
Ara melihat jari tangan nya yang masih kosong
" huuuuhhhh...... " Ara membuang napas berat
Ara membuka koper miliknya dan mengambil cincin yang ia terima dari nya kemaren
" aku sudah memakainya.... " Ara memasangkan cincin tersebut didepan mata suaminya
" puas.... " ujar Ara pelan
hasby tersenyum melihat itu
" jangan berani-berani kau melepas Kanya " ujar hasby tegas
" baik..... dan aku masih ingat konsekuensi nya... " ujar Ara males
" bagus.... " ujar hasby dengan senyum menghiasi wajahnya
" heuh, lihat wajahnya sekarang senyum selalu menghiasi wajahnya akhir-akhir ini ... seperti nya ia senang pergi meninggalkan istri nya di sini " batin Ara
" aku tidak menyangka cincin nya bakal pas di jarinya... " batin hasby
* *
semua keluarga sudah berkumpul di ruang tengah begitupun bibi dan paman begitu juga dengan Roy yang ikut dinas dengan hasby
" selama kau disana pikirkan dengan hati kecil mu baik-baik seberapa besar dan pentingnya Ara bagimu dan tentang perasaanmu mamah sudah tau kau mulai menyukainya tapi mamah harap kau bisa yakin dengan perasaan mu itu... dan mamah mau kau ubah lah sikapmu sedikit demi sedikit ... dan satu lagi segera urus masalah mu yang ada di sana.." ujar mamah Yuli pada hasby dengan nada pelan dan menekankan setiap katanya
" mah.... " ujar hasby
" kita berangkat sekarang.... " ujar mamah Yuli langsung menggandeng tangan Ara dengan tergesa-gesa tanpa memberikan kesempatan untuk hasby berbicara
Ara hanya pasrah saat lengan nya di gandeng oleh mertuanya
" mah pelan-pelan... " ujar Ara tersenyum
" maaf sayang , apa mamah menyakiti mu ... " mamah Yuli meraba setiap bagian tubuh ara
" tidak mamah.... kita jalannya pelan-pelan saja ya.... " ujar Ara tersenyum
semua orang memperhatikan kelakuan wanita berumur itu yang haus seorang cucu hanya bisa menggelengkan kepalanya
sesampainya di bandara
hasby terus saja memperhatikan Ara hatinya berat untuk meninggalkannya..
" jaga kesehatan kalian ya.... " ujar Kitty
" hasby kau bisa melewati ini semua dengan cepat, dan bersabarlah untuk semua itu... " lanjut paman tedi
" .... heuh... aku tidak suka kau berada disana " ujar Zahra cuek
karena Zahra lah orang satu-satunya yang tidak suka dengan kepergian hasby , karena ia tidak bisa bebas lagi untuk berpergian karena baru ia merasakan kebebasan yang sesungguhnya saat kakaknya pulang ke tanah air tapi kina ia kembali lagi dengan waktu yang cukup lama
" cepatlah menyusul... setelah liburan mu usai... " ujar hasby dengan senyum devil nya
" aku tau isi kepala mu adikku yang malang... " batin hasby
" yah ... aku berangkat... " ujar hasby singkat tapi dengan tatapan sendu
" jaga dirimu baik-baik " ayah hasby menepuk pundak milik hasby
" ayah akan menjaga nya kau tenang saja... " lanjut ayah hasby karena sempet melihat hasby melirik ke arah Ara
" aku titip dia yah... " hasby tersenyum getir
ayah hasby memeluk erat anak laki-laki nya dan di balas oleh hasby
" mah aku berangkat dulu..." ujar hasby pada ibunya
" mmm.... hati-hatilah..." ujar mamah Yuli sok tegar
" mah.... " ujar hasby lembut
" ko mamah merasa mual a saat kau mengubah nada bicaramu nak... " sindir mamah Yuli
" huhhhhh... " hasby membuang napas kasar karena tidak mengerti lagi menghadapi mamahnya
giliran Ara hasby terus menatap lekat kedua mata milik Ara begitu juga dengan Ara
" jagan lupa makan dan jaga kesehatan mu di sana.. " ujar Ara
hasby hanya mengangguk kan kepalanya
" jangan lupa kabari aku jika pak suami sudah sampai... " lanjut Ara
" aku pergi... " ujar hasby pada Ara dengan tatapan mata yang berbeda dan dengan suara yang berat hasby langsung membalikkan badannya dan melangkah
" kami pergi dulu... assalamualaikum semuanya... " ujar Roy dan langsung mengambil langkah untuk mengejar hasby
" sebenarnya apa yang sedang terjadi aku tidak mengerti dengan alasan kepergian mu yang begitu mendadak... semoga kedepannya kau dan aku akan lebih baik lagi ... " batin Ara dengan memegang dadanya mendadak sakit
" tunggu aku kembali... " batin hasby
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️