
Ara sedang membantu mamah Yuli untuk menata makanan di atas meja sedangkan ayah Dicky dan hasby sedang asik mengobrol kan proyek yang mereka kerjakan
" mah ko Zahra belum juga turun... " tanya Ara
mamah Yuli yang mendengar pertanyaan dari Ara langsung melihat ke arah Hasby
" hasby apa kau sudah memangil Zahra untuk segera turun... " ujar mamah Yuli
" sudah mah, sebentar lagi juga turun.... " ? ujar hasby karena melihat sosok Zahra sedang menuruni tangga dengan muka kusutnya
" kau dengar itu... " ujar mamah Yuli pada Ara
Ara tersenyum melihat kedatangan Zahra ke meja makan...
" Zahra.... duduklah... " ujar Ara pada Zahra yang baru saja tiba di meja makan
" mmm .... makasih... " ujar Zahra cuek langsung memangku dagunya
" sayang kamu kenapa ko bete gitu... " tanya mamah Yuli
" 1'm ok... mah " Zahra melihat ara yang sedang memotong buah
" Kakak ipar.... " panggil Zahra
" aahhh..... panggil aku Ara saja kita kan seumuran.... " ujar Ara canggung dengan sebutan gelar barunya
Zahra melihat ke arah mamah Yuli untuk mendapatkan persetujuannya dan mamah Yuli pun mengangguk tanda setuju
" ok Ara.... aku Zahra salam kenal ya... " Zahra mengulurkan tangannya ke arah Ara
Ara yang melihat itu langsung meraih tangan milik Zahra dan tersenyum
" iya... semoga kita bisa akrab ...." ujar Ara
" mmmm "
mamah Yuli hanya bisa tersenyum melihat kedekatan anak dan menantunya
" manisnya...... " ujar mamah Yuli
" mantu sayang panggilkan ayah dan suami mu untuk makan... " lanjut mamah Yuli
ara pun memangil ayah dan suaminya untuk segera ke menuju meja makan
Ara senantiasa mengambilkan nasi dan lauknya untuk suaminya walaupun dengan keadaan masih canggung, begitupun dengan mamah Yuli yang mengambilkan untuk suaminya tercinta
" sama-sama suamiku.... makanlah yang banyak " ujar mamah Yuli tersenyum manis
mamah Yuli dan Ayah Dicky mengumbar kemesraan nya di meja makan bagi hasby dan Zahra itu sudah biasa tapi bagi Ara ini baru pertama kali melihatnya Ayah Dicky bersifat manis ...
Ara melirik ke arah Hasby dan begitu pun hasby tapi mereka malah membuang muka samaan
" dasar .... " batin Ara
sedangkan Zahra sedari tadi membuang muka saat kakaknya melihat ke arahnya ia merasa kesal dengan kakaknya
dan mereka pun menikmati makan malam dengan tenang dan sekali-kali di selanggi dengan obrolan kecil dan candaan
* *
Ara sedang asik mengobrol dengan teman barunya sekaligus adik iparnya
" kau keren sekali ... bisa masuk universitas dengan cepat ... aku iri.... " ujar Ara gemes pada Zahra
" biasa saja ... by the way kau ingin di universitas mana ... ? " tanya Zahra
Ara menggelengkan kepalanya dengan pandangan tertunduk
" why.... apa kau dilarang meneruskan pendidikanmu... " tanya Zahra
" entahlah... belum ada keputusan dari kakak mu aku harap dia bisa menempati janjinya... " ujar Ara dengan pandangan lurus
Zahra yang tidak tega melihat Ara di usianya sama dengan nya harus terikat dengan sebuah hubungan pernikahan apa lagi Zahra sudah tau sifat watak kakak a seperti apa
" yang sabar ya... ini pasti sangat berat untuk mu menikahi kakak ku " Zahara menepuk pundak milik Ara
Ara tersenyum ke arah Zahra
" mungkin ini semua sudah takdir ku dan mungkin kakakmu adalah jodoh yang ditakdirkan untuk ku Zahra.."
" kau sangat manis Ara.... aku harap kau akan bahagia dengan kakak ku ... jika kau di KDRT oleh kakak ku laporan saja ke polisi dan Komnas HAM... " ujar Zahra dengan tawanya yang nyaring
merekapun tertawa bersama
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️