ARABELLE

ARABELLE
part 102



" ini pertama kali nya sebagai pasangan suami istri kita keluar sedekat ini tidak ada jarak yang memisahkan tak ada kata perdebatan di antara kita tidak ada kata saling ejek dan tidak ada kata yang menyakitkan hati satu sama lain " batin ara


hawa yang dingin dan hasby melaju dengan kencang sehingga membuat Ara yang merasa takut berpegangan erat pada pinggang hasby


ya hasby memilih menggunakan motor sport miliknya karena merasa tidak membuang banyak waktu dan lebih cepat dan efesien


" mang dua ya.... " ujar hasby


" biasa kang... " ujar si penjual


dan dapat anggukan kepala oleh hasby


Ara tidak menyangka ia akan dibawa ketempat pinggiran ... ternyata suaminya bisa juga makan di tempat seperti ini


" aku kira dia tidak bisa makan di tempat seperti ini... " batin Ara


Ara dan hasby pun duduk lesehan dan selama itu mereka saling diam tapi saling memperhatikan sampai nasi goreng mereka habis


" kang tumben bawa pacarnya biasanya kesini sama teman cowoknya... " ujar si penjual


hasby melihat ke arah Ara


" mmm .... " hanya itu yang hasby lontarkan


" terimakasih kang... " ujar si penjual lagi


" geulis sareng kasep atuh cocok pisan lah.... " lanjut si penjual


Ara melangkahkan kakinya terlebih dahulu masuk kedalam kamar


" arabelle.... " panggil hasby


Ara menengok ke arahnya


" duduklah.... " perintah hasby


Ara pun duduk tepat di hadapan hasby tepat nya di meja makan


" ada apa.... " tanya Ara


hasby mengeluarkan sebuah kotak berisikan cincin


" untuk apa... " tanya ara


" aku ingin selama aku tidak ada kau tidak boleh melepaskan cincin ini " ujar hasby tegas


" pakai saja yang ini... " ujar hasby tegas


" jangan sampai hilang... jika kau menghilangkan nya tamat riwayatmu... " tegas hasby


Ara yang mendengar itu menelan sapiranya dengan cepat


" ia akan aku jaga dengan segenap jiwaku... " Ara tersenyum kecut


" puas banget dia... " karena melihat hasby tersenyum walau sebentar


" mmmm..... "


Ara pun menerima cincin tersebut dan langsung menggenggam erat ditangannya


" kalau tidak ada lagi yang kau ingin katakan aku akan kembali ke kamar... " ujar Ara


" mmm..... " hasby menundukkan wajahnya di atas meja setelah Ara masuk kedalam kamar nya


" akhirnya cincin yang sudah lama aku simpan , ku berikan juga kepada dia, aku tidak menyangka bisa memberikannya kepadanya..." batin hasby


cincin khusus yang sudah lama hasby simpan , cincin khusus yang ia rancang sendiri , cincin bermata biru dan didalam nya ada benda kecil tersimpan rapih.. khusus untuk orang yang akan hidup dengan nya selamanya ...


didalam kamar


" mau pergi.... pergi saja ... kenapa memberikan cincin ini.... " Ara melihat-lihat cincinnya


" maksudnya apa coba... " Ara membaringkan tubuhnya ke selah kanan dilihat nya foto pernikahan nya yang di taro di meja lampu sebelah tempat tidur


" 2 bulan ... ya.... rumah tangga ku baru seumur jagung... " Ara memikirkan nasib pernikahan nya


" aahhh..... kalau mau pergi tinggal pergi saja... aku tidak peduli aku akan jadi seorang mahasiswi sebentar lagi dan seorang mahasiswi yang bahagia mulai sekarang tidak ada lagi yang membuatku darting... " ujar Ara


" huhhhhh.... " Ara membuang nafas nya berat


" tapi kenapa masih terasa sakit di bagian sini ,sedih menyelimuti hati ini,.. " ujar Ara lirih tak terasa


" ini hanya aku yang seharian merindukan keluarga ku....." Ara meyakinkan hati nya


☘️☘️☘️


Jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️


dan terimakasih banyak atas kunjungan nya...