ARABELLE

ARABELLE
part 149



kali ini hasby bangun lebih awal tapi ia memilih untuk tetap berada di samping istrinya dengan pandangan terus tertuju pada wajah istrinya mengamati setiap inchi dari wajahnya


" bibir ini..... " hasby mengusap bibir milik Ara " manis...." ujar nya tersenyum


Ara yang merasa terganggu dengan tidur ya langsung membukakan kedua mata nya dengan sempurna dan langsung bertatapan dengan kedua mata milik hasby


" ahk.... " Ara berusaha melepaskan pelukan hasby dan langsung menghindar darinya


" kapan dia kembali .... hah... " batin Ara karena sadar dengan ucapan nya tadi sore ara langsung menyibakkan selimutnya dan mengamati setiap inci di tumbuhnya karena mengingat kembali kata-kata nya semalam tentang hak


" Alhamdulillah... " lanjutnya


" tidurlah kembali ini masih terlalu gelap... " ujar hasby santai dengan tangan menjadi pangkuannya


" tenang saja aku belom melakukan apapun... " ujar hasby sedikit tersenyum devil


" hah.... " Ara menolehkan wajahnya ke arah Hasby


" aku berhak atas dirimu, jika kau tak mau menjadi seorang istri yang durhaka kepada suaminya "


" kenapa kau bilang seperti itu, durhaka ?... aku hanya belom siap saja... " ujar Ara sendu dengan muka yang mulai memerah


" mmm... mulai sekarang kau harus terbiasa dengan ini " hasby langsung mendekat ke arah Ara dan mencium bibir manis milik Ara " dan kau harus siap dengan itu " bisik hasby ke telinga Ara


dan itu berhasil membuat Ara membulatkan kedua mata nya


" akh.... " Ara mendorong tubuh hasby dan langsung berlari ke arah kamar mandi karena tak ingin melanjutkan obrolan yang seperti itu


* *


rumah utama


" kenapa kalian baru datang sekarang.. " Zahra berteriak saat hasby dan Ara baru memasuki rumah


" Zahra jaga sikap kamu.. " ujar hasby datar


" aish.... " Ara berdesis


" Kakak iparku... " Zahra berlari menuju Ara


" ayo ikut aku akan aku perlihatkan kamarku yang ada di sini .. " Zahra langsung menarik Ara untuk menuju ke atas dimana kamar nya berada


hasby langsung masuk ke ruang perpustakaan tak lagi memperdulikan kedua gadis remaja itu


" Zahra.... ini kamar mu ?...." ujar Ara heran karena saat pertama kali masuk kamar nya tak mencerminkan anak gadis sedikitpun...


" mmmm ..... ia arabelle.... apa ada yang salah dengan kamarku ? "


" astaghfirullah... ini si seperti kamar anak laki-laki saja... benda yang ada di dalam kamarnya tak ada satupun yang berwarna terang semuanya gelap tak mencerminkan anak gadis sedikitpun " batin ara


abu-abu, hitam dan putih itu warna yang ada di dalam kamar Zahra tak seperti kamar nya yang berada di tanah air tapi disini kamarnya Sangat tidak wajar...


" aku kira ini kamar kakak mu Zahra ? " Ara masih memperhatikan sekeliling isi kamar Zahra


" no arabelle... ini kamar ku... " ucapnya tegas


" sini.... lihatlah ini... " Zahra menarik kembali tangannya arabelle ke arah lemari yang ada di kamarnya


" ini apa Zahra.. " Ara heran dengan lemari yang ada di depannya


" buka lah " ujar Zahra santai...


klek....


pintu lemari pun terbuka


" subhanallah.... " ujar arabelle dengan mata yang berbinar dan penuh bangga


" ini semua punya mu Zahra... ? " Ara tak berhenti memperhatikan semua isi lemari tersebut


" mmmm ..... semua itu punya ku dengan semua kemampuan ku... " ujar nya penuh bangga


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen


biar tambah semangat nulisnya 😀


terima kasih ...