
hasby pun langsung menyalin setiap foto yang ada galeri foto Ara ke dalam laptop milik nya
" maafkan aku , aku bersikap dingin pada mu... lagi... tapi jujur aku sangat kesal dengan kejadian tadi... tidurlah ... esok dan seterusnya aku akan memperlakukan mu dengan sangat baik..." hasby pun langsung mendekap tubuh Ara kedalam pelukannya
* *
" kapan kau akan menikah ?? dasar pria tua ... tak laku... " teriak Ney pada kakaknya
" hey.. berhenti memanggilku pria tua.. apa kau tak lihat tampang ku masih terlalu muda masih seperti anak SMK unyu-unyu... kenapa akhir-akhir ini kau selalu cerewet dan ngata-ngatain Abang ... apa kau sudah punya kekasih dan ingin segera menikah menyusul Ara sehingga kau menyuruhku agar segera menikah ? jika benar... duluan saja ! aku ikhlas ... aku ikhlas ... aku ikhlas ko....." ujar bang Aris
" aish... dengarkan aku baik-baik ya Abang ku sayang, yang pertama aku tak mempunyai kekasih, yang kedua aku menyuruhmu agar cepat menikah karena aku merasa kasihan pada mommy yang selalu merengek minta cucu dan yang ketiga dengarkan baik-baik buka lebar-lebar telinga Abang, bang emang benar umur mu sudah tua bang dan wajar saja aku memanggilmu dengan sebutan pria tua... " ujar Ney tegas
" dan sebaiknya Abang segera bawa pacar-pacar Abang itu kehadapan mommy .. " lanjut Ney
" aish...." Aris menggaruk-garuk kepalanya tak gatal melainkan pusing mendengar kan kecerewetan adiknya
" sumpah kenapa adikku ini akhir-akhir sangat menyebalkan.. " ujar bang Aris
dret... dret... dret....
bunyi ponsel Ney menghentikan perdebatan dua saudara itu dan Ney memilih mengangkat telepon yang masuk ke ponselnya dan memilih meninggalkan Abang Aris yang masih kesal dengan ney
" aish... emang benarkan kau sudah mempunyai kekasih , kalau tidak kenapa kau harus menghindar saat mendapatkan telepon kenapa kau harus bohong , " teriak bang Aris
"aish .. dasar pria tua..." cercah Ney
ney pun mengangkat telepon dari kak Alvin karena ini bukan kali pertama nya kak Alvin menelepon nya.
" halo assalamualaikum... maaf ya kak lama ... " ujar Ney
* tidak.... apa kau sudah tidur.. * ujar Alvin
" tidak kak... " ujar Ara tersenyum
* maaf ya pasti aku menganggu waktu istirahat mu... *
* hhhaaa tidak ko kak... Santai saja.." ujar Ney
mereka pun menghabiskan malam dengan mengobrol lewat telepon sehingga mereka tak sadar mereka lebih dekat ...
* *
suara adzan subuh sudah berkumandang seakan adzan subuh sudah menjadi alaram untuk Ara , Ara pun langsung menengok ke arah samping menengok ke arah dimana suaminya tidur itu pun sudah menjadi kebiasaan Ara setelah menikah.
" morning Bidari tak bersayap ku... " ujar hasby saat istri nya melihat ke arah nya
" morning... " jawab Ara tersenyum
" morning kiss... " hasby pun langsung mendekat kan tubuhnya ke arah Ara dan langsung mencium pucuk kepala nya dan turun ke bibir manis ara
Ara yang menerima perlakuan manis itu pun tersenyum senang
" bangunlah... " ujar hasby tersenyum senang
" apa dia sudah tidak marah lagi... ? " batin Ara
" apa kau sudah tak marah lagi pak suami .. " tanya Ara
hasby pun menjawab dengan menggelengkan kepalanya dengan manisnya
" kenapa suamiku terlihat ganteng dan manis si walaupun dia baru bangun tidur " batin Ara
" mau mandi duluan apa mandi bersama... " ujar hasby
Ara yang mendengar itu langsung membulatkan matanya
" aahhh... pak suami Duluan saja... " ujar Ara kaku
bukan nya hasby menjawab ia malah mendekat ke arah Ara dan langsung menggendong ara
" akh... tidak .... pasti dingin sekali melakukan itu di dalam kamar mandi.... " teriak Ara dan berhasil membuat hasby tertawa...
mereka pun melakukannya di dalam kamar mandi...
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
terima kasih 🤗