
didalam kamar Ara terus saja menangis tersedu-sedu
hidup bukan lah hanya mengejar kesenangan saja .....
tidak semua yang aku mau aku bisa dapatkan .....
walaupun terkadang harus mengorbankan perasaan sendiri ....
untuk mengubah takdir ....
dilihatnya konsep impiannya selama ini
" menikah adalah renyanaku yang paling akhir tapi entah akan berpindah ke urutan pertama .... kuliahku.... impianku.... untuk mengurus perusahaan yang ditinggalkan orang tua ku saja belum tentu aku bisa mengurusnya" disela-sela tangisannya....
* flashback
setelah mandi dan mengganti pakaian Ara langsung menuju kamar bibi Kitty karena katanya ada sesuatu yang mau di sampaikan
Ara pun duduk tepat di hadapan Beby Raffa dan bibirnya
" aku udah siap untuk mendengarkan wewejang yang akan bibiku sampai kan... " gurau ara
sebenarnya bibi Kitty sangat tegang dan takut saat Ara sudah duduk berada di dekatnya ditambah lagi dengan ucapan Ara barusan
bibi Kitty hanya tersenyum ke arah Ara
" kita tunggu paman mu bentar ya Ara sayang... " menahan ketakutan nya
" ok...." Ara pun bermain-main dengan Raffa sambil menunggu paman tedi pulang
tapi tidak lama yang ditunggu pun akhirnya datang
Ara melihat pamannya duduk di kursi , ia terlihat diam seribu bahasa , seperti sedang berpikir keras
bibi Kitty menghampiri suaminya dan duduk disampingnya, bibi Kitty pun mengambil jemari tangan suaminya dan mengepal erat seperti sedang memberikan semangat buat suaminya
" sebenarnya ada apa ?... apa terjadi sesuatu... ? " batin Ara sembari mengajak main Beby Raffa
" Ara.... "
" Ara apa kau tahu apa yang sedang kita rasakan sekarang.... " sambil menoeh ke arah Ara
belum sempat tedi meneruskan omongan nya bibi Kitty lalu menghampiri Ara dan duduk disebelah Ara
Ara menggelengkan kepalanya
" sebenarnya apa yang terjadi... ?? " tanya Ara heran karena dilihatnya bibinya sudah menahan tangisnya
bibi Kitty yang sudah tidak sanggup lagi membenam perasaan nya langsung memeluk erat tubuh Ara
" Ra sebelum nya bibi dan paman mau minta maaf ..... bibi mau menjodohkan mu dengan hasby ... " ucap Kitty terbata-bata dengan keberanian yang besar
Ara yang mendengar itu langsung menjauhkan tubuh bibirnya dari pelukan nya
" maksudnya apa... ? " Ara kaget dan melihat kedua orang yang sudah merawatnya dan meminta penjelasan dari bibi dan paman nya
" Ra .... paman GX bisa berbuat apa-apa saat kakakku meminta mu untuk menjadi menantunya , awal nya paman juga menolak karena kau masih sekolah dan masa depan mu masih panjang tapi dipikir-pikir hasby tidak seburuk yang orang lain lihat... dia pantas untuk menjadi sosok suami buat mu Ra.. " sambil berusaha menatap ke arah Ara
" paman.... '' ucap lirih Ara
" Ra .... paman mohon kau mau menerima perjodohan ini... kakakku sangat menyukai dan menyayangi mu paman yakin kau pasti bisa hidup bahagia dengan mereka... paman hanya percaya kepadanya.... " paman tedi beranjak dan menghampiri Ara
bibi Kitty yang sedari tadi menahan tangisnya akhirnya menangis juga sambil menggendong anaknya
Ara yang mendengar itu tidak berekreasi apa-apa hanya muka yang datar dan tatapan terus menuju kedepan
" sekarang yang Ara punya hanya kalian... Ara GX tau harus gimana... bahkan sekolah Ara pun belum usai.... apa Ara harus menerima nya atau menolak nya Ara pun bingung ... "
" Ra... kau GX harus langsung menikah dengan hasby kau bisa tunangan dulu ... kau juga jangan risau kan sekolah mu bahkan kau masih bisa kuliah walaupun setelah menikah... kau masih bisa bersenang-senang dengan Ney " jelas paman tedi
" walaupun setelah menikah semuanya akan berbeda tidak akan sebebas saat belum menikah..." jelas Ara
" Ara.... " panggil bibi Kitty merasa sangat bersalah dan mengusap punggung arabelle
" jika kau GX mau kau bisa menolaknya bibi tidak akan pernah memaksa mu sayang , yang hanya bibi inginkan melihat mu hidup tersenyum bahagia ..."
☘️☘️☘️