby mengingat kembali kejadian barusan sehingga membuat nya sedikit tersenyum
Ara kembali lagi ke arah kasur untuk mengecek sesuatu...
" cepat lah waktu subuh akan segera habis sebaiknya cepat ambil wudhu.. " ujar Ara dengan masih berdiri di samping tempat tidur
" ooh ... ok... kau tidak keberatan aku duluan ... " ujar hasby
" cepatlah.... waktu nya sudah hampir mepet... " ujar Ara sewot dengan mata yang sudah melotot
" ok... ok.... tapi biasa saja donk " goda hasby, hasby pun langsung berlari menuju kamar mandi dengan perasaan senang
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️