
Ara masuk ke dalam kamar secara hati-hati Ara menatap semua juru kamar tersebut yang bersuasana laki-laki banget dengan di dominasi dengan warna abu-abu dengan ukuran yang sangat luas dengan dekor kamar yang sangat rapih cukup baik untuk ukuran kamar seorang cowok...
Ara melihat hasby sedang tidur di tempat tidur nya yang luas tanpa mengunakan selimut
" mungkin kecapean .... andai kau seperti ibumu yang lembut dan penyayang ... tapi sayang justru kau kebalikannya.... " ujar Ara tepat di depan hasby dan menyelimutinya
" kamar Segede gini tidak ada sopa nya sama sekali.... aku harus duduk di mana .... " Ara bermonolog dengan dirinya
Ara melirik kearah kasur sebelah hasby yang terlihat masih luas jadi Ara memberanikan diri untuk duduk disampingnya dan memilih memainkan ponselnya
hasby sebenarnya tidak tidur ia hanya merasa sangat lelah dan hanya ingin merebahkan tubuhnya sebentar tapi saat mendengar suara bising dan pintu terbuka hasby entah kenapa harus berpura-pura tidur
" kau ingin aku menjadi lembut dan penyayang ya... " tersirat sebuah senyuman dari bibir hasby
hasby yang berpura-pura tidur entah kenapa ia malah jadi tidur beneran dan Ara yang merasa bosan dengan ponselnya pun entah bagaimana ia bisa tidur di sebelah hasby
suara adzan magrib sudah berkumandang tapi dua insan ini masih asik dengan tidur nya entah merasa nyaman dengan satu sama lain dengan posisi masih berpelukan mereka tidur dengan lelap nya sampai sebuah ketukan pintu yang sangat nyaring membuat mereka berdua terbangun
" dor .... dor.... dor.... " suara pintu di ketuk begitu nyaringnya
Ara membuka matanya secara perlahan begitu juga dengan hasby , Ara yang merasa ada yang tidak beres dengan posisi tidur nya lalu ia melirik ke arah samping begitu juga dengan hasby sehingga kontak mata tak bisa dihindarkan dengan posisi muka yang dekat mereka bertatapan hasby yang merasa aneh dengan tubuh nya lalu tiba-tiba ia replek mendekat kan wajahnya ke arah Ara dengan tatapan mata yang masih berpandangan dan saat sudah dekat hasby memejamkan mata nya dan " cup " satu kecupan mendarat di bibir manis Ara , tapi beda dengan Ara , Ara malah memperlebar matanya tak menyangka atas kejadian tersebut
" dor.... dor.... dor..... " suara ketukan pintu kembali terdengar sehingga membuyarkan pikiran mereka berdua
hasby yang sadar dengan kelakuan nya memilih cepat bangun dan menuju ke arah kamar mandi sedang kan Ara yang mendapatkan serangan mendadak merasa kaget dan tak percaya ciuman pertamanya di ambil begitu saja
sedangkan gedoran pintu masih terdengar
klek......
Ara membukakan pintu
" hy Kaka ipar ....." ujar seorang gadis dengan berpenampilan aneh menurut Ara
rambut yang seperti rambut jagung berpakaian atas tengtop bawah celana pendek kalung rantai yang begitu panjang menghiasi lehernya
" hy juga..." Ara terbata-bata
" maaf pasti aku mengganggu kalian, tapi aku disuruh mommy untuk membangunkan kalian ... " jelas Zahra tersenyum
" tidak apa-apa, maaf kami tadi ketiduran bahkan adzan magrib pun tak terdengar... terimakasih sudah membangunkan " ujar Ara
" no problem... kau tak usah merasa canggung kakak ipar , dah.... aku kekamarku dulu sampai ketemu di meja makan " ujar Zahra dan pamit begitu saja
" ia... " jawab Ara singkat dan kembali masuk dan menutup pintu nya dan kembali mengingat kejadian tadi
" ciuman pertamaku... " Ara memegang bibir nya karena sedari tadi hanya itu berada di pikiran nya
" apa aku sudah gila memberikan nya begitu saja... " Ara menyesali perbuatannya
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️