ARABELLE

ARABELLE
part 128



" Willy..."


" arabelle... apa kau kenal dengan seseorang yang tinggal disini..." ujar Willy to the points


" emang kenapa ? " tanya Ara


" apa kau mengenal seseorang yang bernama Zahra dari keluarga hassidicky " ujar Willy


" emang nya kenapa dia... " ujar Ara panik


" kau mengenalnya... " tanya Willy


" ya Willy, ada apa dengan dia ? apa terjadi sesuatu pada nya ? " Ara mulai panik


" tidak... dia tidak apa-apa... aku hanya menemukan dompet nya dan saat aku lihat isi dompetnya ada foto mu di dalamnya.... " jelas Ara


" oohh .... syukurlah.... tolong kau kembalikan dompetnya mungkin dia sekarang sedang kebingungan mencari nya... " ujar Ara


" mmm makanya aku menelpon mu , untuk memastikan nya " ujar Willy


" Willy terima kasih... aku titip dia disana , dia salah satu keluarga ku yang ku sayang... " ujar Ara


" sejak kapan kau mempunyai keluarga tinggal di sini... " tanya Willy


" dia sudah lama tinggal di sana, ku mohon cepat kau kembalikan dompetnya segera mungkin ..."


" ia ia kau tak usah kuatir kau kirim no dia sekarang... tapi ngomong-ngomong kau baik-baik saja kedengarannya seperti orang dalam pengawasan dokter... kau tak seperti biasanya" ujar Willy


" aku tidak apa-apa Will, bisa sedang datang tamu bulanan... " ujar Ara


" ooh syukur lah , jaga dirimu baik-baik di sana... aku tutup dulu telepon nya... "


" makasih Will, kau juga... assalamualaikum... "


percakapan lewat telepon pun berakhir....


ternyata hasby sedari tadi mendengar kan obrolan Ara lewat telepon sambil bersandar di kursi


" kau... " ujar Ara kaget


" bukan nya kau pergi kenapa cepat sekali... " lanjut Ara


hasby tak menjawab ia hanya sibuk dengan ponsel di tangannya


" ingin sekali ku bertanya siapa yang menelepon nya barusan " batin hasby


matahari sudah semakin tinggi suhu udara di dalam kamar menjadi lebih panas


" akhhhhhh... " Ara memegang perutnya yang menahan sakit saat ingin bangun


hasby yang sedang asik dengan ponselnya mendadak mendekat ke arah Ara


" kenapa ? " ujar hasby cemas


" aku pingin yang minum air dingin... " ujar Ara pelan


hasby yang mendengar itu pun terdiam sejenak mengingat larangan untuk yang sedang datang bulan dan ia pun teringat dan itu salah satu minuman yang dilarang saat datang bulan


" kau ini kan calon bidan harusnya kau tau minuman makanan yang tak boleh di makan saat seperti ini... " ujar hasby dingin


" akhh... aku tahu tapi cuacanya sangat panas ... " ujar Ara


" minum ini... " hasby memberikan segelas air putih pada Ara


" dan tidur lah... aku akan menaikkan suhu udara di ruangan ini... " ujar hasby


hasby pun menaikan suhu udara dan menutup sebagian gorden kamar nya


" lebih baik kau tidur setelah tidur kita makan siang... " ujar hasby


Ara pun tak bisa berkutik terpaksa ia mengikuti semua saran suaminya


" apa masih sakit... ? " tanya hasby dan dapat anggukan kepala oleh Ara


hasby pun mendekat ke arah Ara dan langsung memposisikan tangannya di atas perut Ara


" apa yang sedang kau lakukan pak suami... " ujar Ara dengan mata tajamnya


" diamlah.... apa dengan begini kau merasa baikan " ujar hasby sambil mengusap-usap bagian perut Ara dengan lembut


" lumayan.... aku teringat ibu ku biasanya dulu ibu yang melakukan ini... " batin Ara dengan pandangan tertunduk merasa malu


" tidurlah...." ujar hasby


Ara pun tidak terasa karena merasa nyaman dia pun tertidur dengan hasby yang masih setia mengusap bagian perut nya


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ beri like dan komen biar tambah semangat untuk nulisnya 😀