ARABELLE

ARABELLE
air mata



dengan memaksakan tersenyum Ara melihat kearah bibi dan paman nya yang sudah mau menampung dan mengurusnya selama ini


" Ara akan menerima perjodohan itu... "


ucapan yang dilontarkan Ara membuat kedua orang disampingnya cukup merasa kaget dan sehingga membuat bibi dan paman nya makin merasa bersalah dengan keputusan yang mereka ambil untuk ara


" apa kau yakin Ra.... " paman tedi mengusap puncak kepala Ara


Ara hanya menganggukkan kepalanya


" terimakasih sayang.... " ucap bibi Kitty dan langsung memeluk erat tubuh Ara


Ara melepaskan pelukan itu dan langsung berdiri


" terimakasih telah memberikan wewejangnya yang sangat mengagetkan untukku .... dan sekarang aku ingin keatas rasanya hari ini sangat lelah ... " ucap Ara sambil berusaha tersenyum


" arabelle...... " ucapan bibi Kitty lirih....


" aku baik-baik saja.... kalian tidak usah kuatir..... " ucap Ara berlalu keluar dari kamar


sebenarnya bibi dan paman tau apa yang sedang Ara rasakan sekarang hati yang sangat sakit menahan tangis berusaha tegar di depan orang yang dia sayangi sama seperti dulu


didepan tangga Ara tidak sengaja berpapasan dengan hasby dan Ara memilih membuang muka dengan tatapan mata yang sangat merah seakan menahan sesuatu


Ara pun berlari menuju kamarnya akan tetapi hasby berhasil mencegal tangan Ara di depan pintu kamar Ara


" apa kau sudah tau kalau kita dijodohkan... " terus memegang tangan Ara


" mmm " sambil melepaskan pegangan hasby dari tangannya


" apa kau menerimanya... "


Ara membalikkan badannya menatap kedua mata hasby


" apa salahku sehingga aku harus dijodohkan dengan orang sepertimu.... " ucap Ara tegas dengan mata yang sudah berkaca-kaca


hasby yang melihat itu diam terpaku tidak bersuara lagi seakan air mata yang mengalir di depannya seperti pedang yang mengsayat hatinya percis seperti air mata ibunya


" istirahat lah kelihatannya kau sangat lelah kita bisa melanjutkan obrolannya nanti... " berlalu dan langsung memasuki kamarnya tidak perduli dengan wanita didepannya sudah tidak bisa membendung perasaannya...


*


didalam kamar nya Hasby bersandar ditepi pintu kamar mandi sambil memegang dadanya


" kenapa seperti ini.... "


hasby pun Mandi dengan pikiran yang aneh


*


esoknya Ara berangkat sekolah dengan keadaan mata yang sedikit sembab dan berangkat dengan Hasby karena desakan bibi dan pamannya...


" apa kau menangis sepanjang malam.... " celetuk hasby sambil sibuk dengan kemudinya


Ara pun menatap tajam ke arah Hasby


" aku menangisi takdirku apa urusannya dengan mu .... " tegas


" kau masih bisa menolaknya... "


" andai aku bisa... " tatapan yang tadinya tajam berubah menjadi sendu


" kita sama-sama terpaksa menerima perjodohan ini... tapi aku mohon padamu bersikap lah baik seakan-akan kau iklas dengan perjodohan ini didepan orang tuaku... "


" chihhh.... " memalingkan mukanya ke arah luar


" apa kau mempunyai pacar sehingga kau harus menangis sepanjang malam.... " celetuk hasby dengan sedikit gurau


" GX usah sok tau dari sejak aku lahir aku belum pernah merasakan yang namanya pacaran... " Ara kembali menatap tajam ke arah Hasby


" hah ... sudah ku duga mana ada yang mau dengan cwe yang cengeng dan galak sepertimu.... "


" kau sudah berani ... rupanya kutub es sudah mulai meleleh kenapa kau kali ini banyak sekali bersuara... " ucap Ara sinis


hasby juga tidak menyadari dirinya bahwa sudah banyak omong kali ini tidak seperti biasanya


" aishhh... kenapa dengan ku ini ... " gerutu hasby di dalam hati nya


" kenapa kau diam.... sudah membeku lagi.... "


" turun.... " ucap hasby tiba-tiba


Ara yang mendengar itu melihat sekeliling tempat itu


" kali ini antarkan aku sampai sekolah... " ucap Ara memohon karena tidak mungkin harus naik kendaraan umum dengan mata yang seperti ini


" turun...... " kembali hasby menyuruh Ara turun dari dalam mobil nya...


☘️☘️☘️