
" demi kebahagian cucuku , aku akan pastikan mengungkap kejahatan mu bagus, apa pun itu aku akan pastikan mendapatkan semua bukti itu yang ada di tanganmu... " batin sang nene
" aku kira Nene tak akan pernah membantu ku membantu mengungkap kebenaran atas kejahatan anaknya , karena selama ini saat aku menceritakan semuanya, ia hanya merespon dengan biasa saja , tapi aku yakin kali ini Nene akan membantuku dengan serius... " batin Willy
hari H Willy dan Zahra
pagi-pagi sekali sudah sangat ribut terdengar di dalam salah satu kamar hotel berbintang lima milik keluarga Dicky
" mas... aku pusing melihat mu luar masuk kamar mandi hanya untuk meludah... " ujar Ara seraya memegang keningnya yang mulai merasa pusing akibat melihat suaminya yang mondar mandir di depan nya
" sayang ... maafkan aku , tapi ini sungguh sangat mual... " ujar Dicky seraya menutup mulutnya menggunakan tangan nya
Ara yang merasa sudah kesal karena merasa mepet ke tempat acara pernikahan Willy dan Zahra kerena semua keluarga pasti sudah berkumpul di ruang acara dengan membantu suaminya mengelap keringat yang ada di keningnya
" sayang.... apa kalian sudah siap ? ini sudah hampir telat loh... " ujar mamah Yuli yang baru saja tiba di ambang pintu kamar Ara
" mah... kami sudah siap tapi mas hasby tiba-tiba perut nya merasa mual ..." ujar Ara
dilihatnya sang anak hasby sedang duduk dengan lemas nya dengan posisi tangan masih menutupi hidung dan mulutnya
" mah... " ujar hasby lemas
mamah Yuli menghampiri hasby di usapnya kening hasby
" tahan sebentar ya sayang, ini waktunya sudah sangat mepet jadi kita harus cepat-cepat menyusul ke bawah belum lagi mamah mengecek keadaan Zahra yang sedang mempersiapkan diri nya.. jadi lebih baik kalian tolong bantu menyambut para tamu di bawah ... dan yang lain sudah mulai turun ke tempat acara ... " ujar mamah Yuli
" iya mas , jadi ayo mas paksain ajah ya... sabar sebentar ya ini demi Zahra loh mas... " timpal Ara
mamah Yuli melangkah menuju meja dibukanya laci tersebut dilihatnya ada kantong keresek yang berisikan obat di dalamnya dan di keluarkan nya obat tersebut dari kantongnya...
" kamu bawa ini... ayoo lebih baik sekarang kita cepat turun ke bawah.. " ujar mamah Yuli seraya menyodorkan keresek ke arah hasby
" kresek , buat apaan mah... " tanya hasby bingung
" ini akan sedikit berguna untuk mu nak, buat wadah air liur mu... jika sewaktu-waktu kamu ingin muntah... " ujar mamah Yuli
" mah... apa GX salah ? " hasby menaikan satu alisnya tapi Ara yang melihat itu hanya menahan senyum
" kenapa lama sekali tamu di bawah sudah banyak yang datang.. " ujat ayah Dicky yang baru tiba di ujung pintu kamar
ayah Dicky melihat ke arah anak nya, ya memang benar hasby terus saja bergelayutan pada tubuh istrinya dengan muka sedikit pucat di wajahnya.
" aish ... kapan semua itu akan berhenti " batin ayah Dicky seraya menggelengkan kepalanya
" ya, ga apa-apa sayang lebih baik Sekang kita cepat menyusul ke bawah... " ujar ayah Dicky
rombongan iring-iringan pengantin laki-laki sudah ada di ambang pintu masuk deretan mobil mewah sudah berjejer di depan pintu masuk hotel
ARABELLE menyempatkan sebelum turun ke bawah untuk menghampiri Zahra di dalam kamar nya, Zahra yang sudah siap dengan balutan kebaya pernikahan nya yang melekat di tubuhnya ia terlihat sangat pangling , cantik sekali dan anggun sangat berbeda sekali dengan kepribadian Zahra yang sehari-harinya
" Zahra.... " ujar arabelle
Zahra yang melihat Ara datang mendekat ke arah nya hanya bisa berusaha tersenyum manis
" Ra... Zahra sangat pangling ya... sungguh aku tak percaya bahwa dia adalah Zahra nya kita... " ujar Ney yang sedari tadi sudah menemani Zahra untuk bersiap
" kau benar Ney... dia sangat cantik bahkan aku tak percaya bahwa dia adalah Zahra yang aku kenal... " Ara mengusap lembut tangan Zahra yang di hiasi hena berwarna putih di tangan nya
" aku jadi pengen cepat nikah... " celoteh Ney antusias
Ara dan Zahra yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya seraya tersenyum
" sayang pengantin laki-laki nya sudah datang " ujar mamah Yuli yang ingin menjemput Zahra untuk menuju tempat pelaminan.
Zahra yang mendengar itu langsung merasa perasaannya berubah tak karuan
ingin rasanya Zahra lari atau kabur karena tak ingin menikah dengan cara seperti ini tapi Zahra punya daya apa... ia memilih pasrah dan bersikap baik untuk kebaikan bersama
seketika di tatapnya wajah perempuan cantik yang berada di sampingnya " demi kebaikan semua " batin Zahra seraya tersenyum pada ARABELLE
mamah Yuli menatap wajah Zahra dengan pandangan sendu lalu di peluknya tubuh anaknya itu dengan sangat lembut berusaha menguatkan sang anak walaupun itu mungkin tak berpengaruh banyak dengan perasaannya yang sekarang
" bismillah.... ayoo... " ujar Zahra dengan berusaha tersenyum agar menghiasi wajah nya
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen