ARABELLE

ARABELLE
part 78



" andai pak suami GX mengeluh saja pasti kita bisa sampai rumah sebelum magrib.... " ujar Ara kesal sambil menaroh semua barang belanjaan nya ke dalam kulkas


" aku baru tau orang yang sedingin es kalau dirinya merasa tertekan banyak bicara juga ... bahkan melebihi seorang wanita... " ujar Ara lagi


" sudah lah kau berisik sekali...." ujar hasby yang masih sibuk mengotak ngatik saklar lampu


" sebenarnya kau lagi ngapain pak suami kenapa dari tadi nih lampu tidak menyala juga " Ara mulai panik


" diamlah ... sebenarnya kau yang sedari tadi tidak mau diam kau terus saja mengomel sudah seperti ema-ema... " ujar hasby


Ara menghampiri hasby yang sedang memperbaiki saklar


sebenarnya Ara takut akan kegelapan karena lampu tak kunjung menyala Ara merasa resah


" langit sudah mulai gelap.... apa masih lama pak suami memperbaikinya ?? " tanya ara


" entahlah padahal tidak ada kabel yang putus terus sekitar rumah aku rasa tidak ada yang masalah lampu dijalan pada menyala.. akan aku perbaiki besok.... apa kau tidak apa-apa "


Ara menggelengkan kepalanya


" pak suami bisa bantu aku mencari lilin di laci belakang aku mohon... " Ara menarik-narik baju yang di gunakan Hasby


" baiklah.... sebaiknya kau duduklah di ruangan tengah biar aku saja yang mencari lilin... " ujar hasby


karena hasby merasa bahwa istrinya itu takut akan kegelapan karena dari tadi ia hanya mengekornya dari arah belakang


hasby menghampiri Ara yang sedang duduk sambil memeluk bantal di atas sopa


hasby menghampiri Ara dengan membawa lilin yang sudah menyala ditangannya


" lilin a hanya tersisa dua aku rasa kalau kita gunakan semua sekarang bakal tidak nyampe sampai besok pagi atau nanti malam... "


hasby mendudukkan pantatnya tepat disamping Ara


Ara melirik ke arah Hasby dengan pandangan memohon agar hasby tidak meninggalkan nya untuk pergi ke dalam kamar


" aku mohon jangan tinggalkan aku untuk malam ini saja , aku takut akan gelap pak suami... " ujar Ara lirih


hasby yang mendengar itu replek melihat ke arah Ara , Ara benar merasa takut bisa di lihat dari cara ia memegang erat bantal tersebut


" mau tidur di sini apa didalam kamar saja... " ujar hasby


" terserah saja asal jangan tinggalkan aku... " jawab Ara


hasby merasa kasihan dengan Ara kalau tidur disini ia akan merasa kedinginan begitupun dengan dirinya


" tunggu sebentar aku akan mengunci pintu dan mengambil air kau tunggulah. " ujar hasby


Ara hanya menganggukkan kepalanya


tidak begitu lama hasby sudah kembali dengan membawa air minum di tangan nya


" ayoo kita pergi ke dalam kamar mu saja kita akan tidur disana " ajak hasby


Ara sudah seperti kerupuk kena air menciut tidak seperti sebelumnya ia hanya menurut karena ia merasa ketakutan


Ara berjalan beriringan dengan hasby dengan hasby memegang lilin ditangannya dan air ditangan yang lain nya dan Ara masih saja memeluk erat bantal sopa


" kau bisa tidur sekarang, aku akan tidur di sopa... " ujar hasby


kali ini Ara memeluk erat boneka nya dan sekali-kali melirik ke arah Hasby dan tak lama Ara pun akhirnya tertidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya hanya menyisakan kepalanya saja


semakin malam cuaca semakin dingin, hasby bangun untuk buang air kecil tapi karena cuaca makin dingin apalagi hasby telah memegang air ia merasa sangat kedinginan, hasby tidak terasa ia menaiki tempat tidur dan menarik selimut yang berada di samping Ara dan mereka pun tak terasa tidur bersama dalam satu kasur bahkan satu selimut untuk pertama kalinya


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️