ARABELLE

ARABELLE
perceraian



setiap keluarga tentu berharap bersama hingga maut memisahkan , namun tidak selamanya harapan menjadi kenyataan . terkadang di tengah perjalanan menjadi sebuah keluarga , badai datang dan menyebabkan perceraian..


memang perceraian adalah jalan terakhir yang bisa diambil jika segala upaya perdamaian dan perbaikan tidak bisa dilakukan


tidak hanya orang tua yang tersakiti bahkan anak merupakan korban yang paling terluka ketika orang tua nya memutuskan untuk bercerai


* *


" bahkan sekarang gue males untuk pulang ke rumah dan bahkan sekarang gua lebih sering tidur di rumah nenekku atau temanku.. gue gx perduli lagi dengan orang tua gue.. " Willy dengan suara lirih nya


" Willy... menangis lah jika itu membuat mu lega... tapi aku mohon kau hidup dengan baik lah... setidaknya kau masih bisa melihat orang tua mu dan bahkan kau masih punya tempat lain untuk bersandar walaupun nenek mu.... setidaknya kau lebih bahkan lebih-lebih ....... beruntung dari aku..... " ucap Ara lirih dan menepuk pundak Willy


" untuk apa gue menangisi sesuatu yang sudah hancur yang sudah tidak mungkin bisa di perbaiki...." ucap Willy


" kau benar gue lebih beruntung dari loe , gue masih bisa melihat sosoknya tapi percuma , buat apa..... gue GX bisa ngerasain lagi gimana lengkap nya lagi sebuah keluarga.... kehangatan... kasih sayang.... perhatian orang tua gue sudah lama hilang...... '' lanjut Willy


" Will..... setidaknya kamu punya nenek yang harus kamu perjuangkan kebahagiaan nya.... aku yakin bukan hati kamu saja yang hancur ... hidup lah lebih baik lagi aku mohon demi Nene mu... " Ara menatap dalam mata Willy


" huuuuhhhh.... gue kan pertimbangkan omongan loe....aaahhhh..... gue lelah dengan semua ini......" ucap Willy sambil mengusap kasar wajahnya


" dari dulu gue GX butuh pasilitas mewah yang mereka berikan... yang gue butuh kan gue butuh kasih sayang dan perhatian nya........ jujur gue masih butuh kasih sayang perhatian orang tua gue.... gue kangen semua itu ..... " tak terasa air mata Willy mengalir begitu saja


" Will....... " panggil Ara lirih karena melihat air mata Willy yang sudah mengalir di pipinya


" gue gx apa-apa..... hhheee " ucap Willy sambil tersenyum paksa


" gx perlu kau sembunyikan kesedihan mu .... dari awal kan aku sudah bilang kalau kamu mau nangis menangis lah keluarkan kesedihanmu luapkan semuanya... kamu GX perlu malu apalagi gengsi dengan ku... " ucap Ara tersenyum


akhirnya terdengar suara tangisan Willy dan Ara masih setia ada disampingnya dengan senang hati mendengar kan tangisan Willy yang begitu pillu yang sudah lama dia pendam seorang diri


" maaf gue cengeng banget ya.... " sambil menghapus sisa air mata di pipinya


" lumayan.... makasih Ra.... sudah mau dengerin keluh kesah gue... " ucap Willy sambil tersenyum


" gue malah senang loe mau berbagi kesedihan mu dengan ku... " membalas senyuman Willy


" senyuman mu itu..... " ucap Willy nanggung


" kenapa dengan senyuman ku.... manis ya... " ucap Ara pede


" kau benar.... bahkan gula biang sampai kalah dengan senyuman mu itu.. " ucap Willy modus


" lebay... kumat lagi kan .... udah nih acara melow- melow nya.... sudah ya kau harus berubah.... jalani hidup mu dengan baik... setidaknya jadikan pengalaman atas apa yang menimpa orang tua mu itu .. supaya kau bisa hidup lebih baik lagi.... " jelas Ara


" iya ... iya... nyai.... " sambil mengangguk-anggukan kepala nya


" inget dia masih orang tua mu kau harus menghormati nya jadilah anak yang baik... jangan jadi anak yang durhaka apa kau paham..." ucap Ara tegas setengah berteriak


" iya... iya.... nyai.... sudah belum memberikan wewejangnya.... " ucap Willy sambil menahan tawanya


" tau aahhh kau ini ... kau saja lah yang melanjutkan ini semua .... aku masuk kelas saja.... " Ara pura-pura kesal...


" GX bisa gitu dong.... " protes Willy


" bodo amat... jangan lupa kau masih harus membersihkan WC guru ya... mmmm..... itu tolong ingus nya kau hapus dulu jiji aku liatnya.... bay..... " ucap Ara sambil berlari meninggalkan Willy di perpustakaan dengan gelak tawa


" huuuhhh.... dasar... tapi terima kasih Ra..... " ucap Willy sambil tersenyum


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️😍