ARABELLE

ARABELLE
part 179



semua orang pun menerka-nerka dengan pikirannya masing-masing karena merasa aneh apa lagi dengan mamah Yuli ,ayah Dicky dan pamannya sangat mengetahui bahwa hasby itu sangat senang dengan buah tersebut


" mas apa mungkin hasby juga seperti kita... ? " ujar tedi pada kakaknya Dicky


" kalau benar itu adalah sebuah kabar baik untuk kita semua... " ujar ayah senang


" kau benar mas... " ujar tedi


" Alhamdulillah ya Allah do'a ku selama ini sudah terkabul " ujar mamah Yuli bersyukur


" jeng ada apa ? " celetuk mommy Ney karena dia dan Ney yang tak tau menau


" cucu ku ... cucu ku mungkin sudah ada di dalam perut menantu ku jeng " mamah Yuli langsung memeluk erat tubuh mommy Ney yang mungkin sekarang sudah seperti sahabat baginya


" syukurlah turut senang jeng " ujar mommy nay tak kalah girang nya


" mulai deh drama lebay nya... " batin Ney males


" kalau itu benar, aku juga trus bahagia untuk mu sahabatku... " batin Ney tersenyum


" mba apa sebaiknya kita cek dulu... " usul Kitty


" kau benar Kitty ... setelah ini aku akan membawa mereka memeriksanya... " ujar mamah Yuli semangat


" yah... cucu yah ... cucu.... " ujar mamah Yuli pada suaminya


" ia mah ayah juga sangat senang... tapi kita harus memeriksa nya biar bisa memastikan nya ... " ujar ayah Dicky


Ara dan hasby pun kembali dengan keadaan hasby yang sangat lemas dan kelihatan pucat


" anakku... hayu kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksakannya... " mamah Yuli mengusap lembut wajah anaknya


" iya mas ayo kita pergi sekarang juga... " ujar Ara


" tidak sayang nanti juga aku sembuh... "


" ayolah mas aku tak tega melihat mas seperti ini... " mata ara mulai berkaca-kaca rasany sungguh tak tega melihat suaminya terus saja mengeluarkan cairan dari dalam perutnya


hasby yang melihat itu langsung luluh dan tersenyum


" ayo kita pergi sekarang... " ujar hasby karena tak tega melihat istrinya sudah mulai berkaca-kaca karena memikirkan dirinya


" kalian tunggu kami sebentar disini biar aku saja yang mengantar nya ayah tidak apa-apa kan... " ujar mamah Yuli


Ara dan hasby saling bertukar pandang tak mengerti maksud dari mereka itu apa ?


" doakan saja semoga kabar baik itu terkabul... " ujar mamah Yuli


" mah ayo .. " ujar hasby lemas


disepanjang jalan hasby hanya bersandar di tubuh Ara dengan Ara yang terus mengusap punggung milik suaminya dan sesekali mengusap lembut pipi suaminya


" semua akan baik-baik saja sayang... " ujar hasby pada sang istri..


" iya ... " Ara mengusap lembut tangan milik suaminya


mamah Yuli yang melihat itu hanya bisa tersenyum senang


" aku tak menyangka mereka akan sedekat itu tapi itu yang aku mau tapi jika mengingat kembali awal mereka menikah aku merasa lucu sendiri... " batin mamah Yuli


" mah kenapa kita ke ruangan ini, ini kan dokter kandungan.. " ujar Ara


" hah.... " mamah Yuli membuang napas panjang


" mah aku yang sakit bukan nya Ara mah... " ujar hasby lemas


" kita kesini dulu jika perkiraan mamah salah kita pergi ke ruangan dokter Lukman... " ujar mamah Yuli


dokter Lukman adalah dokter pribadi keluarga hasby


" tapi mah..." ujar Ara


" sayang percaya pada mamah yah... " ujar mamah Yuli tersenyum


" baiklah, mas ayo kita masuk .. " ajak Ara


" tapi sayang kenapa harus ke dokter kandungan si ... " ujar hasby


" sebentar ya... " ujar Ara


" sayang " hasby langsung nemplok lagi ke dekapan istrinya


" aish.... kemana perginya suami ku yang dingin dan col itu.. " batin Ara


☘️☘️☘️