ARABELLE

ARABELLE
part 205



setelah sepeninggalan Roy Ara terus menatap tajam ke arah Hasby suaminya


" sayang berhenti menatap ku seperti itu... " ujar hasby


" aish... " ara membuang muka dan langsung menghampiri suaminya dan duduk tepat di hadapan nya


" hah.... aku marah sama mas... " ujar Ara to do points


" marah kenapa ? emang salah ku apa ... ? " jawab hasby polos


" astaghfirullah... mas GX tau salah mas apa ? " tanya Ara


dan hasby langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat dan itu berhasil membuat Ara kembali menatap nya dengan tajam


" ok...ok... maafin mas, mas telah bersikap tidak baik barusan pada Roy tapi mas juga punya alasannya... " ujar hasby


" apa pun alasannya itu mas tetap salah .. " ujar Ara


" mmm.... iya " ujar hasby pasrah


" orang datang baik-baik jauh-jauh dari kantor ke rumah hanya untuk nganterin tumpukan dokumen dan itu memang sudah tanggung jawab mas itu pekerjaan mas loh tapi mas malah marah-marah GX jelas pada Roy ... " ujar Ara panjang lebar


" telpon Roy sekarang juga dan bilang minta maaf dan ucapkan terima kasih pada nya juga... " ujar Ara


" tapi sayang... " protes hasby


" mas... cepat telepon sekarang juga setelah itu ayo kita selesaikan sekarang juga pekerjaan mas yang menumpuk itu... " ujar Ara


" kita.... ? " ujar hasby


" mmm.... " ara menganggukkan kepalanya


" sayang sungguh mau bantuin aku... " ujar hasby


" mmm ... "


" baiklah, mas akan telepon ia sekarang juga ... " ujar hasby pasrah


" mas lakuin ini untuk mu loh... " ujar hasby


" aaahh... iya iya mas akui kesalahan mas , tapi masih ingin bantuin mas kan.. " ujar hasby


" mmm ... cepetan telpon Roy sekarang juga... " ujar Ara


hasby pun menuruti semua keinginan istrinya dan hasby pun mengalah menurunkan ego besarnya untuk mendapatkan bantuan dari sang istri atas dokumen dokumen yang menumpuk itu


* *


" Tante... " ujar Willy pada mamah Yuli


" mmm.... " mamah Yuli menatap ke arah Willy dengan serius


" apa Tante sudah tau semuanya... " ujar Willy hati-hati


" mmm.... " mamah Yuli menganggukkan kepalanya dengan pelan


" huh.... syukurlah aku lega .. " ujar Willy pelan seraya mengusap lembut dadanya


mamah Yuli yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah Willy


" Tante, walaupun pernikahan ini terlaksana karena keterpaksaan, kecelakaan bukan keinginan kita satu sama lain tak ada dasar cinta antara aku dan Zahra tapi Tante aku memiliki prinsip dalam hidup ku dalam hidup berumah tangga... " ujar Willy serius


" mmm... " mamah Yuli hanya menyimak pembicara Willy dengan tatapan tajam nya


" prinsip yang kamu maksud itu seperti apa ? " ujar mamah Yuli


" dalam hidup ku aku hanya akan menikah satu kali dalam hidup ku insyallah dan aku akan belajar menerima Zahra dan mencintai Zahra seutuhnya Tante... aku mohon Tante percaya padaku walaupun latar belakang keluarga ku yang berantakan aku belajar dari semua itu , aku juga tak ingin ada anak yang seperti ku di kemudian hari .. "


" Tante hanya ingin bukti dari mu , jujur Tante bukan seorang ibu yang baik untuk anak-anak Tante tapi aku ingin yang terbaik untuk anak-anak ku... sekarang Tante hanya ingin bilang pada mu ... " mamah Yuli merapat serius Willy dan begitu juga dengan Willy


" Tante titip Zahra pada mu cintai Zahra perlakukan lah dia dengan baik , apa pun nanti yang akan terjadi tolong berjanji lah kamu akan selalu ada untuk Zahra ... walaupun nanti arabelle akan mengetahui yang sebenarnya Tante mohon kau tidak akan pernah lepas dari rasa bersalah mu atas kesalahan ayahmu terhadap arabelle jadi jagalah Zahra dengan baik... " ujar mamah Yuli dengan mata yang sudah berkaca-kaca


" mmm.... walaupun sampai sekarang kita belum mendapatkan bukti , aku pastikan papah ku akan menerima balasan yang setimpal untuk perbuatannya.... dan untuk Zahra insyallah aku akan menjaganya ...."


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen