
" sudah berhentilah menangis.... " ujar tedi seraya membawa tubuh Kitty ke dekapan nya
" mas... gimana dengan Ara jika mengetahui orang tua dan adiknya meninggal karena ulah orang lain... mas... aku tak sanggup jika harus melihat dia terpuruk kembali sungguh aku tak sanggup... " ujar Kitty dengan air mata yang terus mengalir deras di wajahnya
tedi, hasby dan ayah Dicky yang melihat itu hanya berdiam diri bingung untuk mengahadapi Arabelle jika mengetahuinya
" hasby.... bibi mohon jangan rusak ke bahagia dia ... bibi mohon.... bibi baru melihat Ara bahagia bersama mu apalagi dia sekarang lagi mengandung anakmu... bibi mohon jangan pernah kau ungkapkan kebenaran di depan dia.. bibi mohon biarkan ini menjadi rahasia kita saja ... bibi mohon...." bibi Kitty menggenggam erat tangan milik hasby dengan air mata yang tak berhenti mengalir
" bibi tenang saja... aku pastikan berita ini tak akan terdengar oleh Ara, aku tak akan merusak kebahagiaan istri ku yang baru dimulai kembali sirna.... karena aku tak ingin melihat istriku menjadi sedih apa lagi dia sedang mengandung anak ku... " ujar Hasby
" maafkan mas sayang bukan maksud untuk menutupi semua ini dari mu tapi kami semua hanya tak ingin melihat mu bersedih kembali ... biar mas yang akan membereskan semua ini dan biar mas juga yang akan membalas dendam untuk kematian orang tua mu dan saudara mu mas tak akan biarkan orang itu hidup bebas berkeliaran di luar sana mas akan pastikan orang itu membusuk di penjara .. " batin hasby
" bibi berhentilah menangis, biar hasby,ayah dan paman yang mengurus ini ...dan bibi jangan pernah memperlihatkan kesedihan bibi dihadapan ara, bersikap lah seperti biasanya dan untuk mamah ... ??? " ujar hasby terpotong
" biar ayah yang urus itu, bagaimana juga mamah mu harus tahu yang sebenarnya biar disini anak perempuan ayah yang mungkin jadi tumbal tapi ayah yakin mereka akan hidup bahagia dengan Willy ayah cukup tahu sisi lain pemuda itu tapi itu bagus untuk Zahra kedepannya... " ujar ayah Dicky
" adik ku yang malang... tapi aku yakin Willy adalah pemuda yang baik dan tepat untuk mu Zahra , dan satu lagi biar dia berhenti menatap wajah istri ku.... maafin kakak mu ini... " batin hasby
" maafkan ayah Zahra, ayah terpaksa harus menikah kan mu dengan Willy anak dari seorang pembunuh tapi ayah yakin Willy pemuda yang baik untuk mu na ayah bisa menerimanya dan ayah pastikan mamah mu juga akan menerima Willy walaupun latarbelakang nya seperti itu.... " batin Ayah Dicky
* *
laki-laki bertubuh tinggi berjalan dengan angkuhnya menembus setiap lorong rumah besar yang di huni oleh seorang Nene parubaya dengan seorang cucu laki-lakinya
" ibu.... ibu..... " teriak bagus dengan suara yang menggelegar
" mana ibu... ? " tanyanya pada pengurus rumah
baru saja sang bibi ingin menjawab Willy pun langsung menjawabnya .
" ada perlu apa anda mencari Nene... " ujar Willy yang baru saja sampai rumah dan sudah mendengar teriakkan dari suara yang tak asing baginya orang yang selama ini ia hindari dan di benci...
" kamu.... anakku kau sudah tumbuh tinggi dan gagah... " ujar bagus dengan percaya diri nya
" aish.... anak ??? " ujar Willy sinis
" gimana kabarmu... " ujar Bagas seraya beranjak dari tempatnya dan menuju Willy..
Bagas yang sedari tadi menahan amarahnya kini tak sanggup lagi bersikap sok manis di depan anaknya itu
" hah... cukup melelahkan juga bersikap baik , hah .... kau boleh saja tak mengakui ku sebagai orang tua mu tapi secara hukum kau masih putraku..."
" hah.... aku sudah menduganya.... " ujar Willy
" siapa yang datang... Willy apa itu kau sayang... " ujar seorang ibu paruh baya dengan tongkat yang selalu ada di tangannya
Willy yang mendengar suara Nene nya langsung menghampiri nya dan merangkul tubuh kecil itu
" Bu.... " ujar bagus
" kamu.... " ujar Nene seraya menatap tajam ke arah anaknya karena merasa kaget dengan kedatangan anak laki-laki nya itu...
" Bu.... " bagus pun kembali memangil ibunya dan seraya menghampiri
" stop... berhenti di situ... " Nene mengangkat tongkat ke arah bagus
" Bu .. ini bagus , bagus merindukan ibu apa ibu tak merindukan putramu.... "
" bagiku putraku sudah lama meninggal , seraya bersama kematian putri ku.... " ujar sang Nene
" Bu, itu sudah lama Bu kenapa ibu masih tak melupakannya... "
" mana ada seorang saudara yang tega membunuh saudara lainnya sendiri hanya untuk mendapatkan sebuah tahta...dan itu terjadi di depan mataku sendiri ibunya .... " ujar sang Nene
Willy yang mendengar itu langsung kaget dengan pernyataan sang Nene...
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
mangga kritik dan saran nya tulis saja
dan terima kasih udah mau mampir 🙏🙏