
" bang.... jemput Ney.... " ujar Ara
" mmmm jemput kamu juga... Ade Abang yang manis yang baru nikah sudah ditinggal pergi .... " ledek bang Aris
" GX lucu bang.... iihhh..... nyebelin ... " Ara memalingkan wajahnya
" jangan marah kenyataannya begitu cantik.... yang sabar ya ... " ledeknya lagi
" Abang.... " Ara membutakan matanya ke arah Aris
" hhheee bercanda..... vis " Aris mengangkat kedua jarinya
" huhhh.... " Ara membuang nafas berat.
" why..... ? " tanya bang Aris serius
" GX bang.... "
" jangan bohong.... " Aris melepaskan kacamata hitam yang sedari tadi melekat di wajahnya
" untung aku bukan pacar Abang... " ujar Ara polos
" hah kenapa , Ara mau jadi pacar Abang.... jangan Ra nanti Abang digorok sama mommy.... " ujar aris
" bukan gitu bang..... lihat sekeliling banyak cewek yang melihat ke arah Abang dan mengagumi bang aris... kalau aku jadi pacar Abang Aris aku GX kuat bang... GX kuat... wkwkwk..... " Ara tersenyum lebar
" dasar dikira benar.... hhheee...... bang Aris kan emang keren sudah biasa buat Abang si Ra... masih sama seperti kuliah rupanya... " ujarnya pede
" pede banget si ... hheee..... " mereka pun ketawa bersama di parkiran
" apa kau baik-baik saja setelah ia pergi... " tanya bang aris serius
" 1'm not fine ... " ujar Ara tapi ia masih bisa tersenyum
Aris menatap lekat kedua mata Ara mencari kebenaran
" huhhh..... " Ari membuang nafas panjang
entah apa lagi yang bisa Aris ucapan selamat mendengarkan kejujuran yang keluar dari mulut yang sudah dianggap adik nya itu...
" semua akan baik-baik saja... apa kau ingin menyusulnya ke sana... "ujar bang Aris
" mmmm.... " Ara menggelengkan kepalanya sendu
" sudahlah jangan sedih kau berhak untuk bahagia di sini, jangan pikirkan ia yang sudah pergi... " ujar bang Aris mengusap ujung kepala ara
" mmmm ..... " Ara bisa meluapkan isi hatinya pada laki-laki yang berada di depan nya karena ia sudah seperti kakak kandung baginya dan bisa menjaga kerahasiaannya
" Ney ko lama ya Ra.... " ujar Abang Aris mengalihkan pembicaraan
" Ara telpon dulu ya... " Ara mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi Ney
di kejauhan Ara dan bang Aris menemukan sosok Ney di segerombolan mahasiswa lainnya
" lihat wajahnya bang... " ujar Ara
" seneng dia pasti di kelilingi cowok ganteng di kelas nya " tebak Aris
" ko Abang tau.... " Ara kaget
" Abang kan ngambil jurusan yang sama dengan nya... pasti Abang tau Ra... kebanyakan cowok yang masuk jurusan itu .. bisa juga sebanding lah Ra cewe sama cowok jumlah muridnya ... tidak seperti mu... kan ... " jelas bang Aris
Ara tersenyum mendengar penjelasan dari abangnya
" maaf nunggu lama ya... " ujar Ney s
dengan senyum kudanya
" dimaafkan " jawab kompak Ara dan bang Aris
" aahhh sosweet.... baik banget si kalian... " ujar Ney
Ara dan bang Aris hanya tersenyum
" sudah ayoo naik... kaki ku keram nih nungging kamu dari tadi lama banget... " ujar bang Aris dengan nada tinggi
" iihhh katanya di maafkan.... ko gitu ngomongnya " Ney melihat ke arah Ara dan langsung menempel ke dua tangan nya di dadanya
" maaf " ujar nya pelan
Ara tersenyum melihat itu
" sudah aku juga baru datang ko... bang Aris nya saja yang berlebihan... ayo naik " ujar Ara
* *
langit sudah berubah menjadi jingga angin sudah semakin kencang dan suhu udara semakin dingin, Ara sudah mahir memainkan gitar dengan baik... berkat Willy dan Zahra yang mau mengajarinya
" huhhh..... " Ara membuang nafas panjang
Ara memperhatikan cincin yang berada di jari manisnya....
" kenapa kau tidak pernah menelepon ku.... "
Ara memutar-mutarkan cincin yang berada di jari manisnya
setelah kepergian nya sudah seperti rutinitas Ara setiap hari nya nongkrong di balkon kamar nya dengan gitar yang selalu menemani nya dengan alunan-alunan lagu yang melow
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen