ARABELLE

ARABELLE
part 104



Cinta terkadang memang sulit diungkapkan dan tidak dapat disampaikan. Berbagai alasan membuat ia memendam saja perasaannya tersebut. Meski berat dan kadang membuat sedih, namun hasby memilih cara ini. Mungkin karena hati masih tidak yakin dan bimbang.


" shitttt...... " hasby menggaruk kepalanya


" maksudnya apa coba dia berpakaian seperti itu... "


" apa benar aku sudah mulai menyukainya... aaahhhh GX beres..." hasby merebahkan tubuhnya di sofa


paginya pagi-pagi Ara membuat sarapan untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi dari apartemen itu sarapan nasi goreng cumi masak kan terakhir yang Ara buat untuk suaminya


" pak suami... terbang jam berapa... " Ara memberanikan diri untuk memulai percakapan


" jam 1 siang " jawab hasby singkat


" ooohhh.... " Ara mengangguk-nganggukkan kepalanya


" setelah ini bantu aku berkemas.... " perintah hasby


Ara melirik hasby sebenarnya ia enggan untuk membantunya tapi ini adalah perintah terakhir sebelum ia pergi dan Ara pun menyetujuinya


" baik.... " jawab Ara setengah hati


*


" kau kemas baju-baju ku bawa secukupnya saja dan masukkan juga keperluan aku yang lainnya ... " ujar hasby yang masih sibuk mengatur dokumen-dokumen yang harus ia bawa...


" iya pak suami.... " ujar Ara males


baru kali ini Ara membuka lemari bagian suaminya ternyata dilihat nya lemarinya begitu tertata dengan pakaian yang tersusun rapih


" aku baru pertama kali berkemas pakai yan pria... aku merasa canggung ya... " batin Ara


Ara pun menata pakaian hasby dari kemeja, jas, celana, kaos tapi saat Ara ingin mengambil dalaman nya ia merasa kikuk...


" apa aku harus mengambil ini juga.... " batin Ara


Ara pun memberanikan diri untuk mengambilnya dengan mata tertutup


hasby yang sedang membereskan berkas-berkas masih sempat memperhatikan yang sedang Ara kerjakan dan saat Ara mengambil bagian terpenting milik nya hasby pun melihat saat Ara memejamkan matanya dan bisa tersenyum untuk itu


" semua nya sudah aku kemas.... apa ada lagi yang harus aku masukkan... " tanya Ara


" tidak ...."


" begitu saja.... GX ada basa-basi bilang makasih sama sekali pun... " batin Ara ngedumel


" apa lebih baik aku tinggal di rumah bibi ku saja... " ujar Ara pelan


hasby menatap lekat mata Ara dan Ara pun membalas tatapan mata suaminya


" tidak, selama aku pergi kau harus tinggal di rumah mamah... " hasby menolak mentah-mentah


" tapi aku merasa lebih nyaman tinggal bersama bibi .. " memohon


" nanti juga kau akan terbiasa... dan selama aku tidak ada kau harus bisa menjaga mereka.... "


" mmm........ " Ara pun beranjak untuk bersiap mengantarkan suaminya ke bandara sekaligus ia pergi ke rumah mertuanya


Ara menarik koper besar nya begitu pun dengan hasby mereka membawa barang bawaan mereka masing-masing


" pindah rumah lagi ..... " batin Ara


**


sebelum ke Bandara hasby harus mengantar Ara terlebih dahulu ke rumah ibunya


" kau tidur di kamarku selama aku pergi.. tapi jangan pernah kau merubah apapun yang ada di kamar ini... "


" mmm bangaimana aku bisa betah kalau suasana kamar nya saja seperti ini... aku tidak suka dengan warna cat nya... " gerutu ara


hasby melirik ke arah Ara ia mendengar semua yang ia keluhkan...


" iya..... pak suami.... " jawab Ara malas dengan senyum kudanya


" dan satu lagi kau harus tau setatus mu sekarang jadi jangan macam-macam selama aku tidak ada... "


" iya.... " jawab Ara males


" aku tau ko dengan status ku sekarang jadi tidak perlu kau ulang-ulang terus... " batin Ara


hasby melirik jari Ara tapi ia tidak melihat cincin yang ia berikan kepada nya kemaren


" cincin mu kemana... kenapa tidak kau pakai... "


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️