
angin malam yang berhembus kencang menerbangkan sebagian rambut Ara yang lurus dan panjang yang tak tertutup hijabnya dengan ditemani secangkir teh Ara menikmati keindahan malam kota di atas balkon apartemen milik suaminya
" status istri sudah menyandang di diriku , belum apa-apa sudah menyandang gelar seorang wanita bersuami di umurku yang baru menginjak 18 entah kedepannya rumah tangga ku mau seperti apa , hanya satu yang aku takutkan dalam diriku yaitu " TAKUT AKAN KEGAGALAN DALAM BERUMAH TANGGA " tapi tujuan dalam hidup ku hanya ingin 1x dalam hidup ku untuk menikah , walaupun kedepannya rumah tangga ku berantakan dan berujung pada perceraian tapi aku tidak akan pernah mengulangnya kembali.... " Ara merangkul kedua lututnya dan membenamkan kepalanya disana
Hasby keluar dari dalam kamar nya untuk sekedar mengambil air tapi saat melihat pintu balkon terbuka hasby pun mendekat dan melihat istrinya yang sedang termenung dalam kesunyian dengan ditemani dinginnya angin malam...
" sudah malam , sebaiknya tidurlah , besok sekolah, tak baik angin malam buat anak kecil seperti mu... " ujar hasby dingin dan berlalu
Ara yang mendengar itu langsung menengok ke arah suara tapi saat Ara menengok hasby sudah berlalu..
" huuuuhhhh.... " Ara menarik nafas nya berat dan memilih untuk kembali kedalam kamarnya
apartemen hasby sebenarnya memiliki tiga ruang kamar , 1 kamar utama 1 kamarnya lagi di jadikan tempat kerjanya dan satunya lagi ia gunakan sebagai gudang
karena hasby belum sempat membereskan gudang tersebut alhasil Ara yang menempati kamar utama dan hasby tidur di ruang kerja , ruang kerja yang di pasilitas tempat tidur walaupun tak se besar kasur miliknya .
pagi-paginya Ara sudah bergelut dengan perabotan dapur... Ara sedang menyiapkan sarapan untuk suami nya dan dirinya
" pak suami sudah bangun duduk lah, akan aku buatkan secangkir kopi... " ujar Ara
hasby yang baru saja bangun langsung menghampiri Ara yang berada di dapur untuk mengambil segelas air putih
" aku akan pergi untuk bersiap dulu kau juga kalau sudah selesai cepat lah bersiap bukan nya mau pergi ke sekolah... " ujar hasby
" tenang lah pak suami aku tinggal Menganti baju ku saja... " jawab Ara
hasby pun masuk ke dalam kamar utama untuk bersiap karena barang-barang miliknya masih tersimpan rapih di dalam kamar nya takut sewaktu-waktu orang tua nya berkunjung
ia
melihat suaminya sudah keluar dari dalam kamar dengan keadaan sudah rapih Ara langsung berlari masuk menuju kamar untuk sekedar mengganti pakaiannya karena sudah menata sarapan dan membereskan dapur
" kau yang memasak ini.... " ujar hasby
" terus siapa lagi pak suami , aku yang sedari tadi berkutik di dapur... kalau bertanya itu yang masuk akal donk.... " jawab Ara ketus
" mmmm .... " hasby ke hilangan kata-kata
" apa dia tidak melihat ku tadi ... " batin Ara
mereka pun menikmati sarapannya nasi goreng cumi yang sudah pasti kesukaan nya ara dan itu akan menjadi kesukaan nya hasby juga
" aku tidak bisa mengantar mu .... aku akan berangkat sekarang.... " ujar hasby berdiri mengambil tas dan bersiap-siap untuk pergi
" tak masalah aku bisa berangkat sendiri... " jawab Ara
tapi sebelum hasby pergi hasby nyempetin membuka dompetnya dan mengeluarkan uang pecahan ratusan sebanyak 5 lembar
" ini uang jajan mu dan untuk selanjutnya aku akan mentransfer nya.... berhemat lah....." ujar Hasby dan langsung pergi meninggalkan Ara
Ara yang mendapat kan uang merasa senang karena selama ini dalam seminggu kemarin dia terus yang mengeluarkan uang untuk biaya hidup mereka... sehingga membuat tabungannya menipis
" Alhamdulillah ..... rejeki anak Solehah.... " Ara memasukkan uang tersebut kedalam kantong nya dengan perasaan senang
☘️☘️☘️