ARABELLE

ARABELLE
part 119



Ara sedang asik dengan buku-buku nya dengan laptop yang terus menyala tugas kuliah yang menumpuk membuat ia jarang keluar kamar


" tok...tok... tok... " suara ketukan pintu


Ara pun beranjak untuk membukakan pintu


dilihatnya ibu mertua nya


" mah... " ujar Ara tersenyum


" sayang sedari pulang belum melihat mu turun jadi mamah khawatir , mamah bawakan jus kesukaanmu... " ujar mamah Yuli


" makasih , Ara sibuk ngerjain tugas mah jadi Ara belom sempat nemuin mamah di bawah... masuk mah... " Ara mengandeng tangan ibu mertua nya masuk


dilihatnya di atas meja berserakan berbagai buku dari yang tipis sampai yang tebal...


" sayang , lanjutkan lagi saja belajar mu pasti kau sangat sibuk akan tugas-tugas mu dan pasti banyak , tapi kau minum jus ini dulu... " ujar mamah Yuli


" mmm ia mah... " Ara mengambil jus yang berada di tangan mamah Yuli


" tapi belajar nya jangan sampai malam ya jika kau sudah lelah pergi lah tidur... " ujar mamah Yuli


" mmm " Ara tersenyum


mamah Yuli mengusap ujung kepala Ara " selamat malam sayang... " ujar mamah Yuli


* *


suara adzan subuh sudah berkumandang Ara bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan melakukan kewajibannya


" menurut mamah yang akan datang tak begitu penting ... apa tak apa kalau aku pulang telat... "


Ara merapikan kerudungnya dan ia segera turun dengan menjing-jing tas di tangan nya dan bingkisan cukup besar di tangan satunya


" pagi ayah... " ujar Ara


" pagi sayang.... "


" kau bawa apa itu sayang ? " tanya ayah


" ini buku Ara yang sudah tidak terpakai yah akan Ara sumbangngin dan yang satunya tugas-tugas Ara ,Ara akan serahkan kesemua dosen yang bersangkutan " ujar Ara sambil tersenyum


" ayah mau menyumbang apa ? " tanya Ara


ayah Dicky mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang pecahan ratusan ribu sebanyak 10 lembar


" ayah hanya bisa ngasih ini habis didompet ayah hanya ada uang segini " ayah memberikan uang tersebut ke Ara


" makasih ayah atas sumbangan nya , segini juga tidak apa-apa ayah pasti mereka senang... " ujar Ara


" yah... emang siapa yang akan datang ? " lanjut Ara


tapi saat Ayah Dicky ingin menjawab pertanyaan dari Ara mamah Yuli keburu datang dan langsung melotot ke arah ayah Dicky karena mamah Yuli mendengar apa yang Ara tanyakan


" aaahhh ayah tak tau sayang emang ada yang mau datang ... " ujar ayah bohong


" Ara sayang ... mamah dengar kau ingin menyumbangkan buku-buku mu ... apa mamah juga boleh ikut nyumbang... " potong mamah Yuli


" mah.... boleh mah... apa yang ingin mamah sumbangkan... "


" sama seperti ayah mu " mamah Yuli menyerahkan amplop ke Ara


" makasih mah , yah ... " ujar Ara senang


karena Ara begitu banyak membawa barang bawaan Ara terpaksa harus berangkat mengunakan mobilnya


" bismillahirrahmanirrahim.... " ujar Ara saat keluar dari gerbang rumah


Ara langsung menuju kampus untuk menyerahkan semua tugas nya dan setelah itu ia ingin langsung pergi ke tempat yayasan untuk anak-anak yang kurang mampu untuk meraih ilmu


dret.... dret.... dret.....


suara getaran ponsel milik Ara terus saja berbunyi


" aish.... " Ara pun terpaksa mengangkat telepon dari calon seorang dokter yang nyebelin


menurutnya akhir-akhir ini setelah kejadian tabrakan itu Ara dibuat tak tenang dengan telepon dari nya menurut nya sangat ganggu seakan teror baginya....


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ dan jangan lupa komentarnya