
disepanjang jalan Ara merasa canggung
" kita mau kemana... ? " Ara memberanikan diri untuk bertanya
" GX usah banyak tanya nanti juga kau tau... " jawab Hasby dingin
" huuhh aku kan cuma nanya , kenapa kau jawabnya ketus begitu... orang seperti ini GX mungkin berubah dengan cepat " batin ara kesal
Ara pun GX berani melanjutkan obrolan lagi dan memilih diam
" apa jawaban ku salah kenapa tidak dibalas lagi kenapa tiba-tiba diam... " dalam batin Hasby
* *
" turun.... " ucap hasby setibanya di parkiran
" kenapa kau mengajakku ke sini... " ucap Ara karena Hasby mengajak nya ke apartemen miliknya
Ara pun menatap tajam ke arah Hasby dengan pikiran yang tidak-tidak
hasby seakan membaca pikiran Ara
" jangan berpikir yang macam-macam... " hasby melepaskan helm miliknya dan berjalan mendahului Ara ke arah lift
" apa kau mau berdiri disitu saja... " teriak hasby dalam lift
" aishhh.... " Ara pun terpaksa mengikuti Hasby dengan sedikit berlari
" ku peringatkan kau sebelumnya.. aku menguasai biladiri karate bila kau berbuat macam-macam dan berbuat senonoh kau akan tau akibatnya.... " dengan penuh tekanan
" siapa yang mau macam-macam dengan anak ingusan sepertimu... " ledek Hasby sambil menyolor kepala milik Ara
Ara tidak terima
" aishhh... kau berani menyolor kepala ku... " dengan tatapan tajam Ara langsung menginjak kaki kiri milik Hasby
" aaaaaahhhh..... apa yang kau lakukan sakit bodoh..... " hasby replek mengusap kaki yang di injek Ara
" BODOH.....??? kau ngatain aku bodoh... " Ara yang tidak terima lagi langsung menginjak kaki sebelah kanan milik hasby
" aaahhhhhhh..... apa kau sudah gila... " teriak hasby
" kau yang gila.... " teriak Ara GX mau kalah
Tink.......
pintu lift terbuka
Ara mendahului hasby keluar dari dalam lift
" emang enak... makanya jangan macam-macam... " menahan tawanya
" kamar mu nomor berapa ? " tanya Ara
" nomer 197... " jawab Hasby lesu
Ara yang melihat itu merasa bersalah ...
" aishhh.... apa aku keterlaluan nya .... " batin Ara
setibanya di depan pintu Hasby pun langsung memasukan no password nya
" masuklah.... "
" apa tidak apa-apa.... " batin Ara
Ara pun mengikuti nya dari arah belakang
" lumayan juga.... harum... rapih .... " batin Ara sambil mengangguk kan kepala nya
" duduk lah dulu... " tunjuk Hasby pada sopa panjang yang ada di depan tv
" apa aku terlalu keras menginjak mu...." ucap Ara merasa bersalah
melihat hasby berjalan berpegangan pada tembok
" duduklah dulu... " lanjut Ara
hasby pun langsung mengikuti ucapan Ara karena kaki nya sedikit merasa ngilu
" apa sebenarnya kaki mu terbuat dari besi... " mengusap ujung kakinya yang sedikit memerah
" aahhhh... aku sungguh minta maaf... boleh aku melihatnya... " arapun langsung berjongkok di depan Hasby
dilihatnya memang sedikit memerah
" aku ambilkan air anget buat mengompres nya..." ucap Ara dan beranjak ke arah dapur
tidak lama Ara membawa baskom yang berisikan air anget dan lap
Ara pun langsung berjongkok lagi di depan hasby dan langsung mengompres kaki yang sedikit memerah
" aaahhhh.... pelan-pelan donk.... " protes hasby
sebenarnya hasby sengaja berjalan pincang .. sebenarnya luka di kaki nya tidak seberapa baginya tapi hanya ingin mengetes sejauh mana Ara akan memperlakukan dirinya
" aahhh maaf .... " Ara pun pelan-pelan mengompres nya
☘️☘️☘️