
kali ini hasby bangun lebih awal tapi ia memilih untuk tetap berada di samping istrinya dengan pandangan terus tertuju pada wajah istrinya mengamati setiap inchi dari wajahnya
" bibir ini..... " hasby mengusap bibir milik Ara " manis...." ujar nya tersenyum
Ara yang merasa terganggu dengan tidur ya langsung membukakan kedua mata nya dengan sempurna dan langsung bertatapan dengan kedua mata milik hasby
" ahk.... " Ara berusaha melepaskan pelukan hasby dan langsung menghindar darinya
" kapan dia kembali .... hah... " batin Ara karena sadar dengan ucapan nya tadi sore ara langsung menyibakkan selimutnya dan mengamati setiap inci di tumbuhnya karena mengingat kembali kata-kata nya semalam tentang hak
" Alhamdulillah... " lanjutnya
" tidurlah kembali ini masih terlalu gelap... " ujar hasby santai dengan tangan menjadi pangkuannya
" tenang saja aku belom melakukan apapun... " ujar hasby sedikit tersenyum devil
" hah.... " Ara menolehkan wajahnya ke arah Hasby
" aku berhak atas dirimu, jika kau tak mau menjadi seorang istri yang durhaka kepada suaminya "
" kenapa kau bilang seperti itu, durhaka ?... aku hanya belom siap saja... " ujar Ara sendu dengan muka yang mulai memerah
" mmm... mulai sekarang kau harus terbiasa dengan ini " hasby langsung mendekat ke arah Ara dan mencium bibir manis milik Ara " dan kau harus siap dengan itu " bisik hasby ke telinga Ara
dan itu berhasil membuat Ara membulatkan kedua mata nya
" akh.... " Ara mendorong tubuh hasby dan langsung berlari ke arah kamar mandi karena tak ingin melanjutkan obrolan yang seperti itu
* *
rumah utama
" kenapa kalian baru datang sekarang.. " Zahra berteriak saat hasby dan Ara baru memasuki rumah
" Zahra jaga sikap kamu.. " ujar hasby datar
" aish.... " Ara berdesis
" Kakak iparku... " Zahra berlari menuju Ara
" ayo ikut aku akan aku perlihatkan kamarku yang ada di sini .. " Zahra langsung menarik Ara untuk menuju ke atas dimana kamar nya berada
hasby langsung masuk ke ruang perpustakaan tak lagi memperdulikan kedua gadis remaja itu
" Zahra.... ini kamar mu ?...." ujar Ara heran karena saat pertama kali masuk kamar nya tak mencerminkan anak gadis sedikitpun...
" mmmm ..... ia arabelle.... apa ada yang salah dengan kamarku ? "
" astaghfirullah... ini si seperti kamar anak laki-laki saja... benda yang ada di dalam kamarnya tak ada satupun yang berwarna terang semuanya gelap tak mencerminkan anak gadis sedikitpun " batin ara
abu-abu, hitam dan putih itu warna yang ada di dalam kamar Zahra tak seperti kamar nya yang berada di tanah air tapi disini kamarnya Sangat tidak wajar...
" aku kira ini kamar kakak mu Zahra ? " Ara masih memperhatikan sekeliling isi kamar Zahra
" no arabelle... ini kamar ku... " ucapnya tegas
" sini.... lihatlah ini... " Zahra menarik kembali tangannya arabelle ke arah lemari yang ada di kamarnya
" ini apa Zahra.. " Ara heran dengan lemari yang ada di depannya
" buka lah " ujar Zahra santai...
klek....
pintu lemari pun terbuka
" subhanallah.... " ujar arabelle dengan mata yang berbinar dan penuh bangga
" ini semua punya mu Zahra... ? " Ara tak berhenti memperhatikan semua isi lemari tersebut
" mmmm ..... semua itu punya ku dengan semua kemampuan ku... " ujar nya penuh bangga
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
biar tambah semangat nulisnya 😀
terima kasih ...